moring cangkang kerang jajanan khas garut sandi iswahyudiSuka cimol kering yang menjadi kuliner lokal asal Garut? Tahu tidak, kalau cimol kering ternyata sudah menuju ke arah kepunahan? Dan tahu tidak, kalau cimol kering sudah go internasional? Kerenkan?

Fakta inilah yang saya temukan ketika bertemu dengan Hafizh Al Ghifary di Pameran Produksi Indonesia 2015 di Surabaya dari 6-9 Agustus.

Hafizh—sosok yang masih muda, berjiwa tinggi, dan memiliki kepedulian besar terhadap orang lain—adalah Co. Founder sekaligus pimpinan bisnis cimol kering atau biasa disebut dengan Moring Cangkang Kerang sebagai nama produknya.

Hafizh menjelaskan di stand Moring Cangkang Kerang (Moring CK) Garut, produk ini sebagai bentuk melestarikan kuliner lokal Garut, yang hampir tenggelam. Terus promosi kuliner lokal dan budaya Sunda ke kancah internasional. Makanya dalam label produk, kami sisipkan kujang sebagai senjata khas Sunda, yang dibawa oleh seorang raja.

Bedanya, Moring yang dipimpin oleh Hafizh, dikemas dengan lebih modern dan memiliki sisi unik. Modern terlihat dari kemasannya yang berwarna merah cerah dan menjolok.

Kelebihannya, kalau produk dikemas dengan warna mencolok, akan memudahkan konsumen menemukan produk tersebut.

Kemudian dengan label produk seorang raja yang bahagia dan kuat membawa senjata kujang. Bagi saya, produk yang di dalamnya membawa sejarah akan suatu daerah memiliki nilai yang tinggi.

Saya teringat perkataan Mas Awal General Manajer Indonesia Medika, di Eropa beliau pernah tahu penjual asal Indonesia, yang menjual hal-hal yang remeh. Misalnya terasi/garam asli Indonesia. Walaupun begitu, produk-produk sederhananya terjual mahal. Ternyata kuncinya, si penjual bukan menjual produk-produk tersebut, melainkan lebih pada menjual kisah yang ada di dalamnya.

Dari kisah saya di atas, bisa juga menjadi bahan masukkan oleh tim Moring CK, untuk memaksimalkan penjualan lewat strategi sejarah/kisah. Sebab di Moring CK ada beberapa hal yang bisa dijual, misal kisah produk lokal cimol kering, manfaat keberadaan usaha ini di masyarakat Garut, dan visi misi jangka panjang perusahaan.

Bagaimana rasa produknya?

Saat pertama kali ke stand dan membaca nama produknya Moring Cangkang Kerang. Hal pertama yang terbesit adalah makanan ringan yang produknya terbuat dari cangkang dan bentuknya pun demikian. Ternyata asumsi saya tidaklah salah, namun kurang tepat 😀

Yang tepat, moringnya dibentuk seperti cangkang. Sedangkan dalam bahannya, tidak ada campuran cangkang. Bahannya pun beda sama produk keripik lainnya yang terbuat dari singkong. Apalagi moring bebas dari MSG.

Moring Cangkang Kerang terbuat dari campuran tepung, kemudian diolah sedemikian rupa sehingga bentuknya menyerupai kerang dan renyah. Ketika saya lihat, moringnya tipis dan keras. Sehingga saat saya gigit, renyah.

Saat kemarin ada penjung ke stand Moring Cangkang Kerang Garut dan mencoba produknya. Mereka langsung mengira, “Ini dari singkong ya mas, soalnya renyah?”

Keren bukan? Kalau dari singkong sudah banyak yang tahu bisa renyah. Tapi kalau dari tepung? Silahkan membuktikan sendiri kerenyahan moring.

Dari segi penampilan, saya kemarin mencoba yang kemasan premium rasa sambal balado, warna moringnya merah dan ada bintik-bintik hijau. Bintik-bintik hijau itu ternyata daun jeruk, saat saya makan, ada sensasi beda dan bikin nagih. Beda sama produk sejenis—misalnya keripik—yang cuma ada rasa sambalnya aja.

Rasanya unik dan khas, alhasil dalam satu malam Moring CK sebanyak 150 gr habis terlibas oleh saya dan adik 😀

Kalau adik saya sendiri, suka sama bentuknya, terus renyah, dan pedas. Kemarin dia makan moring beberapa kali saja, sudah kepedasan. Sedangkan saya tidak, soalnya suka pedas 😀

Produknya menjamur di nasional dan ASEAN

Produk itu terus berkembang dan tidaknya, biasanya ditentukan oleh dua hal pertama inovasi produk dan pemasaran.

Dalam hal pemasaran Hafizh sudah menunjukkan kendalannya. Mahasiswa semester 7 di jurusan Hubungan Internasional Universitas Al-Azhar Indonesia ini telah memasarkannya ke berbagai tokoh nasional dan internasional.

Banyak tokoh nasional yang telah merasakan produk Moring CK dan suka. Di ASEAN pun demikian, khususnya Filipina dan Malaysia. Sedangkan nasional sementara masih di Jabodetabek, Jatim, dan Jateng, melalui reseller di kampus-kampus negeri/swasta  hingga online shop.

Moring CK bertekad kuat sukses dan bisa membangun yayasan sekolah bisnis sendiri dan 100% gratis

Walaupun saat ini dan kedepan persaingan bisnis di Indonesia semakin sengit.

Namun fakta membuktikan, ketika bisnis berjalan bukan hanya sebatas untuk mencari kekayaan. Melainkan memberi kontribusi positif bagi banyak orang terutama orang bawah. Bisa dipastikan bisnis tersebut akan sukses dan terus berkembang.

Inilah yang akan dilakukan oleh Hafizh dan tim Moring Ck, dibawah bendera CV. Move On Dynasty.

Motivasi terkuat Hafizh berbisnis, untuk membahagiakan orang tua dan memberdayakan masyarakat sekitar, khususnya menengah bawah.

Saya berbisnis ini, berangkat dari kesedihan dan kemirisan melihat masih banyak kaum menengah ke bawah di tengah-tengah ibu kota Indonesia. Khususnya di daerah bisnis dan pusat pemerintahan, yaitu Senayan, Jakarta Selatan. Oleh karena itu, sebagai pemuda saya ingin berkontribusi konkret bagi bangsa, salah satunya melalui usaha Moring CK.

“Bisnis Moring Cangkang Kerang bukan hanya untuk kekayaan tim kami. Lebih dari itu, saya sudah merencanakan jangka panjang dari perusahaan ini, untuk membangun yayasan sekolah bisnis yang 100% gratis, khususnya bagi masyarakat bawah. Ini langkah kami, untuk ikut berperan serta menghasilkan pengusaha muda Indonesia,” papar Hafizh saat saya wawancarai via WA.

CV. Move On Dynasty

Produknya Moring Cangkang Kerang

  1. Kemasan premium rasa sambal balado ukuran 150 gr Rp 20.000,-
  2. Kemasan medium rasa BBQ, ayam bakar, original, keju dan jagung bakar ukuran 100 gr Rp 10.000,-

6 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here