wisata petik stroberi kota batu jatim sandi iswahyudi
Siap disantap stroberinya

Beragam Bonus Wisata Petik Stroberi di Kota Batu — Seindah-indahnya gemerlap kota. Masih indah dan menenangkan baunya tanah yang terkena guyuran hujan. Masih romantis tanaman yang buah dan dahan-dahannya basah oleh hujan.

Sensasi di atas bisa kamu nikmati ketika memutuskan mengunjungi Kota Batu. Kota yang memiliki beragam pilihan wisata, yaitu alam, buatan, khusus, dan ada juga desa wisata.

Bagi kamu yang menginkan pesona desa, tanaman hijau, gunung menjulang tinggi, sayur dan buah yang siap dipetik. Datang saja ke beberapa lokasi desa wisata di Kota Batu.

Salah satunya di Dusun Pandan, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji. Di sini kamu bisa melihat, menyaksikan, hingga memetik secara langsung buat stroberi dari tanamannya.

Tentu semacam ini jarang kamu dapatkan di perkotaan, apalagi bagi kamu yang rutinitasnya padat.

Aktivitas melihat hingga memetik secara langsung stroberi akan membuat diri kamu senang dan damai. Rasa senang timbul, bukan hanya karena sensasi secara langsung memetik stroberi.

Namun juga didukung dengan alam yang memesona. Ketika saya siang hari ke sini, saya terpesona dengan alam yang memukau.

Sawah yang ditanami dengan berbagai macam sayuran, kiri saya Gunung Arjuna, kanan Gunung Panderman, serta buah stroberi yang memerah.

Membuat siapa saja yang melihat, ingin segera memetiknya, kemudian menyantapnya. Hasrat lain yang langsung menyeruak adalah keinginan untuk ber-selfie ria.

Pantas saja kata Pak Pasisto, salah satu petani stroberi mengatakan pada saya. “Ramai kalau sore mas. Pembeli yang banyak beli stroberi, biasanya ibu-ibu. Sedangkan mahasiswa/muda-mudi beli sedikit tapi banyak selfie-nya.

Waktu yang pas memetik stroberi sambil dapat bonus

Setelah saya ke sini pada siang hari sekitar pukul 10.00 WIB. Saya sepakat dengan perkataan Pak Pasisto, kalau waktu yang pas ke sini, ya sore hari.

Saat sore hari pemandangan di sini pasti bagus. Sebab di kelilingi Gunung Panderman dan Gunung Arjuna, banyak tanaman, udara sepoi-sepoi, ditambah dengan senja yang menawan.

Apalagi saat sore, salah satu waktu yang pas untuk foto. Karena pada saat itu, sinar matahari cukup, sehingga foto yang dihasilkan bagus.

Jadi bagi kamu yang nanti ke Malang atau ke Batu, jangan lupa mampir ke sini saat sore. kamu akan mendapatkan banyak bonus.

Bonusnya, kamu tidak akan merasakan teriknya matahari, udaranya sejuk, pemandangannya sangat mendukung untuk foto bersama atau selfie, dan merasakannya romantisnya senja. Sehingga membuat acara petik stroberi kamu berkesan dan tak terlupakan.

Banyak pilihan varietas stroberi dengan harga terjangkau

Kemarin setelah wawancara dengan beliau, saya diajak untuk melihat tiga varietas stroberi yang beliau miliki di sawahnya.

Pertama jenis california, memiliki rasa sedikit masam, ada manisnya, dan memiliki banyak air.

Kedua jenis cherly, buahnya lebih besar, manis, dan memiliki sensasi kres saat kemarin saya cicipi.

Ketiga jenis holibert, mempunyai rasa manis dan teksturnya keras.

Kemudian terkait harga, memiliki dua tarif. Tarif pertama 50 ribu/kg bagi wisatawan yang ingin memetik stroberinya sendiri.

Sedangkan yang kedua, 40 ribu/kg bagi wisatawan yang ingin dipetikkan. “Kalau mau petik, langsung saja ke tempat ini mas, terus menemui petani stroberi, melakukan transaksi harga, jika sesuai, langsung petik,” papar Pak Yunus salah satu aparatur desa saat menjelaskan proses wisata petik stroberi.

Jadi di sini, masih belum ada semacam pengelolanya. Kalau di sini wisatawan bisa langsung ke petaninya untuk petik stroberi. Namun jika harga tidak sesuai, wisatawan bisa mencari di petani lain. “Kalau di sini, biasanya masing-masing petani sudah memiliki langganan (wisatawan) masing-masing mas,” kisah Pak Pasisto.

Cara mencapai ke wisata petik stroberi

Cara mencapai lokasi wisata petik stroberi di Desa Pandanrejo sangat mudah, apalagi bagi kamu yang menggunakan sepeda motor atau mobil.

Namun bagi yang tidak menggunakan keduanya, jangan khawatir. Kota Batu memiliki transportasi umum dengan rute yang lengkap.

Kalau kamu dari Malang, kamu naik angkutan umum warna merah muda jurusan BL (Batu-Landungsari) turun di Terminal Batu. Tarifnya 4 ribu, jika jarak jauh antar terminal 5 ribu.

Selanjutnya naik angkutan umum lagi jurusan Batu-Karang ploso warna kuning tarifnya 4 ribu, turun di depan Balai Desa Pandanrejo.

Dari balai desa, kamu tinggal jalan ke barat sedikit, dan menemui gapura yang di atasnya bertuliskan, “Wisata Petik Stroberi Desa Pandanrejo.”

Selanjutnya kamu tinggal jalan kaki menuju ke Masjid Nurul Kamil. Masjid ini sebagai patokan, karena letaknya langsung menghadap ke sawah-sawah warga dan lokasi petik stroberi.

Kamu juga tidak perlu bingung, karena warga desa telah mengenal sentra wisata petik stroberi.

“Mas lurus, nanti ada pertigaan belok kiri, terus belok kanan, terus ada pertigaan lagi belok kiri ke masjid besar Nurul Kamil. Dari situ mas langsung saja jalan ke arah timur, mas akan menemukan banyak petani stroberi,” petunjuk dari seorang ibu di Dusun Pandan saat saya tanya tentang sentra petik stroberi.

Lima tips wisata petik stroberi

  1. Jika kamu tipe wisatawan yang tidak suka keramaian, sebaiknya kamu ke sini di luar hari Minggu, hari libur sekolah, dan hari besar. Karena pada hari itu banyak wisatawan yang berkunjung.
  2. Waktu yang pas untuk menikmati wisata petik stroberi pada sore hari. Selain cuaca gak panas, udara sejuk, dan pemandangannya sangat memesona. Kamu akan mendapatkan banyak bonus jika ke sini saat sore. Jangan lupa untuk membawa kamera terbaik kamu, untuk mengabadikan momen!
  3. Lakukan negosiasi harga dahulu, setelah itu barulah kamu petik stroberi.
  4. Jaga sikap dan hormati warga sekitar.
  5. Usahakan untuk menggunakan angkotan umum, ketika kamu pergi ke suatu tempat di wilayah Kota Batu. Tindakan ini juga sebagai bentuk dukungan pada bapak-bapak penyopir angkutan umum.

33 KOMENTAR

  1. Strawberry banyak ya jenisnya. Dari yang kress hingga asem juga manis. Klo sya kurang suka makan strawberry yg rasanya asem. Lebih suka straberyy di jus terus dikasih gula, susu, dan es batu. Seger.

    Desa Pandanrejo, Kota Batu ya?hmmm… akan saya ingat. Siapa tahu sya ke sana suatu hari nanti.
    Thank anyway for this blogpost 😀

  2. Hahaha, lucu itu pernyataan Pak Pasisto kalau remaja-remaja lebih doyan selfie daripada stroberi. 😀

    Menarik sih stroberi sekarang sudah merambah Batu (dulu aku tahunya petik Stroberi di seputar Ciwidey, Jawa Barat). Tapi ya semoga apel masih jadi komoditas wisata andalan Batu. Lha ke Batu itu yang dicari apelnya je…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here