Surat Ke-2 Untuk FIM: 4 Poin yang Saya Lakukan Jika Menjadi Keluargamu

sandi iswahyudi

Selamat malam :). Selamat kamu berhasil lolos tahap pertama Pelatihan Bukalapak Forum Indonesia Muda! Untuk seleksi tahap berikutnya yaitu wawancara, sebelum tanggal 17 Maret 2016 harap menghubungi no. xxxx. Terima kasih semoga sukses! 🙂

Sebuah SMS singkat yang saya tunggu-tunggu sejak sore, dan baru masuk di HP pukul 18.56 WIB. Namun baru saya baca pukul 21.

Malamnya setelah shalat maghrib, saya berbicara pada diri sendiri, “Pemberitahuan lolos tahap 1 FIM (Forum Indonesia Muda) berapa hari ya? Kalau misal cuma hari ini saja, dan saya tidak lolos. Saya ikhlas, karena saya sudah memaksimalkan kesempatan.

Saya sudah isi formulir dengan sebaik mungkin dengan penghayatan dan kesungguhan, serta juga berdoa pada-Nya. Jikalau tidak lolos, berarti bisa jadi bukan yang terbaik bagi saya. Dan saya yakin Dia akan memberi yang terbaik.”

Melakukan seperti ini membuat hati saya tenang dan pikiran tetap positif. Alhamdulillah pukul 21, saya coba cek SMS, kemudian ada dua pesan, satu dari ibu yang satu lagi dari nomor yang tidak dikenal.

Pikir saya, mungkin ini SMS dari panitia FIM. Saya cek, dan alhamdulillah saya dapatkan SMS yang membahagiakan itu. Bunyi SMS-nya seperti diparagaf pertama.

Pelajaran yang saya dapatkan dari peristiwa ini adalah tentang usaha, pikiran positif, bergantung pada Sang Kuasa, dan mengucap syukur. Artinya dalam kondisi apa pun, kita wajib untuk bersyukur pada Sang Pencipta, dan mengucap terima kasih pada teman-teman yang telah membantu.

Masuk FIM tahap dua apa yang dipersiapkan?

Perjuangan itu belum berakhir, untuk menjadi keluarga FIM harus melewati tahap berikutnya, yaitu wawancara.

Terkait persiapan, tentu saya akan lebih menghayati lagi tentang data-data yang saya isi diformulir kemarin, berlatih public speaking, dan banyak menulis-membaca. Kemudian mempersiapkan hal teknis untuk wawancara.

Saya menduga, nanti wawancaranya pasti tidak jauh-jauh dari profil diri saya: pencapaian hingga projek yang saya usulkan.

Sedangkan untuk penilaian dalam wawancara biasanya dilihat dari kemampuan public speaking. Bagaimana saya menjelaskan dengan lengkap dari setiap jawaban, menyakinkan, hingga membuat penanya tergugah. Sehingga saya memiliki kesempatan lebih besar untuk lolos.

Saya berkacanya pada pengalaman wawancara kerja dan masuk organisasi. Di mana biasanya sesi ini untuk mengenal calon pekerja/anggota lebih jauh.

Saya pribadi menggunakan strategi berkata dari hati, diperkuat dengan fakta, dan dikemas dengan doa. Ya, doa yang nanti membuat sesuatu yang tidak mungkin, menjadi mungkin terjadi.

Kalau Anda sedang di posisi saya, dan masuk tahap wawancara, apa saja yang Anda siapkan?

Jika lolos FIM apa yang akan kamu lakukan?

Kalimat yang selalu saya ingat ketika bergabung di organisasi sebagai berikut.

Jangan mencari kehidupan diorganisasi. Namun, hidup-hidupilah organisasi. Kenapa kami harus menerimamu? Apa keunggulan yang kamu punya? Jelaskan pada kami!

Beberapa kalimat di atas saya artikan demikian, kita tidak boleh menuntut orang lain untuk memberikan sesuatu pada kita. Kita tidak boleh meminta hak terlebih dahulu.

Tindakan yang diperbolehkan adalah, kita melakukan kewajiban dengan kesungguhan hati. Dikemas dengan passion, kerja keras, dan konsistensi. Maka kita akan dapatkan hak yang kita inginkan.

Maka hal ini juga akan saya lakukan di FIM, ketika nanti saya lolos. Saya akan lakukan sesuatu yang tentu memberi dampak positif bagi FIM ke depannya. Berikut setidaknya ada empat poin yang nanti akan saya lakukan.

Pertama, virus ngeblog nasional

Diformulir tentang projek saya mengisi dengan program ngeblog nasional. Yaitu program yang tahap awal ditujukan untuk alumni FIM. Baru kemudian tahap selanjutnya (pengembangan) pada generasi muda (Baca juga: Manfaat Menjadi Blogger).

Penentuan tahap awal untuk alumni FIM. Dikarenakan, mereka bisa dikatakan, orang-orang terpilih. Dari ribuan pemuda yang daftar, yang diambil hanya ratusan saja. Artinya mereka memiliki motivasi, kualitas, dan daya juang untuk berkontribusi bagi bangsa lebih daripada lainnya.

Nantinya saya mengajak alumni FIM untuk ngeblog. Bagi mereka yang belum tahu akan blog, saya akan mengajarinya dari hal teknis sampai terkait kepenulisan. Penugasannya mereka akan menulis hal-hal positif tentang daerah dan dirinya sendiri yang diposting diblog.

Terus apa pentingnya program ini? Sangat penting, kita sekarang tahu bagaimana pengaruhnya media digital dalam memengaruhi opini publik. Kita juga tahu, sesuatu yang biasa akan menjadi luar biasa dengan promosi melalui media digital, begitupun sebaliknya.

Sayangnya tidak banyak generasi muda tertarik dengan ngeblog. Padahal sebagian besar dari mereka menggunakan sosial media tiap harinya. Pernyataan ini saya buktikan, ketika beberapa kali menjadi pemateri diforum kampus dengan peserta mahasiswa.

Jarang dari peserta seminar, tertarik untuk ngeblog, padahal saya sudah menawarkan diri.

Blog itu menguntungkan dan memberi banyak manfaat terutama untuk pengembangan diri. Sayangnya tidak banyak dari generasi muda yang mau mengambil kesempatan ini.

Kedua, pejuang online nasional

Ketika para alumni FIM sebagian besar ngeblog dengan konten yang positif dan inspiratif, maka dampak yang dihasilkan pasti akan luar biasa.

Saya sendiri selama aktif ngeblog sejak April 2015 mendapatkan testimoni yang beragam. Ada yang langsung komentar ditulisan, menyampaikan langsung/melalui pesan pribadi. Mereka ada yang terinspirasi, terbantu dengan informasi yang diberikan, hingga pembaca yang ingin mengaplikasikan gagasan yang saya tuliskan dipostingan.

Jika ngeblog dimaksimalkan oleh alumni FIM dari Sabang-Merauke, pasti akan luar biasa dampaknya. Optimisme, inspirasi, sinergi, dan kolaborasi akan banyak bermunculan.

Jelas ini lebih baik, daripada media online dipenuhi dengan konten-konten yang berbau negatif. Maka era sekarang, berjuang/kontribusi bukan hanya di offline, namun online juga harus diseimbangkan.

Seperti kata Dhenok Pratiwi dari Change.org, saat ini bukan lagi mempersoalkan mana yang paling efektif dan berdampak antara kampaye online/offline. Namun sudah harus berpikir, bagaimana mensinergikan keduanya, sehingga tujuan tercapai serta berdampak luas.

Ketiga, siap berkembang, maju bersama, dan berkontribusi

Ketika nanti saya diterima di FIM, selain mengajukan projek di atas. Saya juga pasti akan menjadi anggota keluarga yang siap untuk berkembang, maju bersama, dan kontribusi.

Berkembang dan berkontribusi adalah bentuk untuk memaksimalkan kesempatan yang ada.

Artinya saya nanti bukan hanya mendukung program-program dari FIM. Namun juga sebisa mungkin memberikan masukkan dan kontribusi. Kontribusi bisa dalam bentuk menuliskan pengalaman dan ilmu yang saya dapatkan ketika gabung di FIM lewat blog serta sosmed.

Ini merupakan cara saya untuk memaksimalkan kesempatan yang ada. Pengalaman saya aktif di organisasi intra dan ekstra kampus, menjadikan tiga sikap di atas wajib dimiliki dan diterapkan dalam segala aspek.

Keempat, ide-ide gila

Hasrat saya sebagai anak muda naik, ketika gagasan tidak mendapatkan apresiasi dari banyak orang. Langkah sederhana yang diambil, saya akan terus lakukan walau itu seorang diri.

Bagaimana perasaan Anda, ketika menghasilkan ide/gagasan namun tidak banyak yang setuju? Apakah Anda akan mundur dan pergi begitu saja? Atau sebaliknya, Anda aplikasikan walau hanya seorang diri?

Hingga hari ini beberapa kali gagasan saya tidak diapresiasi oleh banyak orang. Saya tetap melakukannya, walau hanya seorang diri. Misalnya dalam perjalanan gagal, saya tidak menyesalinya.

Karena saya sudah berani mengaplikasannya. Para penemu, telah terbiasa dengan kegagalan. Kunci mereka bertahan adalah tentang keyakinan dan memiliki mental pemenang.

Berikut beberapa gagasan saya:

  1. #BukuBerjalan. Gerakan untuk menyebarkan manfaat dan nikmatnya buku, baik online dan offline. Liputannya berjudul “Kau Punya Nyali Terima Tantangan #BukuBerjalan?” terbit di rubrik citizen reporter, Koran Harian Surya, edisi 6/4/2015.
  2. Taman baca barang bekas. Taman baca yang di dalamnya juga mengajarkan pengunjung untuk memanfaatkan barang-barang bekas.
  3. Kelas Menulis. KEMI (Kelas Menulis) gerakan yang bertujuan menyebarkan indahnya menulis, berprestasi lewat tulisan, dan menjadikan menulis hal yang dibutuhkan tiap hari. Saya membuat 3 langkah untuk menjadi penulis.
  4. Kelas Ngeblog. Menyebarkan virus ngeblog kepada masyarakat khususnya generasi muda, dengan membuka kelas gratis. Berikut beberapa liputan kelas ngeblog yang saya adakan: kelas Booklicious, kelas GSKBkelas dengan  jurusan Ekonomi Syariah, dan kelas dengan Fakultas Pertanian Peternakan UMM
  5. Website zonamalangraya.com, yang di dalamnya terdapat ruang bagi UKM, komunitas, hingga mahasiswa untuk berkarya dan berpromosi. Saya juga mengajak beberapa mahasiswa untuk menjadi tim saya, untuk berkarya bersama. Sekarang telah memiliki tiga tim.

Saya yakin ketika berada di lingkungan positif dan produktif. Ide-ide gila itu akan bermunculan. Tinggal nanti mengemas dan mengeksekusinya.

Saya suka berkumpul dengan mereka yang visioner, produktif, dan memiliki aktivitas sosial. Mereka membuat saya tahu bagaimana cara memanfaatkan hidup.

Terakhir, kenapa FIM harus menerimamu?

Berikut beberapa poin, kenapa saya layak diterima:

  1. Saya telah mengalami banyak kegagalan. Alhamdulillah saya bangkit, dan fokus pada mimpi. Akhirnya bisa bangun, dan berhasil (Baca juga: Surat untuk FIM: Apakah Saya Tidak Layak Masuk FIM?).
  2. Saya pekerja keras, pembelajar, dan pantang menyerah. Salah satu contohnya, saya belajar ngeblog mulai dari hal mendasar sampai sekarang bisa menghasilkan beragam manfaat. Baca manfaat ngeblog yang telah saya rasakan.
  3. Saya orang yang suka berbagi ilmu dan inspirasi. Mengisi materi baik di komunitas/dalam acara formal, lewat blog, atau lainnya .
  4. Telah memiliki pengalaman dalam berkarya, menghasilkan dan eksekusi ide, hingga prestasi. Info lengkap di halaman portofolio.
  5. Saya suka sosial dan terus ingin berproses menjadi lebih baik lagi. Langkah yang diambil, dengan bergabung di komunitas dan yayasan. Komunitas saya bergabung tingkat regional-nasional, sedangkan yayasan di Yayasan GSKB. Di mana di yayasan tersebut saya diamanahi sebagai kordinator tim media.
  6. Saya orang yang ingin mendalami blog, sosial media, dan segala hal yang berhubungan dengan internet.
  7. Saya orang yang suka memaksimalkan kesempatan dan menjaga kepercayaan. Seperti 2014 magang di Unilever, pengalaman selama magang saya tulis di blog. Kemudian, juga saat diundang sebagai blogger di acara Pameran Produksi Indonesia 2015 di Surabaya. Hasilnya saya menjadi blogger terbaik pertama (cek di portofolio) dan mendapatkan apresiasi positif dari Bu Kartina Ika Sari sebagai pihak penanggung jawab media dan blogger.

Terakhir,

Perjuangan itu manis ketika kita tahu bagaimana cara menikmati dan memanfaatkannya. Kegagalan itu nikmat, ketika kita tahu bagaimana mengemasnya.

Saya bersyukur, dari ribuan pendaftar, saya masuk ke tahap kedua, yaitu wawancara. Harapannya tentu, tahun ini saya menjadi keluarga besar FIM.

Apakah saya akan diterima? Entahlah, terpenting saya akan memaksimalkan kesempatan yang ada dengan doa dan usaha. Dua hal yang penting untuk dilakukan. Jika misal, saya tidak diterima.

Saya meminta pada-Nya untuk diberikan yang terbaik sebagai gantinya. Terbaik bagi diri, agama, dan lingkungan sekitar.

Keinginan menjadi keluarga FIM, bukan berkaitan dengan prestise dan eksistensi. Melainkan berhubungan dengan memaksimalkan passion, ekspresi, dan kebutuhan akan lingkungan yang positif untuk sinergi-kontribusi bersama.

Jadi, doakan saya tahun ini lolos menjadi keluarga FIM. Terima kasih 🙂

Salam dari kota apel.

Reply