Masjid sudah ramai walau belum masuk waktu shalat subuh

Jika ingin cepat sampai ke Bandung, kami memilih jalan dini hari. Ini cara tercepatnya.

Terhitung sudah setahunan kami melakukan perjalanan dini hari, yakni sekitar pukul tiga pagi dari Puncak Bogor ke Bandung.

Langkah ini kami lakukan agar cepat sampai dan tak terjebak macet (jalanan penuh). Tahu sendirilah jika area Puncak Bogor menjadi area yang sering terdampak macet.

Jika tak percaya silakan coba 😊.

Bahkan bulan ini, bukan Sabtu-Ahad jalanannya penuh dengan mobil. Apalagi kalau hari libur, hem… baiknya di rumah saja lebih nikmat dan menyenangkan.

Hal yang harus diperhatikan ketika melakukan perjalanan dini hari, adalah kondisi tubuh harus fit. Kemudian menggunakan pakaian hangat.

Apalagi saat motor melewati perkebunan teh, brrr… dingin menyambut tubuh kami langsung.

Berhenti sejenak di masjid

Kemarin Jumat (5/7) saat perjalanan dini hari dari Puncak Bogor ke Bandung, kami berhenti di Masjid Besar Al-Musa’adah, Ciranjang, Cianjur.

Kami menggunakan dua motor, dan sampai lokasi sebelum subuh. Sudah banyak orang di masjid. Sepertinya masjid ini buka selama 24 jam.

Posisinya dekat dengan pasar, dan di jalan besar antar kota, membuat masjid ini terlihat tak pernah sepi.

Saat kami datang saja, masjid sudah ramai dengan beberapa orang. Ada yang i’tikaf di dalam masjid. Ada yang tiduran di teras, ada juga yang sedang bersantai.

Di parkiran masjid, telah siap bubur ayam khas Cianjur dengan pilihan isian hati ayam. Sedangkan di sudut lain, penjual nasi bungkus juga telah siap.

Alhamdulillah, berkah. Semoga keberkahan meliputi kita semua.

Masjid semacam ini begitu nyaman dan membantu buat pengendara seperti kami senang. Kami bisa berhenti sejenak untuk istirahat, shalat, dan makan bubur ayam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here