6 Trik yang Saya Gunakan Saat Menjadi Pemateri di Universitas Mulawarman, Samarinda — Saya menawarkan untuk kesediaannya saudara Sandi Iswahyudi menjadi pemateri Seminar Branding dengan tema, “Bagaimana Membangun Branding Lewat Tulisan” yang nantinya akan diadakan pada 23 Oktober 2015, di Universitas Mulawarman.

Itulah inti email yang saya terima dari Amaliah Aisyah Rakhmi Penanggungjawab Seminar Branding Mulawarman Festival.

Awalnya saya tidak percaya, dengan email tersebut, tahu dari mana mereka tentang diri saya.

Akhirnya saya membalas dengan dua pertanyaan mendasar, pertama apa indikator panitia memilih saya menjadi pemateri. Kedua panitia mengetahui saya lewat mana, rekomendasi teman atau blog?

Amalia menjawab, kalau dia melihat dari blog saya sandibrand.com, kemudian membaca lebih lanjut diportofolio.

“Melihat portofolio saudara saya berpikir bahwa Anda memiliki kapabilitas untuk menjadi pemateri di acara kami,” papar Amalia lewat perbincangan melalui email.

Saya kemudian mengiyakan kesempatan ini. Selain sebagai ajang untuk melebarkan sayap dan berbagi. Juga kesempatan untuk jalan-jalan ke Samarinda, Kalimantan Timur sambil berkolaborasi dengan mereka.

Persiapan sebelum pemberangkatan

Suksesnya dalam suatu acara bukan hanya ditentukan dengan persiapan fisik namun juga batin.

Begitu juga ketika saya mempersiapkan diri untuk menjadi pemateri di acara Seminar Branding Universitas Mulawarman.

Saya persiapkan materi, selama beberapa hari. Mengumpulkan dokumentasi karya baik yang ada di blog dan di laptop. Kemudian memperkuat data baik dari para profesional dibidangnya dan dari buku.

Saya persiapkan baik-baik semua itu. Setelah itu, dari segi penyampaian saya berlatih beberapa kali supaya lebih maksimal.

Saya juga tukar pengalaman dengan Mas Mei—wirausaha asal Pujon—tentang trik-trik menyampaikan materi yang menyenangkan dan membuat peserta menerima apa yang disampaikan.

Selain itu, persiapan batin juga saya maksimalkan. Saya mohon doa restu pada kedua orang tua, agar dilancarkan serta sukses.

Tak lupa, secara pribadi saya menyakinkan diri bahwa saya bisa dan mampu.

BACA JUGA: 5 Romantika Perjalanan Dari Batu-Samarinda, Menjadi Pembicara di Universitas Mulawarman 

Berbekal itu semua, saya siap berangkat ke Universitas Mulawarman (UNMUL), Samarinda, Kalimantan Timur.

Saat acara berlangsung

Saat saya mengisi materi kemarin disesi ketiga, saya menilai penampilan saya berhasil. Peserta antusias dan ingin membangun brand personal dan organisasi mereka.

Menurut saya ada enam trik yang membuat penampilan saya lancar dan diterima dengan baik oleh peserta dan panitia.

Berikut enam triknya, semoga memberi manfaat bagi Anda yang nanti akan menjadi pemateri atau pembicara.

Trik pertama, datang lebih awal dan melakukan perjanjian

Trik yang saya baca dari buku public speaking dan pengalaman dari mereka yang biasa mengisi materi adalah, usahakan datang lebih awal agar kita bisa melihat panggung dan kondisi peserta.

Saya juga menerapkan, kemarin sebenarnya saya jadwal ketiga setelah shalat Jumat. Namun saya datang pukul 10.00 WITA untuk melihat gaya penyampaian pemateri dan kondisi peserta.

Trik seperti ini, membuat saya lebih percaya diri, dan tahu bagaimana caranya nanti saya beda dari pemateri sebelumnya.

Maka saat saya mengisi materi, saya menampilkan diri menjadi sosok yang ramah, murah senyum, dan menyenangkan.

Kemudian pada slide pertama saya juga sudah melakukan perjanjian sederhana, bahwa saya akan interaktif dan harapannya peserta pun juga demikian.

Tujuannya interaktif, agar peserta selain mendapatkan kenyamanan dan tidak tegang, saya juga bisa menggali informasi dari mereka.

Trik kedua, mendahulukan slide tentang manfaat, baru keilmuan

PEMATERI SANDI ISWAHYUDI
Menjadi pemateri di hadapan para organisasi yang dinaungi oleh BEM KM UNMUL

Saya memikirkan trik kedua ini, sudah jauh-jauh hari. Dikarenakan saya baca di TOR, saya pemateri ketiga, sehingga kalau materi saya monoton, pasti peserta akan mengantuk dan tidak tertarik.

Padahal informasi yang saya sampaikan di slide semua bermanfaat. Saya menggabungkan antara pengalaman pribadi, para profesional, dan studi pustaka.

Alhasil gaya slide, saya ubah, dari yang biasanya yaitu keilmuan baru ke sesi manfaat. Menjadi sesi manfaat baru ke sesi keilmuan di belakang.

Tujuan pengubahan gaya slide, supaya peserta tahu dan tertarik dahulu betapa pentingnya materi yang saya sampaikan.

Setelah mereka tahu dan saya buka wawasannya, baru saya masuk ke sesi materi inti. Mereka pun antusias mengikuti setiap materi yang saya sampaikan.

Hal ini terlihat dari anggukan kepala dan sorot mata mereka pada saya.

Sebab saat menit-menit awal, mereka sudah terbius dengan manfaat jangka pendek dan panjang materi ini.

Contohnya seperti, manfaat organisasi yang menerapkan branding; organisasi tersebut mudah dikenal, menginspirasi hingga mendapatkan berbagai kerja sama/lainnya.

Sedangkan dari sisi personalnya, akan mendapatkan pekerjaan sebelum lulus, dikenal-memiliki banyak jaringan/relasi, mendapatkan banyak kesempatan luar biasa, merasakan makan, jalan-jalan, dan tidur di hotel gratis, serta kerja sama dengan brand-brand terkenal.

Trik ketiga, mengajak mereka untuk berpikir dan mengatakan iya untuk menyetujui pesan kita

Trik ketiga saya coba terapkan juga di Seminar Branding. Sebab panitia, bertujuan akan mengadakan tindak lanjut dari seminar ini.

Yaitu peserta yang hadir akan dimasukkan ke grup online, untuk nantinya menerapkan materi tentang branding yang sudah didapatkan: baik itu tulisan, desain/video.

Trik ini sendiri saya dapatkan ketika aktif dibeberapa organisasi. Kemudian saya juga suka berdiskusi dengan banyak orang. Dari situ saya tahu, bahwa kebanyakan dari lawan bicara saya, suka ketika mereka diajak untuk berpikir juga.

Kemudian saya kemas agar saat mereka berpikir akhirnya mengatakan iya sesuai keinginan saya. Trik ini saya dapatkan dan dalami melalui teknik copy writing.

Yaitu teknik persuasif pembaca lewat tulisan, sehingga mereka mengatakan iya dengan apa yang kita instruksikan.

Walaupun saya masih harus mendalami lagi teknik tersebut, namun terbukti mampu menghipnotis peserta agar mereka mau.

Trik keempat, bahasa tubuh

Berbicara bukan hanya sekadar berucap untuk menyampaikan informasi. Pembicara harus melengkapinya dengan bahasa tubuh, supaya informasi yang disampaikan diterima oleh peserta dengan baik.

Trik ini saya dapatkan dari memperhatikan para pembicara baik di online dan offline. Mereka menyampaikan informasi disinergikan dengan bahasa tubuh.

Sehingga informasi tersebut diterima oleh peserta dengan baik.

Saya mempelajari teknik ini, sejak aktif di organisasi. Setiap saya menyampaikan pendapat, pasti bahasa tubuh itu akan mengikuti, baik itu tangan, ekspresi wajah, atau kedua-duanya.

Soalnya kalau berbicara tanpa bahasa tubuh, informasi tersebut datar dan sulit diterima oleh peserta.

Walaupun bahasa tubuh itu penting, tapi tetap jangan sampai berlebihan ya, sesuaikan saja!

Trik kelima, intonasi suara

Mas sebenarnya, samean itu sudah bagus menjadi pemateri. Namun, yang harus ditingkatkan lagi kemampuan intonasi suara mas. Jadi dalam hal penekanan untuk informasi yang penting, mas yang masih kurang,ucap Mas Mei saat kami bincang-bincang santai di depan Toko Buku UMM sebelum saya berangkat ke Kalimantan Timur.

Memang saya merasa di sisi ini, saya harus meningkatkan lagi. Cara yang saya lakukan dengan membiasakan berbicara dengan orang lain dengan memberi penekanan pada pesan yang penting.

Kalau saya perhatikan juga beberapa pemateri, mereka juga memberi penekanan untuk membuat peserta tetap fokus ke depan.

Terus kalau saya perhatikan saat berbicara di depan seluruh aktivis mahasiswa yang ada di Universitas Mulawarman kemarin, beberapa sisi sudah saya beri penekanan.

Tinggal kedepann, harus dimaksimalkan lagi. Jadi terus belajar dan belajar.

Trik keenam, meminta pendapat dari peserta dan panitia terkait penampilan saya

Di ilmu yang saya pelajari yaitu ilmu dan teknologi pangan, tentang manajemen keamanan pangan.

Disalah satu bab, menjelaskan ada sesi untuk meminta pendapat kepada konsumen. Sehingga perusahaan akan mengetahui apa kelebihan produknya, dan keinginan konsumen.

Sistem seperti ini, membuat konsumen semakin dekat dengan perusahaan, sedangkan perusahaan akan terus maju dan berkembang.

Sistem seperti ini juga saya terapkan untuk kerja sama yang saya lakukan di bawah bendera sandibrand.com.

Saya selalu meminta pendapat mereka tentang pelayanan dan kerja yang saya lakukan. Melalui cara semacam ini saya jadi tahu apa kelebihan dan kekurangan saya. Selain itu saya juga semakin dekat dengan mereka.

Kemarin setelah selesai acara, saya bertanya kepada Diana salah satu peserta dari Lembaga Pers Mahasiswa Sketsa UNMUL dan Amalia sebagai penanggungjawab Seminar Branding Mulawarman Festival, terkait tanggapan mereka tentang penampilan saya dan apa yang didapatkan.

Kata Diana aktivis Lembaga Pers Mahasiswa Sketsa UNMUL,

“Penyampaian materi sudah baik, dapat diterima dan menarik perhatian. Tidak muluk-muluk dan nyata membuka wawasan. Saya mendapatkan inspirasi penuh untuk bisa menulis dengan rasa tertantang dan ingin belajar bermain di dunia blog.”

Sedangkan Amalia, penanggungjawab Seminar Branding mengatakan,

“Bagus dan memuaskan. Peserta antusias mendengarkan materi dan menginginkan follow up dari acara yang diselenggarakan.”

Alhamdulillah dengan keenam trik yang saya lakukan seperti ini, saya bisa menyampaikan materi dengan baik dan bisa diterima oleh peserta dan panitia pun suka.

Saya pun juga berharap, agar tindak lanjut dari acara ini tetap berlangsung. Tentu saya siap mendukung.

Bagi saya, kesuksesan acara terutama terkait kepenulisan, bukan dari berapa banyak peserta yang hadir. Namun, berapa banyak peserta yang terjun di dunia kepenulisan.

Semoga lewat langkah awal ini, saya mendapatkan kesempatan yang lebih banyak lagi untuk berbagi di kampus-kampus/daerah lainnya di seluruh Indonesia.

Terima kasih saya ucapkan kepada BEM KM UNMUL karena telah memberi kesempatan pada saya untuk berbagi terkait, bagaimana membangun branding lewat kepenulisan kepada seluruh lembaga kemahasiswaan yang dinaungi BEM.

Terakhir, saya tunggu kabar selanjutnya dari acara ini ya. Semoga tahun berikutnya, saya bisa berbagi di kampus yang megah dan luas ini.

26 KOMENTAR

  1. Hmmmm saya membca sambil berpikir wow kapan saya bisa seperti Mas Sandi?
    Tapi e tapi.. saya ini orangnya agak grogian, apalagi klo berbicara di depan umum… duh bisa keder duluan….
    Tapi trik-triknya bermanfaat banget 😀
    Semoga besok sya bsa menginguti jejak Mas Sandi jadi public speaker amin. 🙂

  2. Hmmm kalau saya sih untuk berbicara di depan umum bisa tapi yang jadi masalah biasanya saya kurang menguasai materi, btw yang ane sebut umum di sini cuman lingkungan sekolah. Overall, cukup memotivasi mas. 🙂

  3. Keren bgt kakak. Ada ice breaking gak sih? Kan klo materi terakhir enakny pake ice breaking . Biar pecahh n peserta jatuh cinta dulu sama pemateri g2. klo kmi para guru, biasanya pas ngajar ajak teman buat videokan penampilan… biar kita bisa evaluasi dimana kurangnya kita gitu dr videonya.
    /
    Terima kasih sudah ditag artikelnya. Ilmunya insha Allah bermanfaat buat saya n yg lainnya. Aaamin 🙂 🙂

    • Saya pernah seperti itu mas. Kalau yang saya lakukan, saya akan tulisan poin-poin yang ingin saya sampaikan ke kertas. Hal ini sangat membantu saya untuk tidak blank. Terus mas juga harus dibiasakan bicara di depan umum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here