ngeblog blogger indonesia sandi iswahyudi
Kelas Blogger Booklicious Malang, dilaksanakan di Kafe Ria Djenaka depan kampus UMM, diikuti oleh empat peserta (Fotografer Amin).

Kelas BBM Sesi Ke-2: 6 Hikmah Berbagi di Kelas Ini — “Kelas BBM (Blogger Booklicious Malang) bagus banget, pertama buat menunjang karier temen-temen, kedua sebagai media berbagi kebaikan, dan ketiga aku yang jauh tetap bisa ikutin.

Harapannya, semoga ini langkah buatku untuk konsisten menebar manfaat, merasakan manfaat ngeblog, serta sebagai wadah untuk terus berkreatifitas,” kisah Lisvy yang mengikuti kelas BBM online, dari Jakarta saat saya tanya via whats app.

Sama halnya dengan pengakuan Mas Agus, mahasiswa pasca sarjana di  UNS, Solo, “Kelas BBM ini bagus dan membuat kita berpacu. Lewat kelas ini kita bisa berdiskusi, belajar, dan berkarya. Semoga lewat ini, kita sama-sama tumbuh, berkembang, dan mengukir prestasi.”

Mas Agus dan Lisvy adalah dua teman yang masuk di kelas kedua BBM. Kelas ini beranggotakan enam orang, yaitu Amin, Yuni, Dewi, Muna, Lisvy, dan Mas Agus. Enam orang ini, adalah mereka yang sudah menyelesaikan tugas yang saya berikan saat di kelas pertama.

Tugas saya berikan untuk mengetahui siapa saja yang tertarik, dan kemudian komitmen untuk menjadi blogger. Selain itu juga mendorong peserta kelas untuk menghasilkan konten-konten berkualitas.

Maka, enam orang inilah yang mereka tertarik dan komitmen untuk menjadi blogger.

Saya sangat senang dan menjadi energi tersendiri, ketika teman-teman yang tidak mengikuti kelas pertama mereka antusias untuk ikut ke kelas kedua. Seperti Lisvy, Mas Agus, dan Muna.

Apalagi Mas Agus dan Lisvy mereka domisili sekarang di luar Malang.

Namun saya tetap sebaik mungkin untuk bisa mengakomodir mereka. Sehingga apa yang didapatkan mereka yang di Malang dan di luar Malang sama.

Kelas kedua BBM kemarin dilaksanakan pada Senin (16/11) di Kafe Ria Djenaka depan kampus UMM. Dihadiri oleh Amin, Mas Agus, Yuni, dan Muna. Sedangkan Dewi saat itu sedang sakit, dan Lisvy di Jakarta.

Jangan berpikir suasana kelas membosankan seperti umumnya! Saya membuatnya nyaman dan santai, di kelas ini kami bisa tertawa lepas, menikmati minuman yang sudah dipesan, sambil sesekali mengeluarkan candaan.

Harapan saya, semoga lewat ini, minimal teman-teman kelas BBM bisa konsisten ngeblog. Sehingga manfaat ngeblog bisa terasa, baik bagi diri sendiri dan orang lain.

Hikmah berbagi ilmu di kelas Blogger Booklicious Malang

Banyak sekali hikmah yang saya dapatkan ketika memutuskan untuk berbagi ilmu pada yang lain, khususnya di kelas BBM.

Berikut saya paparkan beberapa hikmah yang saya dapatkan. Semoga memberikan inspirasi bagi Anda, untuk melakukan hal yang sama—berbagi ke yang lain sesuai keilmuan yang Anda punya.

Pertama, belajar hal baru dari murid

“Para guru sejati mengajar tuk belajar kembali,” kutip dalam buku #NasihatDiri.

Saya juga merasakan hal yang sama. Ketika saya memutuskan untuk berbagi ilmu dan pengalaman yang saya punya di kelas BBM.

Saya sesungguhnya juga belajar pada murid kelas BBM. Saya belajar bagaimana harus mengerti masing-masing dari mereka.

Bagaimana mengemas materi sehingga menarik, memberikan perhatian, mengapresiasi hal sekecil apa pun, hingga menunjukkan nilai bahwa apa yang dipilih tidaklah salah.

Sebab niat baik saja tidak cukup, diperlukan strategi sehingga apa yang ingin kita sampaikan bisa diterima.

Serta belajar tentang ketulusan, kesabaran, dan komitmen. Semua hal di atas, tidak akan pernah saya dapatkan ketika saya tidak berbagi.

Kedua, belajar bersyukur dan yakin akan keberadaan Tuhan

Ketika saya membaca buku #NasihatDiri, ada kalimat yang menyadarkan saya tentang pentingnya berbagi. Yaitu, hak ilmu adalah diamalkan.

Maka ketika ilmu tersebut tidak diamalkan, iya nanti akan meminta pertanggungjawaban kita di akhriat kelak. Oleh karena itu, Islam memerintahkan pada umatnya, untuk berbagi ilmu walaupun satu ayat.

Ini membuktikan untuk kita terus bersyukur, sebab diberikan rezeki berupa ilmu.

Jadi berbagi pada yang lain, juga salah satu cara untuk bersyukur pada nikmat yang Tuhan berikan pada kita.

Selanjutnya, saya beberapa hari kemarin juga dapat semacam pertanyaan dari teman. “Kenapa kamu ko semangat sekali menyebarkan virus ngeblog? Apa nanti kamu tidak takut mereka menjadi sainganmu?”

Saya pun menjawab, bahwa saya tidak takut akan hal itu. Karena saya yakin Allah telah memeta-metakan rezeki masing-masing orang.

Malahan saya akan mengajak mereka kolaborasi, untuk melakukan hal-hal hebat lewat media blog.

Burung di suatu daerah yang satu jenis saja, memiliki jumlah yang ribuan. Buktinya mereka bisa hidup dan berkembang. Hal ini membuktikan akan keberadaan Tuhan.

Jadi, tidak ada kata untuk tidak berbagi ilmu, walaupun itu sedikit menurut kita. Karena hak ilmu adalah diamalkan.

Ketiga, belajar menghargai guru

Guru di sini yang saya maksud bukan hanya orang yang memberi ilmu di dalam kelas saja. Namun semua orang yang dia memberi ilmu pada kita, itu adalah guru.

Dua kelas yang sudah terselenggara di kelas BBM ini, saya merasakan bagaimana perjuangan seorang guru.

Seorang guru harus menyiapkan segala sesuatunya untuk diberikan kepada murid-muridnya. Dan ternyata, hal ini tidaklah mudah.

Misalnya saat saya mempersiapkan materi di kelas kedua, saya harus riset dahulu untuk memperkuat apa yang saya sampaikan.

Selain itu saya harus terus melakukan upgrade diri, supaya tidak ketinggalan sama muridnya. Dengan saya tahu perjuangan seorang guru membuat materi.

Maka tidak sepatutnya saya tidak menghargai para guru, baik di dalam kelas maupun luar kelas.

Maka, bagi Anda yang mungkin hingga saat ini belum bisa menghargai guru. Cobalah untuk menjadi guru dengan berbagi hal sederhana dengan orang lain. Anda akan merasakan betapa hebatnya perjuangan seorang guru.

Keempat, belajar menjadi pemimpin

Bos dan pemimpin beda. Kalau bos tinggal suruh dan tidak membina. Sedangkan pemimpin membina dan mengajak untuk sama-sama maju dan sukses.

Di kelas BBM ini saya belajar untuk menjadi pemimpin. Belajar untuk sama-sama maju dengan lainnya. Belajar untuk saling menguatkan diri menuju kesuksesan bersama-sama.

Terus juga belajar untuk mempraktikkan pengalaman berorganisasi. Mulai dari belajar untuk menata deadline, mengorganisasi peserta, hingga memotivasi mereka untuk mengerjakan tugas yang saya berikan.

Tidak mudah memang, namun itu mengasyikkan dan manfaatnya luar biasa untuk ke depannya.

Kelima, membangun kerja tim yang hebat

Saya hingga hari ini, tahu dan mengalami sendiri bagaimana kekuatan blog bekerja. Baik untuk promosi produk hingga menyebarkan gagasan-gagasan pada publik.

Beberapa kali, saya diundang sebagai blogger untuk mempromosikan acara hingga usaha. Hasilnya mereka pun senang dan merasakannya dampaknya.

Kemudian saya berpikir, kalau gerakan sosial dan usaha UKM dibantu promosi pasti dampaknya luar biasa. Minimal menebarkan virus positif bagi masyarakat lainnya dan memperlancar gerakan/usaha mereka.

Maka, inilah salah satu impian dari pembentukan kelas BBM. Kami bisa bersatu, konsisten, dan komitmen untuk berbagi kebaikan.

Untuk mewujudkan semua itu, maka diperlukan kerja tim yang hebat. Modal utamanya, saya sudah kenal mereka lama. Tinggal sekarang menyatukan visi dan misi.

Keenam, menggali ide-ide gila untuk kebermanfaatan

Saya merasa ketika saya membiasakan menulis, membaca, berkomunitas, berbagi, dan jalan-jalan. Saya akan menemukan banyak ide-ide gila bermunculan.

Ide-ide itu saya catat, rumuskan, kemudian saya coba usulkan ke komunitas. Ketika misal di komunitas tidak diterima, saya akan aplikasikan sendiri.

Alhamdulillah hingga sekarang, saya sudah menghasilkan beberapa ide yang bertransformasi menjadi gerakan.

Walaupun banyak juga ide yang berhenti di tengah jalan, dan ada juga yang berjalan hingga sekarang.

Bagi saya itu tidak masalah, apakah ide saya gagal/berhasil dalam pengaplikasiannya. Sebab nilai terpentingnya, adalah keberanian saya untuk menghasilkan, menginformasikan ide gila tersebut ke orang lain, serta mengaplikasikan menjadi sebuah kenyataan.

Soalnya—kalau yang saya tahu—kalau ide-ide tersebut tidak kita respon dan hanya dibiarkan menguap begitu saja diotak.

Kemampuan otak untuk menghasilkan ide-ide gila menjadi berkurang. Makanya kita perlu mengasah dan menghargai ide yang sudah muncul.

Selain itu juga, mumpung masih muda. Energi, daya juang, dan daya dobrak masih luar biasa.

Harapan saya, semoga kelas ini bisa menghasilkan blogger-blogger hebat yang bisa memberi manfaat bagi yang lain.

“Kelas BBM merupakan kegiatan yang sangat efektif dan edukatif. Serta menguntungkan secara kelompok maupun pribadi. Harapannya, semoga kita semua dapat maju dan berkembang bersama-sama,” papar Dewi mahasiswa Malang.

17 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here