Resep Ibu: Cara Mudah Membuat Krengseng Kambing Ala Anak Kost/Kontrakan

krengseng kambing

Masakan krengseng kambing karya saya, atas arahan dari ibu. Enak disantap saat hangat dengan rasa yang pedas (Dok. Pribadi)

Idul Adha mendapatkan daging kurban merupakan berkah. Tapi bisa jadi bencana kalau Anda tidak bisa mengolahnya.

Seperti itulah yang saya rasakan kemarin (Kamis, 24/9/2015) saat mendapatkan dua buah daging kurban. Masing-masing daging kurban, saya perkirakan beratnya 1 kg. Satu daging kurban untuk keluarga saya, sedangkan lainnya diperuntukkan buat Cak Ngadi—Paklek saya.

Berhubung Cak Ngadi tidak ada di rumah karena sedang bepergian. Akhirnya dagingnya oleh panitia dititipkan di rumah saya.

Alhasil 2 kg daging kambing kurban berplastik putih di rumah saya. Terus sama Cak Ngadi saya juga sudah dapat izin untuk mengolahnya saja. Saat itu saya tidak langsung mengolahnya, karena saya masih bingung, mau diolah buat apa.

Soalnya ibu saya waktu itu masih kerja dan beliau pulang baru hari Jumat. Jadi kalau misalnya nunggu ibu pulang, pasti daging sudah tidak bisa digunakan lagi. Salah satu solusinya, daging  kambing tersebut harus diolah hari ini juga.

Kasih Ibu dan mencari inspirasi lewat aplikasi kuliner

Setelah beberapa menit, saya pun memberi tahu Ibu tentang hal ini. Kemudian beliau pun menelpon saya.

Ibu: Nak, oleh daging piro? (Nak, dapat daging berapa?)

Saya: Kaleh bu (Dua bu).

Ibu: Yo wes, daginge olahen dadi krengsengan ae, gampang. Awakmu tumbaso bumbu krengsengan ndek Mbak Yah loro. Terus tambahono kecap, brambang, bawang, karo lombok (Ya sudah, dagingnya kamu olah jadi krengseng saja, mudah. Kamu beli bumbu krengseng jadi di Mbak Yah dua. Terus tambahkan kecap, bawang putih, bawang merah, dan cabai).

Saya pun tidak langsung mengolahnya, namun shalat dhuhur dahulu. Soalnya membuat krengseng pasti membutuhkan waktu lama. Apalagi sebelumnya saya belum pernah memasaknya.

Setelah shalat, saya tidak langsung mengolahnya, melainkan baca-baca dahulu di google dan Open Snap. Di google saya menemukan berbagai macam olahan kambing dari mulai sate, soto hingga krengsengan.

Foto-fotonya pun menggiurkan untuk dicoba, namun untuk masalah resep saya masih belum terlalu percaya. Sebab di dunia maya banyak hal yang ditulis bukan berdasarkan pengalaman.

Setelah itu saya buka open snap. Sebuah aplikasi yang dapat membantu saya dan Anda, para pecinta kuliner untuk menemukan masakan dan tempat makan enak serta favorit.

krengseng kambing

Menggunakan kata kunci ‘kambing’ saya menemukan banyak sekali olahan kambing dari berbagai restoran (Capture diambil dari smartphone)

Kemudian saya mengetik kata kambing di kolom pencarian Open Snap via smartphone. Maka, keluarlah berbagai macam menu kambing dari berbagai restoran.

Maklum ternyata Open Snap ini merupakan produk Open Rice, yang telah memiliki pengalaman banyak tentang kuliner.

Mereka telah hadir di sembilan negara di dunia: Cina, Hongkong, Macau, Taiwan, India, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand. Sedangkan di Indonesia, ada di Jakarta, Surabaya, Bandung, Bali, Semarang, Yogyakarta, serta kota lainnya.

Alhasil saat saya mengetik nama kambing saja, banyak bermunculan aneka olahan kambing yang menggoda.

Mulai dari nasi goreng kambing, sate kambing, sop kambing, tengkleng kambing, gulai kambing, hingga tongseng kambing.

Foto yang dihasilkan pun ada yang biasa hingga berkualitas bagus khas food blogger.

Setelah mencari di Open Snap, saya semakin yakin untuk membuat krengseng kambing. Soalnya masakan ini jarang saya makan, dan saya cari di Open Snap dengan kata ‘kambing’ belum menemukan pecinta kuliner yang meng-upload foto krengseng kambing.

Setelah itu, beberapa foto olahan kambing saya bookmark. Bookmark sendiri merupakan salah satu fitur terbaru Open Snap. Saya jadi bisa mencari inspirasi untuk foto hasil masakan nantinya.

Saya menandai beberapa foto yang menarik dan bercerita. Soalnya kalau foto makanankan, bukan hanya bagus.

Namun sebisa mungkin foto tersebut mengundang yang melihat untuk segera mencicipi/membuat masakannya.

Lewat fitur bookmark, saya juga bisa menandai restoran dan jenis makanan/masakan favorit lainnya. Misalnya soto ayam, bubur kacang hijau atau olahan daging ayam, merupakan beberapa kuliner kesukaan saya.

Sehingga kalau nanti mau cari tempat makan atau inspirasi foto makanan bisa langsung buka di bookmark. Tanpa perlu mencari-cari lagi.

Alhasil, sebelum membuat krengseng kambing, saya sudah menemukan ide seperti apa konsep fotonya.

Resep krengseng kambing ala anak kost/kontrakan

Resep ini cocok buat anak kost/kontrakan yang sejatinya menginginkan olahan yang mudah namun tetap enak.

Walaupun saya sebenarnya tidur di rumah orang tua, namun dikarenakan ibu pulang hanya hari Jumat-Minggu saja. Sehingga selain hari itu, saya biasanya yang memasak untuk adik dan bapak.

krengseng kambing

Ini salah satu foto kuliner sate kambing yang saya bookmark. Foto ini sangat menarik dan berbicara. Cocok buat inspirasi untuk saya gunakan berburu foto kuliner (Capture diambil dari leptop)

Tentu dengan arahan dari Ibu untuk memasak berbagai olahan yang mudah, tapi tetap enak. Sehingga saya pikir cocok juga diterapkan kepada anak kost/kontrakan yang menginginkan masakan yang mudah dibuat.

Resep krengseng kambing

Bahan-bahan

  1. Daging kambing yang sudah dipotong kecil-kecil
  2. Bumbu instan krengseng 3 buah (banyaknya bumbu tergantung dari banyaknya daging kambing)
  3. Cabai rawit (kata Ibu krengseng enaknya pedas. Saya kemarin cabai Rp 2.000,- saya gunakan semua)
  4. Bawang putih 10 siung
  5. Bawang merah 10 siung
  6. Garam dan gula secukupnya
  7. Lengkuas dan daun jeruk purut secukupnya
  8. Tambahkan kecap dan penyedap rasa secukupnya

Cara pembuatan

  1. Daging kambing yang sudah dipotong kecil-kecil, di cuci hingga bersih.
  2. Kemudian membuat bumbunya: cabai rawit, bawang putih, bawang merah, garam, gula, lengkuas, dan daun jeruk purut dihaluskan. Setelah itu tumis bumbu hingga mengeluarkan bau yang harum.
  3. Bumbu instan krengseng taruh ke dalam wajan. Campurkan bumbu yang sudah harum tadi dan aduk-aduk hingga tercampur rata.
  4. Masukkan potongan daging kambing, setelah itu tambahkan air hingga daging terendam semua. Setelah itu aduk-aduk dan tambahkan penyedap rasa serta kecap secukupnya hingga warna berubah hitam.
  5. Panaskan dalam beberapa menit, sampai air agak surut. Jika sudah matikan dan krengseng kambing siap disantap.

Pengalaman membuat masakan krengseng kambing dan waktu yang pas untuk menyantapnya

Lewat memasak, seorang lelaki akan lebih menghargai makanan. Lebih-lebih iya akan lebih menghargai sang pembuatanya, baik itu Ibu, istri/lainnya.

Setelah beberapa bulan memasak dengan bimbingan dari Ibu. Saya menjadi semakin menghargai dan memahami bagaimana ribetnya memasak.

krengseng kambing


Ini bukti dengan kata kunci yang lebih spesifik yaitu ‘krengseng.’ Saya hanya menemukan dua buah olahan, satu krengseng kambing, satunya lagi krengseng kangkung. Inilah salah satu yang memutuskan saya untuk membuat olahan krengseng (Capture dari leptop).

Kemudian dalam memasak bukan hanya tenaga dan racikan yang pas yang dibutuhkan. Melainkan juga ketulusan/cinta juga harus dihadirkan. Itu yang membuat masakan semakin nikmat walaupun sederhana bahan bakunya.

Terus menurut saya, pengalaman paling berat dalam memasak krengseng kambing itu. Saat harus memotong kecil-kecil daging kambingnya.

Saya kemarin memotong dagingnya dan memisahkan gajih (lemak) untuk dibuang. Daging yang menempel di tulang beberapa saya pisahkan, namun yang sulit tulang yang terdapat daging langsung saya masukkan ke wadah.

Apalagi kemarin saya memasak krengseng kambing ini sendirian. Jadi waktu yang tersita untuk memotong daging saja, ± 1 jam.

Dari sini saya belajar sabar, tulus, dan perjuangan. Hem tak terbayang, kalau Ibu/mungkin istri saya nantinya memasak untuk keluarga tiap harinya.

Maka wajib bagi kita untuk menghargai masakan Ibu, istri/orang lain.

Merasakan jerih payah sendiri sungguh nikmat dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

Seperti itulah, ketika saya akhirnya bisa merasakan masakan krengseng kambing buatan sendiri. Setelah sebelumnya selama ± 2 jam memasaknya.

Rasanya hem…, luar biasa, untung saja rasanya enak.

Ibu dan adik saya pun suka dengan masakan saya. Sayangnya adik tidak suka dengan daging kambing, sedangkan ibu suka namun takut darah tingginya naik. Alhasil mereka berdua mencicipi beberapa buah krengseng kambing.

Enak ko le, tapi ibuk mek nilik’i sitok ae (Enak ko nak, tapi Ibu cuma mencicipi satu saja),” ungkap Ibu saat ke dapur untuk mencicipi krengseng kambingnya.

Kesimpulannya, resep yang diberikan oleh Ibu sangatlah mudah untuk diterapkan.

Terus kalau Anda sendiri, olahan apa yang akan dibuat saat mendapatkan daging kambing?

Yuk ceritakan dikolom bawah ini, siapa tahu bisa saya membuat di rumah.

5 Comments

Reply