sosial media sandi iswahyudi blogger indonesia
Tak bisa kita pungkiri, sosial media memiliki potensi yang luar biasa

Apakah media sosial bisa membuat perubahan? Efektif mana kampaye offline (turun ke jalan) dengan kampaye online?

Tanya Dhenok Pratiwi Staf Kampaye Change.org saat memberi coaching clinic kepada puluhan aktivis Malang 7 Juni 2015 di Dilo, Malang. Malang sendiri menjadi tempat kedua yang didatangi Change.org setelah Bandung, coaching clinic berlangsung dari 7-9 Juni 2015.

Kampaye offline dapat menjangkau masyarakat yang buta akan internet dan menunjukkan pada publik apa yang menjadi aspirasi kita. Sedangkan online mampu menjangkau masyarakat lebih luas lagi. Terlebih saat ini Indonesia termasuk negara dengan pengguna internet terbesar dunia.

Dhenok menjelaskan, saat ini bukan lagi mempersoalkan mana yang paling efektif dan berdampak antara kampaye online/offline. Namun sudah harus berpikir, bagaimana mensinergikan keduanya, sehingga tujuan tercapai serta berdampak luas.

Seperti kata Malik, salah satu peserta coaching clinic menuturkan perlunya sinergisitas keduanya. “Saya dengan beberapa alumni di salah satu SMA di Malang, memberikan beasiswa pada adik-adik kami. Caranya, tiap bulan masing-masing alumni yang terdapat diberbagai daerah menyisihkan minimal Rp 10.000. Alhamdulillah kami dapat membantu meringankan beban mereka.”

Kemudian bagaimana menggunakan media sosial untuk perubahan dan menyukseskannya?

Berikut lima tips yang bisa dilakukan.

Pertama tujuan harus jelas dan alamat yang spesifik.

Kedua gunakan narasi/visual yang menggugah.

Gunakan bahasa lugas dan lengkapi dengan kisah personal. Sebab orang digerakkan oleh emosi, kemudian dirasionalisasikan.

Ketiga masalah dan kesempatan.

Setiap ada masalah, ada pula kesempatan untuk menyelesaikannya.

Keempat perlu strategi dan rencana.

Anda perlu merancangnya dengan maksimal, karena petisi saja tidak cukup.

Kelima yang menjadi poin pentingnya, momen.

Momentum sangat menentukan animo masyarakat, semakin cepat Anda menangkapnya. Persentase kesuksesan kampaye akan semakin tinggi.

Seperti momen kakaktua jambul kuning yang diselundupkan lewat botol mineral, digunakan untuk mempetisi Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo untuk merevisi UU Konservasi.

Change.org sendiri merupakan platform petisi terbesar di dunia, memberdayakan orang di mana pun untuk menciptakan perubahan yang ingin mereka lihat. Di Indonesia, situs ini hadir sejak 2012 dan sekarang telah memiliki lebih dari 1 juta user. Situsnya pun mudah dioperasikan oleh berbagai kalangan.

Ibu-ibu rumah tangga hingga aktivis telah sukses memberikan perubahan positif bagi negeri ini. Terus, apakah Anda siap menjadi agen perubahan selanjutnya?

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here