tips memilih hosting blogger sandi iswahyuditips memilih hosting blogger sandi iswahyudi5 Tips Bagimu Supaya Tidak Terjerumus Saat Pertama Kali Pilih Blog Self Hosted — Apakah kamu suka atau mau terjun ke dunia blog? Apakah kamu ingin menggunakan blog self hosted? Sebelum memilih penyedia layanan, saya sarankan untuk membaca uraian di bawah ini.

Sebelum saya memaparkan ini lebih lanjut. Saya akan terus terang, bahwa tips-tips yang akan saya bagi di sini, berdasarkan pengalaman pribadi. Tepatnya pengalaman pahit. Semoga setelah membaca ini, kamu tidak akan terjerumus dan mendapatkan manfaatnya.

Keinginan untuk terjun ke blog self hosted, saya pikir lancar dengan minta bantuan ke teman dekat. Ternyata tidak, saya temukan jalan berliku. Namun ternyata, lewat jalan itu, saya temukan cahaya terang.

Kisah ini saya alami pada 2016 bulan Januari/Februari, saat saya pertama kali ingin kenal blog self hosted. Saya itu saya minim informasi. Saya hanya tahu tentang blog yang non hosted, karena dari 2014-2015 saya gunakan layanan dari wordpress.com yang bayar $18 sudah dapat .com satu tahun.

2016, saya mulai tertarik beralih ke self hosted, dikarenakan baca dari ragam literatur dan ulasan dari beberapa teman blogger. Kalau self hosted, lebih enak digunakan dan maksimal kustomisasi. Kita lebih leluasa mengemas blog sesuai keinginan.

BACA JUGA: 5 Langkah Membuat Anak Gila Membaca Sejak Bayi Ala Mohammad Fauzil Adhim

Akhirnya, karena saat itu informasi kurang, hasrat yang membuncah ingin memiliki blog self hosted tinggi, dan kurang tahu instal wordpress. Saya kemudian menghubungi teman dekat di kampus, yang saya kenal kira-kira tiga tahun lamanya. Saya hubungi dia karena jurusannya teknologi informasi dan saya tahu memang dia cukup ahli untuk buat website.

Kemudian saya tanya ke dia, berapa tarif pembuatan blog, mulai dari domain hingga hosting. Dia menjawab, “800 ribu San.” “Tidak bisa kurangkah mas?” Kata saya padanya. “Enggak san, soalnya ini saya ma temen.” “Ok deh mas, saya pesan.”

Dia pun kemudian memberikan arahan, untuk memilih tema, dan di blog tersebut nanti ada apa saja. Saya pun memilih tema, dan apa-apa saja yang ada di blog.

Waktu itu saya ingat, dia selesai mengerjakan tiga hari.

Saat melihat tampilan blog. Saya kemudian memberikan keluhan untuk diperbaiki. Misal kayak tulisan yang terlalu kecil, kemudian beberapa tambahan plugin.

Dari situ dia bilang, kalau ada batas semacam konsultasi. Seingat saya, saya dibatasi tiga kali. Setelah itu konsultasi seperti pemasangan plugin, berbayar. Tarifnya 50 ribu/plugin. Pikir saya, hem mahal juga ya.

Proses berjalan, tidak sampai dua minggu, blog saya telah kena suspend sampai dua kali. Dia sudah perbaiki terus kena suspend lagi. Akhirnya saya pun sharing ke facebook tentang permasalahan yang saya hadapi. Harapannya blogger yang tahu tentang seluk beluk wordpress self hosted bisa membantu.

Alhamdulillah tidak berlangsung lama, tidak sampai dua hari. Teman-teman facebook saya memberi tahu kenapa itu bisa terjadi. Salah satunya karena saya menggunakan plugin/tema yang tidak original.

Setelah saya tanya, ke dia, ternyata dia instal tema yang gak original. Karena tema yang saya minta padanya adalah berbayar.

Hem..

Lewat permasalahan ini kemudian saya memutuskan untuk tidak meneruskan blog yang saya buat dari teman dekat. Alasan sederhana waktu itu, saya tidak ingin ketika sudah optimasi blog, terus kena suspend lagi 🙁

Belajar dari blog self hosted pertama kali, setidaknya saya sudah mengeluarkan uang 800 ribu, dan itu tak bertahan satu tahun. Hanya kurang dari satu bulan saja.

Apakah saat itu saya sedih? Tentu, karena saya sudah mengeluarkan uang yang tak sedikit dengan ekspektasi yang tinggi dari bantuan seorang teman. Tapi ternyata? Hem…

BACA JUGA: Catatan untuk KMGP 2 Karya Bunda Helvy Tiana Rosa

Alhamdulillahnya, saya tidak putus asa, saya memiliki hasrat untuk terus maju. Saya kemudian bertanya pada teman yang mengomentari di status saya di facebook lewat pesan pribadi.

Dari perbincangan itu dan saya telusuri profilnya. Ternyata dia bukan hanya developer tapi juga blogger. Terus saat saya tanya berapa biaya buat di dia. Ternyata murah, cuma 560 ribu. Itu sudah termasuk tema premium, domain sama hosting. Wah… murah.

Terus pas saya cerita kalau sebelumnya pernah minta dibuatkan blog dari teman. Beliau pun terkejut, karena harganya dinilai tak wajar dan terlalu tinggi. Apalagi yang tarif 50 ribu untuk tiap instal plugin. Hem…

Alhamdulillah, saya oleh Allah masih diselamatkan. Lewat kejadian ini, mata saya semakin terbuka. Saya banyak gali informasi, dan berani untuk mencoba sendiri. Jadi metode yang saya gunakan, membaca, bertanya, dan aplikasi.

Alhamdulillah sekarang, saya sudah bisa instal dan kustomisasi website sendiri. Contohnya seperti di blog personal ini, di cv.sandiiswahyudi.com (web profil), dan web yayasan, yayasangskb.com saya instal sendiri.

Terakhir, bagi kamu yang ingin terjun ke blog self hosted, berikut beberapa tips yang sebaiknya kamu perhatikan.

Pertama, jangan gegabah beli. Observasi terlebih dahulu

Dari pengalaman, mereka yang baru terjun ke dunia blog, biasanya memiliki semangat tinggi dan kurang perhitungan. Eh ini kalau saya waktu itu.

Tapi kalau kamu semoga tidak. Jadi tips saya pertama, jangan gegabah untuk gunakan jasa teman. Lakukan observasi terlebih dahulu, timbang-timbang antara kebutuhan dan kondisi.

Saya kemarin termasuk yang kurang perhitungan, inginnya segera aksi. Bagus sih aksinya, namun kurang perhitungannya. Gunakan media seperti facebook dan grup facebook untuk dapatkan info tentang blog self hosted, domain/hosting.

Gunakan itu untuk dapatkan banyak referensi.

Kedua, jangan percaya satu teman! Kamu perlu dua/tiga pendapat

Jangan terlalu percaya satu teman saja! Kamu perlu dua atau tiga pendapat untuk kamu pertimbangkan.

Saya tidak menyuruh kamu untuk tidak percaya 100% pada mereka. Maksudnya, kamu perlu mempertimbangkan. Kamu butuh pembanding. Makanya dalam islam, disunahkan untuk tiga kali dalam melakukan sesuatu yang baik.

Awal saya terjun di blog self hosted, kesalahan saya tidak membuat pembanding dengan mencari pilihan. Saya cuma memilih dari teman, yang ternyata kualitasnya seperti itu.

Baru kemudian setelah mengalami kegagalan itu saya menentukan ragam pilihan dengan banyak pembanding. Seperti saat memilih penyedia hosting, nama blog, dan branding blog.

Hasilnya alhamdulillah lebih baik dari sebelumnya. Maka, ketika nanti kamu mau terjun ke blog self hosted, carilah banyak informasi. Namun dengan catatan, sebaiknya tiga saja. Kalau lebih dari itu, takutnya kamu nanti malah bingung dan tidak aksi-aksi.

Kemudian jika memilih teman untuk membuatkan website kamu, sebaiknya carilah yang ia juga seorang pelaku/blogger. Insyaallah kamu akan dapatkan harga yang wajar. Tidak seperti saya dahulu dapat 800 ribu 🙁

Ketiga jangan mau jadi konsumen, jadilah produsen

Enaknya jadi konsumen, kita tidak dipusingkan dengan hal-hal teknis. Tinggal bayar, dan langsung menggunakannya.

Namun bahaya dibalik ini semua, kamu bisa saja dibohongi-dimanfaatkan oleh mereka yang ingin mencari kesempatan.

Saran saya sebaiknya, kamu belajar sedikit demi sedikit tentang dunia self hosted. Mulai dari bagaimana instal sendiri, akses cpanel, hingga kustomisasi tema. Hal ini membuat kamu memiliki banyak alasan untuk tidak berhenti menulis.

BACA JUGA: Teguh Sudarisman: 2 Hal yang Harus Dimiliki Seorang Travel Writer

Juga menjadikan kamu tidak mudah ditipu orang, dan bisa membantu yang lain untuk membuat blog.

Apalagi era sekarang, banyak blogger yang membagikan tutorial-tips terkait dunia blogging. Bahkan bahasannya khusus tentang wordpress. Kuncinya sekarang, tinggal kamu mau meluangkan waktu untuk belajar atau tidak.

Keempat jangan bingung pilih penyedia hosting dan domain

Kata orang rumput tetangga lebih asyik. Tapi selalu pilih dan ikuti kata hati kamu. Karena kamulah yang menjalaninya.

Kemarin saya selain minta dibuatkan sama teman. Saya juga belajar buat blog self hosted sendiri. Saya tanya penyedia hosting di teman-teman facebook. Hasilnya banyak yang kasih rekomendasi penyedia dalam negeri dan luar. Di dalam negeri sendiri juga beragam pilihan.

Saat itu saya sempat bingung. Kemudian malamnya saya memutuskan untuk memilih penyedia dalam negeri. Alasannya supaya saya mudah untuk konsultasi jika mengalami permasalahan 🙂

Alhamdulillah sampai sekarang, saya puas dan nyaman dengan pelayanan dari penyedia hosting dalam negeri tersebut.

Jadi bagi kamu jangan bingung untuk memilihnya. Cari dan kumpulkan dari ragam sumber yang memang terpercaya dan pengalaman. Kemudian kembalikan semua pada hati kamu.

Kelima, nikmati prosesnya dan ketahui alasan kenapa harus menyukai

Tips terakhir yang menurut saya sangatlah penting untuk dimiliki, adalah nikmati prosesnya dan carilah alasan untuk selalu berada di jalur yang telah kamu pilih.

Ketika kamu memilih aktivitas ngeblog dan jalur self hosted. Artinya kamu dalam satu tahun telah berinvestasi untuk pembelian hosting dan domain sekitar 500 ribu. Ini belum termasuk, tema premium dan paket data.

Maka jangan sampai nantinya ketika kamu menemui kendala, berhenti di tengah jalan. Kamu harus terus melangkah dan minimal, kamu harus balik modal.

BACA JUGA: Arif Setyo Budi, Penari Satu Kaki (Pertama di Indonesia) di Hari Disabilitas Internasional di CFD Malang

Tapi kalau menurut saya, kamu memilih jalan sebagai penulis/blogger, tepat. Sebab lewat jalan ini kita bisa dikenal, memiliki banyak teman, informasi luas, raih mimpi, dan bisa berbagi pada banyak orang.

Jadi, kalimat penutupnya dari cerita kali ini, “Kapan mulai aksi?”

Semoga uraian di atas, bermanfaat bagi kamu. Jika ada kendala/ingin ditanyakan, silakan di kolom komentar. Terima kasih

47 KOMENTAR

    • makasih mbak. wah kenapa gak berani mbak? padahal kalau nurut saya self hosted kita bisa lebih leluasa lo 🙂 kalau panik bisa jadi mbak, tapi kalau ada teman yang ditanya, enak gak jadi panik 🙂

  1. Ini menjawab beberapa kegalauan saya mas.. Hehe..
    Lagi pengen beralih ke dunia self-hosted nihh. Tapi memang masih mikir2, terutama karena kalau nggak terbayar, nanti semua konten kita bakalan ilang..

    Tapi selain dari itu, banyak sekali keuntungan menggunakan Selfhost..
    Btw mas ada kenalan yang bisa buatkan selfhost yang sudah lengkap dengan personalize template-nya? 😀 Kalau ada khan lumayan bisa jadi referensi.

    • Jangan galau mas. Eh tapi galau itu baik. Sehingga mas bisa bergerak dan berproses tuk menjawab kegalauan itu.

      Kalau konten supaya gak ilang, kita bisa lakukan backup secara berkala. Kemudian kalau buat instal blog self hosted. Insyaallah saya juga bisa mas. Kayak ini cv.sandiiswahyudi.com ma zonamalangraya.com saya install dan kustomisasi sendiri

  2. Wah temannya kok gak ngasi gambaran sejelas2nya ya, itu yg disayangkan.
    Malah ngomenin temennya hihihi
    Saya soal pernak-pernik blog takkasiin suami aja #emakmales :))

  3. Blogku juga belum self hosted mas, deg-degan takut ribet utak-atiknya secara aku juga ga ngerti :). Khawatir panik juga. Hahahaha :D. Kabarnya perlu beberapa penyesuaian begitu beralih ke self hosted ya?

      • Iya juga siy mas, aku liat beberapa blogger yang udah pake hosting sendiri leluasa gitu ngatur-ngatur tampilan blog. Seandainya aja ada yang bisa set up kan blog aku, pingin terima beres dan aku fokus ke nulisnya aja :D. *blogger malas

      • Hehe iya mbak. Kayak saya bisa lebih leluasa pakai prenis2 hehe… ayo ganti mBk. Insyaallah saya juga bisa bantu set up. Tapi sebenernya kalau mbak mau, mbak sendiri yg set up juga bisa lo

  4. Duhh… menjerumuskan banget itu mas. 🙂

    Untungnya ya ketemu teman yang memang mau berbagi mas. Thank you mas tipsnya.

    Memang self hosted itu lebih enak sebenarnya. Investasi dikit di awal untuk dapat lebih banyak. Kenapa gak?

    Theme premium juga harus lihat-lihat syarat dan ketentuannya. Ada yang premium tapi hanya untuk 1 site doang gak boleh dipake lagi buat yang lain. Ada yang bisa seperti yang mas pake sekarang ini kan.

  5. 800ribu? Itu sih ngerjain 😀 Tapi nggak apa-apa akhirnya ada hikmahnya juga. Sy dari awal ngeblog udah pake selfhosted karena kebetulan sy org IT yg memandang blog sbg aplikasi, lebih baik kembangkan sendiri 🙂

  6. Itu namanya kesempitan dalam kesempatan *ehh
    Saya malah kalau dimintain bantuan sama temen nda pernah ngomongin duit. Lah namanya ilmu kan buat dibagi, selagi bisa bantu yowes tak bantu. Berbagi itu kan indah 😀

  7. Saya sudah nyaman di wordpress.com mas. Pernah sih kepikiran buat self host tapi udah malas duluan. Yg penting bisa nulis dan page one di google, pake wordpress.com udah puas.

  8. harus cari info sebanyak2nya ya mas, biar puas juga nanti gak kecewa dgn apa yg udah dibayarkan.. makasih infonya ya

  9. Nice share, saya yang newbie di dunia blogging masih betah di wordpress yang 18$ per tahun ini hehe karena untuk saat ini ngeblog cenderung untuk menyalurkan hobby, thank you atas tipsnya dan salam kenal 🙂

  10. yeay,akhirnya blognya udah bener kembali ya mas…

    masih bingung blog self hosted ini gimana.. ini aja saya baru beli domain hehehe.
    pelajari dulu ah.. hehehee
    btw font di atas itu apa namanya ya mas?

  11. konco sampean memang sungguh terlalu mas, mosok konco dewe diregani sakmono, jian mentolo tenan he.he..
    saya saja biasanya pasang tarif 700 rb. untuk company profile sudah terima jadi dengan memakai domain dan hosting berbayar.. itupun sudah include full support.. jadi klien bisa minta tambahana plugin dan revisi berkali-kali tanpa tambahan biaya lagi…
    tapi gak apa-apalah, pengalaman adalah guru terbaik.. semangaaaddd…

  12. temenya sampean tega banget mas

    masak sama kawan sendiri harganya segitu, hehehe
    tpi mungkin itu bisa jadi awal sukses buat mas Sandi.
    hehehe

    btw nice info mas 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here