forum indonesia muda sandi iswahyudi
Septi Peni Wulandani, peraih penghargaan ibu teladan versi Majalah Ummi 2004. Pemilik website ibuprofesional.com (Sumber: IG FIMnews)

“Tetapkan kualitas diri kita, sampai nanti bertemu dengan yang selaras. Yakinlah Allah akan memberikan jodoh seperti kualitas kita,” ucap Septi Peni Wulandani, peraih penghargaan ibu teladan versi Majalah Ummi 2004. Pemilik website ibuprofesional.com.

Selasa sore (17/5/2016), menjadi salah satu materi yang dinanti-nanti oleh peserta pelatihan BLFIM. Antusias peserta luar biasa, tepukan tangan, tawa, dan canda mengiringi sore yang syahdu.

Materi yang disampaikan tentang self empower dengan kemasan kekuatan diri untuk raih masa depan dan pasangan hidup.

Berhubung peserta BLFIM masih banyak yang belum nikah, jadi seru banget, hehe…

Berikut beberapa rangkuman yang saya dapat saat beliau menyampaikan materi, semoga bermanfaat bagi saya dan Anda.

Pertama satu tahun satu ide.

Bu Septi dan keluarga tiap tahun selalu membuat target satu tahun satu ide. Tujuannya supaya hari ini lebih baik dari hari kemarin. Ketika di keluarga tersistem seperti ini, jelas keluarga akan terus berkembang dengan pencapaian yang luar biasa.

Ini bisa saya contoh untuk ke depannya    

Kedua keluarga sangat menentukan

Jika seorang ayah korupsi/bertindak melakukan kejahatan maka lihatlah keluarganya. Jika seorang ayah/ibu melakukan sesutu hal positif, maka lihat juga keluarganya.

Keluarga sangat menentukan, baik buruknya seseorang. Sebab ia menjadi lingkungan pertama dan utama.

Maka mari kita ciptakan keluarga yang positif dan selalu dekat padaNya. Kebiasan yang bisa dilakukan, misalnya tiap hari mengadakan diskusi hingga siraman rohani kepada keluarga besar.

Ketiga pelajari sunnah rasul seperti kuda, berenang, dan memanah

Hingga saat ini, saya telah bertemu dengan banyak orang-orang sukses. Kesimpulan yang saya dapatkan, mereka memiliki spiritual yang luar biasa.

Seperti Bu Septi, sejak kecil telah mengajarkan pada anak-anaknya untuk berkuda, memanah, dan berenang. Tiga hal yang sejatinya Rosulullah telah ajarkan.

Esok saya juga akan biasakan pada keluarga segala hal yang Rosul lakukan.

Dalam Al-Qur’an dijelaskan, bahwa Rasul adalah suri teladan, dan beliau menjadi tokoh urutan nomor satu paling berpengaruh di dunia.

Keempat inovasi tiap hari

Jika ingin menjadi orang hebat, kreatif, dan inovatif, lihatlah lingkungan Anda berada.

Bu Septi dan keluarga selalu membentuk lingkungan yang tiap harinya harus ada inovasi. Dampaknya otak akan selalu terbiasa menghasilkan hal-hal yang berbau kreatif dan inovatif.

Kelima pantaskan diri, Allah akan persiapkan yang terbaik

Poin ini cocok bagi saya dan peserta lainnya yang masih dalam tahap pencarian pasangan hidup. Beliau menyampaikan, tak perlu risau/galau. Terpenting pantaskan diri, Allah akan persiapkan yang terbaik.

Ust. Yusuf Mansyur juga berpesan, jika ingin jodoh yang baik, maka selain kita terus pantaskan diri, juga tingkatkan ibadah. Seperti sedekah, shalat wajib berjamaah, shalat dhuha, dan tahajud tiap harinya.

Keenam sungguh-sungguh dalam mengejar passion, guru nanti akan datang

“Kalau Anda punya passion, kejarlah dengan bersungguh-sungguh, guru nanti akan datang dengan sendirinya,” Pesan yang saya ingat dari Bu Septi.

Saya sendiri sepakat akan hal ini. Ketika saya bersungguh-sungguh mendalami blog, video animasi, socialpreneur, dan keinginan untuk keliling Indonesia.

Secara tidak sadar saya telah bertemu dengan orang-orang dengan passion dan mimpi yang sama. Selain menjadi teman, mereka juga mengajarkan banyak hal pada diri saya.

Ketujuh spiritual kuat

Dalam buku orang-orang berpengaruh dunia, ternyata mereka yang menempati nomor satu sampai lima adalah mereka yang memiliki spiritual kuat. Hal ini membuktikan jika kita bertumpu pada spiritual, maka akan dapatkan hal-hal yang luar biasa diluar nalar manusia.

Saya pun telah buktikan hal ini, bahkan sudah bertemu langsung dengan mereka yang memiliki spirtual bagus. Ketika kita yakin dengan keberadaan Tuhan dan beribadah padaNya. Maka kekuatan tak terbatas akan kita dapatkan. Keberkahan hidup akan kita rasakan juga.

Kedelapan terus berkembang

Poin terpenting yang saya dapatkan dari Bu Septi, adalah keinginannya menjadi ibu yang terus berkembang. Kemudian didukung suami, menjadikan beliau bisa bekerja dan mendidik anak dari rumah.

Hal-hal hebat pun terlahir dari proses ini. Prestasi baik atas nama pribadi/anak Bu Septi telah dihasilkan. Hem… luar biasa bukan.

Sesuai dengan perkataan Ippho Santosa dalam buku-bukunya, salah satunya Keajaiban Rezeki, yaitu: ketika suami dan istri sama-sama memilki mimpi yang sama, maka Allah yang akan memudahkan dan melancarkan rezeki keluarga tersebut. Apalagi jika didukung dengan doa dan ridho kedua orang tua.

Rezeki akan mengalir tanpa disangka-sangka.

Kesembilan, kebiasaan 90 hari

Hal baik sulit dikerjakan jika tidak biasa. Kalau sudah biasa, mudah dikerjakan walau dalam keadaan sempit.

Bu Septi awalnya juga sulit untuk biasakan berpakaian kerja seperti di kantor ketika di rumah. Namun hal ini bisa dilakukannya dengan membiasakan diri selama 90 hari.

Menurutnya jika perbuatan yang masih baru, dilakukan konsisten selama 90 hari. Maka akan menjadi kebiasaan.

Pertemuan dengan Bu Septi membuat pemahaman saya semakin meluas. Lewat pertemuan ini, ada beberapa hal yang perlu untuk saya lakukan. Tentang visi misi hidup. Kemana nanti keluarga akan saya arahkan dan bawa. Serta peningkatan diri terus menerus dengan berpegang teguh pada Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu serta rasulNya.

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here