sandi iswahyudi travel blogger video animator“Saya ingin menjadi dosen matematika dan menjadi orang yang sukses. Dunia dan akhirat. Semoga saya bisa tinggal sama ibu dan ayah selamanya.””Saya ingin kuliah di Al-Azhar Kairo, Mesir. Menjadi orang sukses dan pergi ke baitullah bersama kedua orang tua serta keluarga.”

Inilah beberapa mimpi dari adik-adik Panti Asuhan Putri Aisyiyah Dau, Kab. Malang

Saya masih ingat saat malam terakhir sebelum UAS di SMK dahulu. “Tuliskan mimpi kalian sekarang di kertas. Apa yang kalian ingikan setelah lulus dari SMK? Tulislah dengan yakin dan harapan tinggi pada-Nya,” ucap sang trainer. Saat itu, dengan suasana yang mendukung, tanpa saya sadari air mata itu menetes. Saya menuliskan, “Saya ingin kuliah.”

Saat itu, bagi saya kuliah adalah hal mustahil yang bisa digapai. Namun, alhamdulillah saya diberikan kemudahan oleh-Nya, sehingga saya bisa kuliah hingga saat ini. Padahal saat itu, bagi saya, keluarga, dan orang-orang disekitar.

Itu adalah hal mustahil yang bisa kami lakukan. Sungguh Allah Maha Kaya dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Minggu (14/6/2015), saya melihat dua kejadian seperti di SMK dahulu. Tentang keberanian dan kekuatan bermimpi dalam sebuah tindakan sederhana.

Namun berdampak luar biasa bagi diri.  Kejadian pertama, saat sekitar 15-an adik-adik Panti Asuhan Putri Aisyiyah Dau, Kab. Malang dari TK-SMA, menerbangkan impian dengan balon.

Adik-adik tuliskan mimpi-mimpi kalian, disecarik kertas, kemudian tempelkan dibalon. Jika sudah semua, jangan buru-buru dilepas balonnya! Nanti kita lepaskan sama-sama dengan aba-aba dari kakak, ucap Agus Setiawan memandu adik-adik panti.

Kejadian kedua, saat adik-adik panti, diajak untuk menuliskan mimpi-mimpi mereka di satu poster bergambar pohon. Agus menamainya pohon impian, mereka pun berganti satu persatu menuliskan mimpinya didahan pohon.

Setelah itu, jika semua adik-adik panti sudah selesai. Pohon impian ditaruh di tempat yang mudah dan sering terlewati.

Sehingga setiap harinya mereka akan termotivasi untuk meraih impiannya. Selain itu, proses semacam ini, menjadi dorongan buat mereka, untuk berani mengutarakan mimpi pada orang lain. Serta saling mendorong satu sama lain, untuk meraih impian masing-masing.

Dua hal di atas walaupun esensinya sama, yaitu tentang keberanian bermimpi dan meraihnya. Namun memiliki makna yang berbeda. Balon impian, bermakna, impian yang sederhana/tinggi, kemudian diiringi dengan kerja keras, tekad, dan doa. Maka impian itu akan terwujud. Oleh karena itu, jangan takut untuk bermimpi, bermimpilah setinggi langit!

Selain itu, juga memberikan semacam stimulus pada adik-adik panti bahwa mereka bisa menjadi seperti balon—terbang tinggi dan bebas. Artinya mereka bisa mencapai mimpi tersebut!

Sedangkan pohon impian, bermakna, impian harus ditulis, dibaca tiap hari, dan dibagikan pada orang lain. Agar mimpi tersebut masuk di otak bawah sadar. Impian yang dibagikan pada orang lain, memiki kesempatan besar, untuk didukung mencapainya. Hal yang luar biasa bukan? Memotivasi adik-adik panti asuhan untuk mereka berani bermimpi dan mewujudkannya. Inilah yang dilakukan oleh Komunitas Fitrah Malang.

Fitrah itu kembali pada kesucian. Jadi kami berharap dengan aktif terlibat di komunitas ini, sisi negatif kami sebagai manusia, diganti dengan sisi positif. Sehingga kami menjadi generasi yang bermanfaat bagi orang lain,” ucap Agus Ketua Komunitas Fitrah Malang.

Komunitas yang baru terbentuk awal 2015, dengan anggota yang menyebar dibeberapa kampus di Malang. Fitrah merupakan komunitas sosial yang bergerak di pendidikan, kesehatan, tanggap bencana, yatim piatu, fakir miskin, pendidikan dan pelatihan. Saat saya pertama kali ikut—Minggu (14/6/2015)—saya melihat komunitas ini luar biasa.

Penggerak komunitas pemuda-pemudi semua, mereka peduli pada orang lain, dan poin pentingnya sistemnya relawan. Tahukan relawan itu seperti apa? Tidak dibayar dalam bentuk materi, bahkan biasanya mengeluarkan uang dari kantong sendiri. Poros kerelawanan adalah ketulusan, pengorbanan, dan keikhlasan. Ikatan yang memperkuat adalah, satu rasa, visi, dan misi.

Namun tentu, manfaat relawan luar biasa, minimal keberkahan dan kemudahan dalam menjalani hidup akan didapat. Apalagi bagi mereka yang beragama Islam, mereka akan mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat.

Melihat komunitas semacam ini, membuang stereotip yang ada, bahwa generasi muda saat ini hedonis, pragmatis, dan apatis. Harapan saya, semoga Komunitas Fitrah Malang, tetap konsisten dan berlanjut. Kemudian banyak generasi muda yang terlibat serta kedepannya semakin berkembang. Sebab, masih banyak saudara-saudara kita di daerah lain, yang membutuhkan bantuan dan dukungan.

Bagaimana denganmu? Apakah kamu tertarik untuk bergabung/mendukung komunitas ini? Atau mungkin kamu juga aktif di komunitas sejenis? Yuk bagi kisahnya! Agar banyak generasi muda yang tahu, terinspirasi, kemudian terlibat membangun Indonesia.

Lewat aktivitas ini, saya jadi menyadari perlunya kita melihat sisi lain kehidupan. Agar kita menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam segala hal. Terima kasih adik-adik panti dan Komunitas Fitrah Malang, saya belajar banyak hal dari kalian semua.

11 KOMENTAR

  1. subhanallah.. ketika yang lain sibuk dengan urusan dan mimpi masing2, ada kalian yang begitu tulus peduli dengan mereka yang juga butuh untuk diajak bermimpi dan bersama saling mendukung untuk mewujudkannya.. semoga tetap istiqomah dalam kebaikan ya ^_^

  2. Karena Niat baik selalu punya jalan.
    Karena niat baik selalu punya rumah.
    Semoga komunitas fitrah bisa jadi jalan sekaligus rumah untuk niat-niat baik.
    Dan karena kebaikan harus juga dijemput, kemudian dibagikan. Semoga selalu menjadi kebaikan. Kebaikan yang ditemukan orang-orang.
    Menangkan!

    Nb: hai Mas Sandi. Terimakasih sudah berbagi. Saya teruskan untuk membaginya, ya? ^^

  3. Alhamdulillah terimakasih tulisannya mas Sandy….semoga bermanfaat lebih bagi pembacanya…terus menginspirasi bagi siapapun 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here