kelas blogger sandi iswahyudi
Kelas Blogger GSKB diikuti oleh beragam profesi, mulai dari mahasiswa, guru, dosen, ibu rumah tangga, hingga manajer. Ini kami diskusi di lobi Hotel UMM Inn (Fotografer Ikko)

Kelas Blogger GSKB Lintas Profesi dari Mahasiswa-Manajer — Apa yang membuatmu semangat dan gigih menyebarkan virus ngeblog? Apa yang membuatmu membuka kelas blogger lagi? Padahal kelas BBM masih masuk tahap kedua dan itu dari enam orang, sekarang tinggal empat orang saja.

Beberapa pertanyaan di atas muncul ketika saya menulis liputan kelas Blogger GSKB yang diadakan Minggu (29/11). Kelas yang saya buka, terinspirasi dari dua anggota komunitas GSKB (Gerakan Sadar Kebaikan Buku) yang tertarik untuk belajar ngeblog, yaitu Mas Fajar dan Mbak Silvi.

Kemudian saya mengumumkan ke grup WA GSKB, dan tanggapannya cukup bagus, ada Pak Wanto, Ikko, dan Rohman yang tertarik untuk bergabung.

Setelah itu saya mengabarkan informasi di facebook kalau Minggu di lobi Hotel UMM Inn akan diadakan kelas blogger, gratis. Dari sana banyak tanggapan, dan mereka tertarik untuk ikut.

Sayangnya beberapa orang gak bisa ikut, dikarenakan ada agenda yang berbarengan. Terus yang membuat saya senang, guru SMK saya yaitu Bu Dhany tertarik untuk ikut juga.

“Assalamualaikum Sandi besok Bu Dhany bisa ikutkah? Kontribusi berapa? Di Hotel UMM Inn jam delapankah?” Pesan beliau lewat kotak masuk facebook.

Saya pun menjawab waalaikumsalam, gratis bu. Iya bu.

Setelah itu adik tingkat dari jurusan kehutanan dan ilmu dan teknologi pangan juga ikut ingin gabung.

Alhamdulillah, alhasil pertemuan kemarin diikuti oleh delapan orang dari beragam profesi. Tiga mahasiswa, dua dosen, guru, satu orang manajer dan ibu rumah tangga.

Kenapa buat kelas blogger lagi dan sebar virus blogger ngeblog? Apa tidak bosan?

Kemudian terkait pertanyaan dalam hati yang ada di atas, ada beberapa hal yang membuat saya konsisten ngeblog, dan menyebarkannya.

Pertama, ngeblog memiliki banyak manfaat

Bagi saya ngeblog aktivitas yang memiliki beragam manfaat. Baik untuk diri sendiri hingga bagi bangsa.

Saya kemarin sudah pernah menuliskan dengan judul postingan Berbagi 8 Manfaat Jadi Blogger yang Saya Rasakan dengan Booklicious Malang” dan “18 Blogger dari Berbagai Kalangan, Berbagi Manfaat, Tips-Trik Ngeblog Pada Mahasiswa Baru FPP UMM.”

Kedua, berbagi ilmu, karena hak ilmu diamalkan

Dari manfaat yang saya dapat itu, saya ingin membaginya ke yang lain. Apa saya tidak takut tersaingi? Kalau persaingan itu positif kenapa tidak?

Saya juga yakin, yang namanya rezeki semua sudah ada yang mengatur. Jadi santai saja. Selain itu, saya terus teringat oleh pesan yang ada dalam buku #NasihatDiri, hak ilmu adalah untuk diamalkan.

Jelas, ketika ilmu tidak diamalkan, iya akan minta pertanggungjawaban di hari perhitungan kelak. Toh berbagi ilmu tidak membuat kita miskin, sebaliknya kaya, minimal kaya hati dan teman.

Ketiga berbagi itu memberikan kebahagiaan

Fitrah kita adalah berkumpul dan berbagi. Maka ketika kita berbagi ilmu/kebahagiaan, kita akan dapatkan ketenangan dan kebahagiaan hidup yang tidak bisa dibeli dengan uang. Saat berbagi kebaikan, energi positif akan menyebar.

Keempat berkontribusi bagi negeri

Saat saya kuliah, saya selalu ingat perkataan para dosen dan kakak tingkat, tentang kontribusi dan tanggung jawab sebagai generasi muda.

Setelah saya renungi, ternyata lewat jalan inilah—ngeblog dan berbagi ilmu—saya bisa menjawab terkait kontribusi dan tanggung jawab generasi muda terhadap bangsa.

Mungkin bagi orang lain, langkah yang saya ambil tidak memberikan dampak yang berarti. Tapi setidaknya, itu lebih baik, daripada saya hanya mengeluh/mengkritik saja.

Apalagi setelah saya amati perkembangan dunia maya sekarang. Pengaruh dunia maya memberikan dampak yang cukup signifikan pada generasi muda.

Sehingga jika ingin berkontribusi mencetak generasi muda yang unggulan dan produktif. Salah satu caranya, mari berbagi dan sebar konten positif di dunia maya.

Langkah kecil akan berarti jika kita konsisten dan komitmen terhadap jalan yang diambil.

Sistem kelas blogger lintas profesi

Terus terkait kelas blogger sistem yang saya gunakan sepertinya masih perlu untuk diuji coba lagi.

Yang jelas sistem yang saya terapkan, 30% materi, sedangkan praktik porsinya lebih banyak. Seperti penugasan dan liputan ke lapangan bersama-sama.

Penugasan saya buat ada batas waktunya. Hal ini saya lakukan untuk melihat sejauh mana antusias, komitmen, dan konsistensi peserta.

Tapi saya pribadi optimis, kelas blogger GSKB (lintas profesi) ini bisa lebih baik daripada kelas BBM. Saya yakin sebab dalam satu kelas terdapat beragam profesi yang masing-masing orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda.

Walau memang tidak mudah menyebarkan virus literasi. Namun terpenting bagi kita yang sudah terjun di dunia literasi untuk konsisten dan selalu optimis sebar virus. Bagaimana siap berjuang sebar virus literasi pada generasi muda?

Harapan kelas blogger GSKB

Pemuda tak takut untuk mengambil risiko, dan bermimpi setinggi langit. Mereka akan bekerja keras serta komitmen mengejar mimpi mereka.

Harapan dari inisiasi saya terkait kelas blogger GSKB ini ada beberapa hal.

  1. Blogger Kota Batu dan Malang semakin menjamur dan saling sinergi satu sama lain. Saya tahu kalau di Malang ada komunitas Blogger Ngalam, namun kalau saya amati komunitasnya jarang mengadakan kegiatan. Padahal sebenarnya dengan blog, banyak hal yang bisa kita lakukan bersama untuk kebaikan banyak orang. Lewat kelas blogger ini, bisa menjadi penyubur tumbuhnya semangat ngeblog dan berjuang lewat literasi via dunia maya.
  2. Masing-masing blogger dari beragam profesi, menghasilkan konten-konten yang tidak jauh dari profesi mereka. Kemudian mereka konsisten ngeblog dan berbagi inspirasi. Konten-konten yang positif ini nanti minimal bisa sedikit mereda derasnya arus informasi di dunia maya. Kita tahu sendiri saat ini, banyak konten-konten yang sebenarnya tidak patut untuk dipublikasi dan dibaca oleh generasi muda.
  3. Esok akan terjadi kolaborasi antar profesi yang kemudian memberikan manfaat bagi sekitar. Karena memang fitrah blog adalah berbagi, seperti yang dijelaskan di postingan ini “7 Pesan dari Dua Seniman Kota Malang Untuk Blogger Se-Indonesia.”

Selanjutnya saat saya menjelaskan kemarin, saya menanyakan hal mendasar pada mereka, yaitu kenapa mereka tertarik ingin menjadi blogger dengan bergabung di kelas ini.

Ketika kita tahu jawaban dari kenapa melakukan sesuatu. Maka fokus dan komitmen akan lebih besar daripada kita tidak mengetahuinya.

Berikut alasan-alasan kenapa mereka ingin menjadi blogger

Kata mahasiswa

Dimas: “Ingin jadi blogger buat nambah pendapatan sekaligus mengembangkan diri.”

Faqih: “Wadah untuk salurkan pengalaman, hobi, catatan perjalanan, dan kajian keilmuan sesuai jurusan. Sebab banyak hal yang bisa diangkat.”

Kata dosen di Kota Malang

Mbak Silvi: “Lewat tulisan adalah salah satu cara untuk berbagi dan menginspirasi. Sebab sedekah tidak harus dengan rupiah.”

Mas Fajar: “Sejak otak-otik blog, saya bisa menuangkan keinginan saya untuk bercerita, eksis, narsis, dan pastinya memacu berpikir realistis serta kritis.

Kata guru SMKN 02 Batu

Bu Dhany: “Biar apa yang saya lakukan setiap hari, yaitu pengalaman dan tambahan pengetahuan yang saya dapatkan dari berbagai kegiatan baik pelatihan, bimtek, diklat, dll. Bisa saya tuangkan dalam bentuk catatan yang bisa meningkatkan motivasi orang lain, dan terlebih lagi mampu menginspirasi, pastinya tidak jauh dari dunia pendidikan.”

Kata manajer di pusat perbelanjaan di Kota Malang

Pak Wanto: “Tidak lebih sharing pengalaman pribadi terutama kejadian yang bisa membuat orang jadi terinspirasi dan termotivasi. Selama ini saya sering mengisi materi tentang motivasi atau menjadi trainer namun pengalaman tersebut jarang saya tulis, sehingga hanya menjadi file saja.”

Kata ibu rumah tangga

Bu Ida:  “Salurkan kegemaran menulis cerita-cerita pendek mulai zaman SMA dahulu. Serta untuk menjual produk juga.

Delapan orang dari beragam profesi, memiliki tujuan berbeda-beda untuk terjun di dunia blog. Semoga mereka konsisten dan terus komitmen.

Banyak hal hebat yang bisa dilakukan lewat ngeblog. Salah satunya menjadi aktivis media sosial yang menyebarkan konten-konten positif. Terus bagaimana menurut Anda, tertarik untuk jadi blogger atau mungkin ingin membuka kelas blogger di daerah Anda?

Yuk bagikan kisah dan gagasan Anda terkait ngeblog! Bisa dikolom komentar di bawah ini atau dipostingan blog Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here