ngeblog dan video animasi sandi iswahyudiLika-liku Belajar Ngeblog dari 2014 Sampai Memiliki 3 Blog — Pohon besar di samping rumah, awalnya berasal dari bibit. Dia tumbuh dan berkembang. Saya juga ingin terus berkembang di mana pun berada.

Salah satu cara saya terus berkembang dengan terjun menjadi blogger. Profesi yang awalnya saya kenal dari teman pada 2014. Kemudian mulai fokus 2015. Hingga kini, ngeblog membuat saya haus untuk terus belajar dan berkembang.

Tahap belajar 2014

Pada akhir 2014, saya belajar membuat blog, memasang widget, membuat postingan menarik, dan promosi lewat sosial media ala kadarnya. Pada tahun ini, saya membuat konten campuran, mulai dari puisi, resensi buku, opini, dan pengalaman hidup. Nama domainnya juga tidak menjual.

Padahal seharusnya nama domainkan, minimal harus ITU (Ingat, Tulis, dan Ucap). Yaitu mudah diingat, ditulis, dan diucap. Selain itu dari segi niatan, hanya sebatas eksistensi dan mendokumentasikan buku-buku yang sudah diresensi, serta tulisan yang terbit di media online-offline.

Hasilnya, cuma beberapa orang saja yang singgah dan komentar diblog. Seringnya yang komentar teman satu komunitas, hehe.

Ini blog pertama saya, iswahyudi779.wordpress.com. Silakan mampir, jika ingin membaca puisi-puisi saya :).

Tahap belajar pertama, 2015

Mei 2015 saya memutuskan membuat blog dengan domain sendiri. Alasannya simpel, saat dikampus, saya dihina sama teman. Soalnya masih gunakan blog gratisan.

Mei 2015 saya belajar bagaimana membeli domain langsung dari wordpress.com sebesar $18. Membayarnya dari paypal. Untung saja, saat itu saya sudah memiliki paypal lebih dari $50. Hasil dari bekerja tiga bulan menjadi penulis konten di chripstory.com.

Kalau misal belum punya paypal, jelas saya tidak bisa membuat blog domain sendiri dalam satu hari. Soalnya verifikasi akun paypal tidak bisa satu hari.

Setelah punya domain sendiri, kemudian memilih tema satu-satu dengan sabar sesuai dengan hati. Saya memilih tema yang model magazine yang slide. Jadi artikel pilihan bisa di depan dan berganti-ganti.

Saya instal tema, ternyata tidak seperti aslinya. Apa yang terjadi? Saya cari di google, alhamdulillah ada blogger yang bahas. Baca tutorialnya, dan penampakan tema sesuai keinginan.

Tahap berikutnya saya membuat isinya. Kategori dan halamannya apa saja. Saya mencari referensi dengan membaca blog dari blogger yang berpengalaman. Ternyata halaman yang harus ada minimal, kontak, portofolio, dan tentang blog/penulis.

Setelah tampilan ok, saya perlahan-lahan mempelajari cara optimasi blog dan artikel supaya bisa masuk ke halaman satu google. Di langkah ini, saya bingung, soalnya belajarnya di google. Belajarnya lewat blog/website, ada juga yang beli ebook.

Jika sudah di tengah perjalanan, sayang untuk menyerah. Sebab kita sudah investasi banyak hal. Solusinya satu, terus maju.

Saya pelajari dua materi di atas, soalnya penting banget, supaya masuk di halaman satu. Kemudian blog saya supaya dikenal oleh banyak orang.

Alhamdulillah dengan mempelajari ini. Salah satu hasilnya, saya diundang ke Kalimantan untuk menjadi pemateri di Universitas Mulawarman.

Pelajaran yang dapat saya ambil dari sini, menikmati proses, terus maju, dan fokus. Terpenting lagi, saat malas melanda, mengingat investasi yang telah dilakukan.

Terus, sebenarnya di google sudah ada semua. Tinggal kita sabar mencari dan menyesuaikan dengan kondisi yang sedang dihadapi.

Tahap belajar kedua, 2015

Jika niatan blog bukan sekadar eksis dan tempat curhat. Maka kemampuan selanjutnya yang harus dimiliki teknik mengemas dan mempromosikan blog.

Setelah teknis saya pelajari, langkah selanjutnya belajar tentang cara mengemas konten, blog, dan mempromosikannya ke yang lain. Saya pelajari lagi dari beberapa blog, dan tanya ke beberapa blogger yang telah berpengalaman.

Ada blogger yang memberi tahu jawabannya dengan rinci, ada juga yang tidak. Saya promosikan blog lewat sosial media dan email. Mengirim email ke restoran, perusahaan, dan hotel untuk kerja sama. Alhamdulillah diterima, tapi lebih banyak ditolak, hehe.

Kalau ditolak, artinya belum menemukan yang tepat. Terus lakukan penawaran, sampai menemukan yang tepat. Tahap kedua ini, semua akun sosmed saya kasih informasi singkat tentang blog sandibrand.com.

Tahap belajar ketiga, akhir 2015

Akhir tahun, saya mendapatkan informasi, jika sebaiknya blog membahas topik khusus. Manfaatnya, selain bisa maksimal, pembaca tertarget, dan disenangi oleh beberapa brand.

Akhirnya setelah saya pelajari dan gali dalam diri. Saya suka jalan-jalan, dan ingin merekamnya lewat blog. Maka lahirlah mbolang.com. harapannya lewat ini, saya bisa keliling Indonesia-dunia. Apakah bisa? Pasti bisa 🙂 Soalnya menulis mempercepat mimpi.

Proses pemilihan nama mbolang.com bukan satu, dua hari saja. Melainkan sekitar tiga sampai empat hari. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, bahwa nama sebaiknya yang ITU (Ingat, Tulis, dan Ucap). Kalau sudah sesuai ITU, blog akan mudah untuk diingat oleh pembaca dan brand.

Di sini saya belajar untuk mengikuti insting dan menggali passion. Kalau dibidang konten, saya belajar untuk hasilkan foto yang bagus. Alhamdulillah pada tahun ini, saya mulai bisa hasilkan foto bagus, walau hanya lewat kamera smartphone.

Saya gunakan Zenfone Selfie, yang memiliki kualitas kamera depan dan belakang 13 MP.

Tahap belajar, 2016

Memiliki dua blog, dan fokus di dalamnya. Menjadikan saya lebih peka menangkap peluang, haus belajar, pentingnya sinergi, dan kolaborasi. Kemudian mengerti kenapa saat ini perlu penyeimbangan antara online dan offline diberbagai lini.

Melihat hal itu kemudian tercetus untuk membuat website khusus daerah. Ide awal yang tercetus tentang Kota Batu. Sebab website yang membahas tentang Kota Batu masih sedikit.

Sebelum saya eksekusi, saya bercerita tentang ide ke beberapa teman. Apakah idenya bagus/kurang. Baik teman yang berprofesi sebagai wartawan, dosen, dan profesional. Kesimpulan yang saya dapatkan, sebaiknya jangan berhenti di Kota Batu, melainkan luas Malang Raya.

Sebab cakupan konten, pembaca, hingga iklan yang akan terjaring lebih luas. Akhirnya namanya jatuh pada zonamalangraya.com.

Pemilihan nama sudah saya petakan sebelumnya. Berapa website yang membahas tentang khusus Malang Raya, bagaimana keaktifannya, konten, serta visi misinya.

Pembuatan website khusus Malang Raya juga berasal dari insting untuk terus berkembang, berkontribusi, sinergi, dan kolaborasi. Walau masih mahasiswa, dan pemasukkan belum banyak. Saya tetap berani untuk membuatnya.

Saya pikir, mumpung masih muda, belum begitu sibuk, dan memiliki passion. Di tahap ini saya sinergi dan kolaborasi dengan teman, komunitas, dan masyarakat luas. Kalau untuk tim di website, saya memiliki tiga orang.

Harapan pembuatan website ini bisa berkontribusi, sinergi, kolaborasi, dan tentu menjadi sumber pemasukan, baik bagi saya serta tim.

Ilmu dan mengejar passion adalah salah satu investasi yang perlu dikejar.

Saat ini berarti saya memiliki tiga blog: sandibrand.com, mbolang.com, dan zonamalangraya.com, yang masuk dalam lingkup Sandibrand Corp. Sebuah perusahaan yang saya impikan, menaungi jaringan blog-blog saya, serta menyediakan jasa dibidang kepenulisan, trainer-online marketing.

Hal yang harus saya pelajari terus tanpa henti, adalah terkait motivasi, nilai, kontribusi, dan konsistensi. Apakah blog yang sudah saya buat akan memberikan manfaat untuk saya dan orang lain? Apakah akan memberikan inspirasi pada banyak orang, khususnya anak muda?

Atau tiga blog itu sekadar eksistensi, dan mengejar prestise semata? Yang jelas, menulis adalah bekerja untuk keabadian, bukan untuk 10-20 tahun saja, melainkan selamanya.

Ir. Sukarno berkata, “Gantungkan cita-citamu setinggi langit! Bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang.”

Hikmah terjun di dunia blog

Berikut tiga pelajaran penting yang saya dapat hingga hari ini dengan terjun di dunia blog.

  1. Mengikuti insting dan mengasah passion. Jika misal ada dari Anda yang sampai saat ini, masih belum menemukan passion. Maka coba fokuslah pada satu pekerjaan. Jika pekerjaan itu rela membuat Anda untuk mengerjakan dengan hati, walau tidak dibayar. Rela untuk belajar lebih banyak lagi untuk mendalamaninya. Rela berkenalan dengan orang untuk sinergi dan kolaborasi. Serta rela untuk berkontribusi bagi orang lain. Maka bisa jadi itu adalah passion
  2. Teruslah maju, jika mundur Anda rugi. Jadi pilihan bijaknya, maju terus. Bisa dibilang sampai saat ini saya sudah mengalami beberapa kegagalan. Belum lagi rasa malas yang menyerang. Jika itu terjadi, saya akan berdiam diri dan melakukan evaluasi. Semangat, optimisme, dan fokus kembali bangkit. Karena jika saya mundur, saya rugi besar: membuang waktu, tenaga, dan uang.
  3. Temukan kuncinya. Jika Anda sudah menemukan kunci kenapa suka pada sesuatu. Maka Anda akan bersedia belajar dari awal, bertanya, dan mendalaminya. Anda juga akan menjadi orang yang tidak mudah menyerah dan pandai menangkap peluang. Itulah yang saya rasakan ketika jatuh cinta pada dunia blog.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here