malam-sandi-iswahyudi

Untukmu yang berkarya

Entah, malam ini aku tidak bisa tidur nyenyak, sebelum menulis mengungkap rasa pada kertas putih polos digital di laptopku.

Dadaku bergelora, antara sedih, senang, ingin marah, haru, dan merenung. Ya semua campur menjadi satu. Aku bingung untuk mengungkapkannya pada seperti apa.

Mata sayu menandakan ingin tidur menjemput mimpi yang menanti, tapi otak, tangan, dan hati memberontak.

Okelah aku mengalah. Aku memilih untuk menikmati ini. Aku memilih untuk mengambil laptop di tas, membukanya menghadap ke barat, dengan kopi hitam di sisi kiri yang telah lama dingin.

KARYA

Wahai aku, ingat masa ini. Masa saat kau pernah buta dalam karya. Masa saat kau duduk di samping danau mengharap tulisan kerdilmu lolos dalam buku bersampul keren.

Kau memaksaku untuk mengeluarkan kata-kata indah, padahal kau jarang memberiku makan dengan sesuatu yang bergizi.

Kau yakinkan dirimu, bahwa kau akan bisa menulis. Bahwa tulisan-tulisan itu akan bisa dibaca oleh orang banyak. Saat itu kau mimpi.

Kau ingat? Kau bahkan tidak siap saat kau dikritik orang tentang tulisanmu. Kau belum kebal. Ingat ini! Saat kau berani keluar dari sangkarmu, maka ada banyak orang yang akan membunuhmu, begitu juga sebaliknya. Ada banyak orang yang akan membantumu bisa terbang lebih tinggi.

Tapi kau beruntung, kau punya jiwa yang tangguh. Kau tak putus asa, saat dikritik orang. Kau tetap di jalan ini.

Hahaha..

Janganlah menangis, ingat inilah jalan yang kau ambil! Berhentikan tangisanmu, suatu saat kau akan tersenyum.

Ingat, dunia ini berputar, ada saat kau di atas, ada saat kau di bawah!

Wahai diri ingat, ada masa kau harus menceritakan semuanya pada anak cucumu, tanpa terkecuali.

BACA JUGA: Kreator dan Sampah. Untukmu yang Sedang Galau untuk Berkarya

KEMATIAN

Hai aku, mati itu pasti. Dan kau tak tahu, kapan, di mana, dan bagaimana kau akan mati.

Yang jelas, aku pasti mati.

Ingatlah ini, di saat kau dihina.

Ingatlah ini, di saat kau diremehkan.

Ingatlah ini, di saat kau di atas.

Ingatlah ini, di saat jalanmu tak lagi tegak.

Ingatlah ini, apabila pikirmu hanyalah dunia.

Ingatlah ini, apabila tanganmu hanya kau gunakan untuk dunia.

Ya, dunia itu perlu, tapi tak akan mampu datangkan ketenangan. Hanya dengan akhirat, kau akan dapatkan kedamaian itu.

Alhamdulillah… ucapkan sekali lagi, alhamdulillah.

Sekali lagi, alhamdulillah. Bagaimana perasaanmu, tenang bukan?

BACA JUGA: Akhirnya Fokus Personal Brand. Lebih Baik Satu, daripada Banyak Gak Dapat Apa-apa

BERBAGI

Akan selalu ada cara untuk berbagi.

Tak hanya uang, tenaga, pikiran, tenaga, dan doa pun bisa.

Tak ada yang tahu, pada saat kapan, dengan apa, bagaimana dan seperti apa, amalan kita dinilai baik oleh Allah Azza wa Jalla.

Yang kita tahu dan harus pahami. Kita diwajibkan untuk terus berbuat baik tanpa lelah dan bosan sampai maut menghampiri.

Janganlah kau pikirkan uang! Ingat, uang akan membuatmu gelisah! Yakin sajalah, rezeki sudah ada yang mengatur. Terpenting kau bergerak, yakin sama Allah Azza wa Jalla. Rezekimu pasti datang.

Daripada mengingat dunia, mending kau ingat Allah, kau akan rasakan kedamaian.

Siap?

BACA JUGA: Kontemplasi Pengamen Cilik di Malam Hari di Surabaya

GELISAH

Nikmati kegelisahanmu! Apa katamu?

Ya, nikmati kegelisahanmu! Jangan kau benci! Sebab kau benci pun, ia tak akan pergi, malah bertambah dan menyukaimu.

Saat gelisah, bersyukurlah, kembalikan semua padaNya, maka kebencian itu akan berganti menjadi rasa syukur.

Damai…..

Tak percaya? Ya jangan percaya! Buktikan saja sendiri.

Siap?

BACA JUGA: Alhamdulillah 7 Tahun: Kuliah dan Kerja

TERBAIK

Apa pun itu lakukan yang terbaik!
apa pun itu lakukan yang terbaik!

Bila ada cacat, bersyukurlah!
Bila ada cacat, dan kau tak sanggup mengatasinya, karena sudah lakukan yang terbaik. Maka kembalikan padaNya!

Kau tahu apa? Karena Dia yang terbaik.

BACA JUGA: Alhamdulillah 7 Tahun: #3 Khusus Untukmu yang Masih Kuliah, yang Tidak Ingin Nganggur/Cepat Kerja Setelah Lulus

DIBALAS

Keburukan orang jangan dibalas! Kembalikan itu pada Allah. Orang lain jangan izinkan untuk mengacaukan pikiran positifmu.

Tarik napas, ucapkan alhamdulillah, dan kembalikan pada Allah.

Balaslah dengan berbuat baik. Itu akan membuatmu tetap berpikir positif.

Tidak mudah memang. Karena memang ini sangatlah berharga. Jika mudah berarti ya tak berharga.

22.20

Mata sudah mulai sayup, dada kembali berdetak dengan tenang.

Wahai diri, ingat untuk selalu berkarya! Ingat untuk selalu berbagi ilmu. Ya ilmu apa pun yang kamu bisa bagi. Karena kau tak tahu, amalan apa yang membuat Allah itu senang.

Kau tak tahu pada kata, titik, koma, huruf, atau tanda tanya apa yang membuat Allah tersenyum dan mencintaimu.

Teruslah bergerak. Teruslah tersenyum. Teruslah berkarya. Jangan pedulikan mereka yang mencibir dan semacamnya! Jangan lihat mereka yang mencatuhkan! Jangan lihat sisi hitam dirimu yang meragukan dirimu sendiri!

Lawan itu semua. Jadikan kecintaanmu padaNya dan pada Rasulullah shollallohu’alaihi wasallam sebagai energi yang tak pernah hebis untuk terus bergerak, berkarya dan berbagi.

Ingat sesungguhnya segala hal yang ada di kamu sekarang, adalah titipan. Suatu saat akan diambil kembali oleh sang pemilikNya.

Ruang Mimpi,

22.27 WIB

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here