gamal albinsaid sandi iswahyudi
Saya berfoto dengan dr. Gamal Albinsaid saat di kantor Indonesia Medika

Mimpi yang dibalut dengan doa akan berbuah kenyataan. Kenyakinan, konsistensi, dan kepasrahan pada-Nya yang melahirkannya.

Selasa (26/4) pagi sebuah telepon berdering. Saya langsung mengambil smartphone yang tergeletak di kanan saya. Saya lihat, ternyata dari Mas Gamal, CEO Indonesia Medika. Tokoh muda yang memiliki prestasi yang luar biasa: nasional-mancanegara, yang menjadi inspirasi saya.

Telepon langsung saya angkat. Kami pun berbincang-bincang kurang lebih 20 menitan. Inti dari perbincangannya beliau menawari saya untuk bekerja di Indonesia Medika, khususnya mengurusi masalah tayangan motivasi Ramadhan.

Setelah mempertimbangkan beberapa hal: terkait status saya yang masih skripsi, pengaturan waktu, dan terkait tugas yang nanti akan diberikan. Saya menerima tawaran beliau. Saya pun mengirimkan beberapa contoh tulisan dan video.

Saya bukan mengejar uang semata, itu nomor ke sekian. Niatan utama terkait pengembangan diri, passion, kesempatan lebih besar, belajar langsung dari tokoh muda mendunia, dan mengejar mimpi. Saya percaya dan banyak fakta telah membuktikan, uang hanyalah masalah waktu.

Sejak beberapa bulan, saya bermimpi dan berdoa, suatu saat saya bisa satu tim dengan tokoh-tokoh terkenal Indonesia yang mereka sukses serta suka berbagi. Seperti Jamil Azzaini, Yusuf Mansyur, Ippho Santosa, dan Gamal Albinsaid.

Alhamdulillah Selasa pagi, mimpi saya terjawab. Sorenya saya diundang ke kantor untuk perbincangan lebih lanjut terkait hak dan kewajiban, serta posisi saya di Indonesia Medika. Dari situ saya tahu ada satu orang yang mendapatkan tawaran juga dari beliau. Saya pikir kami berdua sudah diterima, ternyata masih belum.

Jadi sore itu kami disuruh mengirim CV ke Mas Gamal, untuk nantinya dipertimbangkan dengan komisaris Indonesia Medika. Malamnya, saya dapat pesan dari Mbak Ica sekretaris beliau, kalau saya diterima dan besok pagi bisa mulai bekerja.

Alhamdulillah saya diterima, sedangkan teman saya satunya ternyata tidak. Rabu (27/4) paginya saya bertemu dengan Mas Gamal untuk ttd kontrak selama satu bulan sebagai staf ahli bidang training dan consulting, selain itu saya juga menjadi asisten pribadi beliau.

Kewajiban saya selama satu bulan ini secara garis besar mengonsep-teknis dalam persiapan program motivasi Ramadhan beliau di TV serta program motivasi Gamal Berbagi. Kemudian peluncuran buku, dan mendukung personal branding.

Jadi saya bisa mengembangkan passion di sosial media, menulis, dunia kreatif, dan personal branding. Sedangkan hal baru nantinya masuk di dunia TV.

Walaupun kontrak satu bulan, itu tidak jadi soal bagi saya. Faktanya memang di dunia kerja saat ini semua sistem kontrak. Jadi jika saya bisa bagus dalam bekerja, pasti akan diperpanjang. Namun jika tidak, akan diganti dengan yang lain.

Hal ini tidak jadi soal. Saya percaya, ketika sesuatu dilakukan dengan tulus dan sungguh-sungguh akan berbuah manis. Apalagi ketika semua itu dibalut dengan doa dan niat yang lurus karena ibadah pada-Nya.

Niat dalam bekerja salah/benar, kita tetap melakukannya. Maka saya memilih niat yang benar, agar dapat manfaat ganda.

Kalau perhitungan saya satu bulan untuk menyelesaikan semua kewajiban yang ada dikontrak tidak akan cukup. Apalagi yang namanya personal branding itu panjang. Karena ia merupakan proses. Tapi saya tetap akan memaksimalkan kesempatan ini. Keringat yang menetes karena kerja keras, keyakinan, mimpi besar, dan ibadah pada-Nya, tidak ada yang sia-sia.

Amanah sebagai staf ahli dan asisten pribadi yang membuatnya tambah berat, yaitu sekarang saya juga proses penyelesaian skripsi. Namun ini tak jadi soal. Saya akan bagi waktu, jadi pagi sampai sore di kantor, sore-malam di kampus untuk ngelab. Kondisi ini pernah dilakukan juga oleh Mas Gamal, beliau mengisi acara diberbagai tempat, dan juga tetap magang di rumah sakit pada malam harinya.

Walaupun sepertinya berat, tapi insyaa Allah saya yakin bisa. Tinggal nanti biasakan diri, jaga pola makan, dan minta pertolongan-Nya. Hidup ini tentang perjuangan untuk naik kelas, berbagi, dan berkarya. Kesuksesan sebenarnya sudah ada di depan mata. Tinggal kita mau atau tidak menggapainya.

Pekerjaan ini, juga menempa saya tentang konsistensi dalam passion. Apakah saya akan tetap ngeblog, berkarya, dan berbagi ataukah saya akan berhenti karena sudah dapat pekerjaan? Jawab saya dengan yakin, saya akan tetap konsisten.

Apakah saya bisa? Saya yakin bisa, tinggal menyakinkan diri, memperluas kapasitas, mengenal diri, serta tak lupa mohon pada-Nya untuk dimudahkan. Selain itu, passion saya ngeblog telah membawa saya untuk mempercepat mimpi. Saya tidak akan meninggalkannya. Saya akan tetap konsisten dan esok saya yakin, hal luar biasa akan saya dapatkan.

Mas Gamal juga bilang dibeberapa kesempatan tentang passion, “Jangan pernah korbankan mimpi dan cita-cita kita hanya karena recehan rupiah! Sebab passion itu pekerjaan yang anda rela melakukannya walau tidak dibayar, bahkan pada titik tertentu anda rela melakukannya walaupun harus membayar, bayangkan kalau anda kerja ditempat yang tak dibayar mau, tapi anda dibayar.”

Bagaimana dengan Anda? Saya berharap semoga Anda juga tetap menjaga passion. Itu semacam hadiah Allah kepada para hamba-hambanya. Maka jagalah ia selalu, jangan sia-siakan!

Maka, tulisan dengan kategori #CatatanStafAhli sebagai langkah awal untuk mengabadikan segala hal yang saya dapatkan selama bekerja/satu tim dengan Mas Gamal.

Ini langkah untuk mengabadikan makna yang saya dapat, berbagi, dan menebar manfaat. Siapa tahu dari catatan sederhana ini, ada sebagian dari pembaca, mendapatkan manfaat dari tulisan ini.

Terakhir, ikuti terus #CatatanStafAhli di blog ini ya. Serta nanti siap-siap tonton program motivasi saat bulan Ramadhan :). Insyaa Allah saya ada di acara tersebut, tapi dibelakang layar, hehe.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here