Buku Sahabatku, Program Untuk Adik-adik Panti Meraih Mimpi

yayasan gskb

Pembagian buku sahabatku bertahap, Jumat 9 buku dibagi. Sabtunya 12 buku dibagi. Total adik-adik di panti ini sebanyak 21 orang (Dok. Pribadi)

Tercatat 30 Oktober 2016 dalam program kerja GSKB (Gerakan Sadar Kebaikan Buku), akan dilakukan launching buku antologi adik-adik Panti Asuhan Aisyiah Reverside, Malang

Sangat menyenangkan bagi saya, ketika melihat adik-adik Panti Asuhan Aisyiah Reverside, Malang menyukai aktivitas menulis. Saya mengetahuinya ketika pada Jumat (2/10/2015) menjadi pemateri, mengisi tentang Keajaiban Menulis.

Mereka memperhatikan dengan saksama apa yang saya sampaikan. Kemudian saya tanya, apakah adik-adik ingin bisa menulis dan karyanya dibukukan? Sebagian besar dari mereka menjawab dengan kompak, “Ingin kak.”

Menulis proses yang sederhana, namun dampaknya luar biasa bagi kehidupan seseorang. Terbukti banyak orang bisa meraih mimpi, berawal dari menulis.

Minggu (13/12/2015), saya dan teman-teman GSKB memberikan materi tentang kepenulisan pada mereka. Berisi motivasi menulis, tip-tip, dan praktik langsung. Pada sesi ini kami ingin tahu seberapa besar antusias mereka dan menguatkan tentang mimpi menghasilkan buku antologi.

Alhamdulillah ternyata mimpi mereka masih sama. Ingin karyanya dibukukan, dibaca orang banyak, serta nantinya bermanfaat.

Jumat (15/1/2016), sore hari, saya, Iko, dan Doni ke panti asuhan. Kami membawa buku yang telah disampul warna-warni untuk mereka. Panti asuhan ini khusus putri yang menjadi pilot project GSKB

Buku sahabatku

Buku sahabatku, merupakan program lanjutan untuk mempersiapkan program besar di Oktober 2016, yaitu launching buku antologi adik-adik panti. Dikemas dengan sampul buku yang warna-warni.

Program ini saya usulkan, sebagai langkah mengajak mereka terbiasa menulis, berkenalan, hingga merasakan manfaatnya secara langsung. Juga sebagai cara kami untuk mengetahui tentang mereka lebih jauh.

Pemilihan nama “sahabat” bertujuan menjelaskan secara langsung jika buku memang bisa menjadi sahabat. Di buku La Tahzan dijelaskan, sebaik-baik teman duduk, adalah buku.

Harapannya, mereka mendapatkan buku dari kami langsung menganggap bahwa ia memang sahabatnya. Sehingga mereka bebas bercerita dan berekspresi dibuku tersebut.

Empat cara kerja buku sahabatku

Pertama menulis di malam hari

Mereka saya sarankan untuk menulis disaat malam sebelum tidur. Berdasar pengalaman saya, waktu yang pas untuk menulis dan menuangkan ide, ya di saat malam. Karena saat itu, pikiran rileks, dan kita bisa fokus dengan tulisan kita.

Kedua tokoh inspiratif dan biodata diri

Di halaman awal, kami menyarankan mereka untuk menempelkan foto tokoh inspiratif yang disukai. Diharapkan bisa membuat mereka termotivasi untuk terus maju tiap harinya.

Halaman kedua foto diri, beserta biodata. Biodata sangat diperlukan untuk kami mengenal lebih jauh. Serta bisa menjadi bahan tulisan menarik untuk nantinya dipublikasikan dimedia online/offline.

Ketiga kreasi bebas, topik wajib, dan tulisan terbaik tiap minggu

Kami juga membebaskan mereka untuk berkreasi dibuku sahabatku. Mereka bisa memberi warna-ilustrasi ditiap tulisannya. Atau menempelkan gambar sebagai pelengkap cerita. Semua itu kami bebaskan.

Kami membebaskan mereka untuk berkreasi, bahkan kami akan memberikan hadiah buat mereka.

Tujuannya, diharapkan mereka bisa menikmati proses menulis. Ketika mereka sudah menikmati, sangat mudah nantinya untuk naik ke tahap berikutnya.

Kemudian kami juga tiap minggu minimal memberikan tiga topik wajib. Tujuannya, kami ingin menggali lebih dalam tentang mereka. Serta bisa mendapatkan tulisan yang bagus dan inspiratif untuk dimasukkan ke buku.

Jadi sistemnya, tiap minggu kami akan memilih tulisan dengan kreasi yang paling bagus dari topik wajib yang diberikan. Nantinya tulisan terbaik itu akan kami masukkan di buku antologi adik-adik panti.

Keempat tiap minggu diambil

Tiap minggu kami akan mengambil buku-buku tersebut, untuk kemudian kami baca dan nilai satu persatu.

Cara ini untuk mengetahui efektivitas program, serta respon adik-adik panti. Selain itu juga menjadi media kami untuk mengenal mereka lebih jauh dari tulisan. Serta bisa menjadi motivasi kami untuk terus melangkah maju.

Apakah ini akan berhasil?

Saya pribadi sebagai pengusul dan penanggungjawab program buku antologi adik-adik panti asuhan, sangat yakin akan keberhasilannya. Melihat dari GSKB mendukung penuh, serta apresiasi yang luar biasa dari adik-adik panti asuhan.

Mereka semangat, tersenyum, tertawa, dan memberikan respon positif terkait penerbitan program buku antologi. Melihat dari sorot mata mereka, saya menyakini bahwa program ini akan berhasil.

Ia bukan hanya menjadi program tahunan yang harus dilaksanakan GSKB, melainkan lebih jauh dari itu, program yang akan mengantarkan mereka percaya akan keajaiban menulis.

Saya yakin, ketika mereka sudah percaya kekuatan menulis. Itu akan mendarah daging, dan menjadi kebiasaan tiap harinya. Ketika sudah terbiasa, tinggal tunggu waktu, untuk mereka meraih mimpi.

Saya sendiri sudah merasakan bagaimana kekuatan menulis bisa membawa saya keliling ke beberapa kota di Indonesia, kenal dengan orang-orang hebat, mendapat barang mahal, uang, hingga bisa memiliki banyak teman dari berbagai daerah.

Bagi saya, menulis itu percepatan untuk meraih mimpi.

Langkah yang saya lakukan untuk menyukseskan terbitnya buku antologi adik-adik panti, adalah melalui program-program yang sinergi, membaca, tanya pada yang ahli, menguatkan tim GSKB, hingga tentu mohon pertolongan pada-Nya, agar diberi kemudahan-keberkahan.

Tertarik kolaborasi?

Bagaimana menurut Anda terkait program buku sahabatku dan program penerbitan buku antologi adik-adik panti asuhan?

Apakah ada masukkan? Atau mungkin Anda ingin berkontribusi menyukseskan hal ini? Bisa sampaikan dikolom komentar/e-mail saya di iswahyudi779@gmail.com.

Terima kasih. Semoga langkah kecil kami ini, sukses dan diberikan pertolongan oleh-Nya. Aamiin.

Reply