video animasi video animation sandi iswahyudi(+Video Animasi) Lika-liku Belajar Membuat Video Animasi — Hingga hari ini, saya telah menghasilkan 11 video animasi, lima video adalah projek. Sedangkan lainnya video eksplorasi dan saya jadikan portofolio.

Selama itu, saya terus berusaha untuk cari peluang dan mengembangkan diri. Mencari informasi tentang pembuatan video serta aplikasi-aplikasi untuk mengedit video.

Saya tawarkan ke teman, share ke sosial media, dan mulai membuka diri. Bahwa saya juga seorang pembuat video animasi. Selain saya juga seorang blogger. O ya sampai saat ini pun sebenarnya saya masih bingung, sebutan untuk seorang video animasi itu apa.

Kalau orang yang suka ngeblog disebut blogger. Orang yang suka foto disebut fotografer. Terus kalau video, videografer. Apakah saya masuk disebutan videografer itu? Hem.. tapi intinya itulah saya suka dan menggeluti pembuatan video animasi.

Saya membuat video animasi ini, gunakan tiga aplikasi, yaitu power point 2013, video scribe, dan adobe premiere. Awalnya saya gunakan power point. Kemudian ingin mengembangkan diri merambah ke yang lainnya.

BACA JUGA: 18 Blogger dari Berbagai Kalangan, Berbagi Manfaat, Tips-Trik Ngeblog Pada Mahasiswa Baru FPP UMM

Kalau sekarang power point dan video scribe sudah udah mulai menguasai. Sedangkan adobe premiere masih belum.

Saya di premiere kenalnya masih saat proses ngerender. Proses penggabungan video dan musik jadi satu. Alhamdulillah Jumat (1/7) mulai masuk ke tahap berikutnya, yaitu layering, memberikan efek, sama teks di video.

Di video itu jika Anda teliti, di detik awal, video agak buramkan? Itu saya kasih efek buram beberapa detik. Kemudian di sisi kanan atas, Anda akan melihat logo sandiiswahyudi.com, itu logo yang saya masukkan dengan teknik layering. Teknik ini bisa digunakan juga untuk menghadirkan beberapa video dalam satu waktu.

Seperti di stasiun TV pernah lakukan. Mereka siaran langsung dengan memunculkan dalam satu layar, beberapa wajah reporter diberbagai daerah.

Kemudian di sesi terakhir, Anda akan melihat informasi siapa yang membuat dan bagaimana cara menghubunginya. Itu teknik seperti di film-film. Di mana biasanya, di akhir sesi selalu memunculkan informasi siapa yang membuat-mendukung film tersebut.

Itu saya menambahkan teks lewat adobe premiere.

Sebenarnya fitur-fitur di adobe premiere sangatlah banyak, hanya saja saya masih belum familiar. Lewat perkembangan ini saya bersyukur bisa hasilkan video lebih baik lagi dari sebelumnya.

Belajar dari mana?

Kalau video scribe dan adobe premiere saya belajar di online. Jadi download tutorialnya di youtube dan baca di web. Kalau bertemu dengan pakar yang bisa operasikan dua ini saya masih belum.

BACA JUGA: 5 Tips Bagimu Supaya Tidak Terjerumus Saat Pertama Kali Pilih Blog Self Hosted

Sebab kata beberapa teman yang saya tanya dan temui, adobe premiere, terlalu kompleks. Jadi mereka kebanyakan merekomendasikan Sony Vegas/Filmora untuk mengedit video.

Berhubung alhamdulillah di laptop saya mendukung adobe premiere saya ingin menggelutinya. Toh saya yakin, kalau saya fokus dan terus berlatih dengan hal-hal baru pasti juga akan bisa.

Seperti sebelumnya saya belajar blog dari wordpress, dari yang tidak tahu menjadi familiar.

Tidak biasa karena belum terbiasa. Jika kita sabar, waktu yang akan membuat kita biasa dengan hal yang tak biasa.

Kenapa ingin belajar video?

Saya mulai tertarik dan terjun awal 2016 ini. Saat kenal dengan developer Indonesia yang memiliki website rootpixel.com. Mereka membuat video animasi hanya dengan power point. Akhirnya saya lihat hasil-hasil videonya keren.

Saya pun memutuskan untuk membelinya. Alhamdulillah ternyata setelah saya merasakannya, saya tidak salah membeli.

Lewat eksplorasi, kreatifitas, dan jiwa untuk terus berkarya. Saya menemukan kenikmatannya. Alhasil dengan ini, saya jadinya kenal dengan buat video lewat sektsa dan aplikasi adobe premiere.

Niatan lainnya saat itu, saya ingin membuat portofolio diri lewat video animasi. Supaya nanti saat melamar kerja, calon employer saya, terpesona pada pandangan pertama, hehe.

Ini video animasi pertama saya, sekaligus portofolio saya

Selain itu, saya berpikir jangka panjang. Ini bisa menjadi pelengkap saya dalam ngeblog. Serta menjadi semacam kelebihan saya lainnya.

Soalnya kalau saya amati, ngeblog bukan hanya menulis saja. Tapi juga mulai ada desain grafis dan vlog. La… saya berhubung tidak suka vlog, jadinya pakai video animasi seperti ini saja :).

Alasan lainnya, kalau saya baca dari beberapa literatur, ke depan video akan makin eksis. Sebab banyak orang tidak suka baca, tapi lebih suka menonton. Artinya, bisa jadi keterampilan dalam pembuatan video animasi semacam ini, makin dibutuhkan.

Apa sih keluh kesahnya?

Tiap sesuatu pasti memiliki nikmat dan tidaknya. Tapi baik dan tidaknya itu tergantung kita bagaimana melihatnya.

Seperti kata Prof. Dr. Hamka dalam bukunya, “Segala sesuatu di dalam alam ini baik dan buruknya bukanlah pada zat sesuatu itu, tetapi pada penghargaan kehendak kita atasnya, menurut tinggi rendahnya akal kita.

Pembuatan video animasi tidak bisa selesai satu dua hari, seperti menulis. Karena prosesnya buat video, saya harus mengonsep ide dan kemasan nantinya, menyatukan foto, tulisan/media lainnya. Kemudian memasukkan lagu, dan render jadi video. Kemudian saya cek, jika tidak pas, saya ulang proses edit dan render.

Walau sampai saat ini, saya mengerjakannya dua hari saja. Tapi, itu saat saya lagi libur, jadi pagi sampai malam bisa fokus ke video. Jika tidak, tentu bisa lima hari pengerjaan/lebih tergantung dari kompleksitas konten.

Terus yang bikin keluh kesah adalah masalah kuota, hehe. Upload tulisan ke blog tidak banyak memerlukan koneksi, sedangkan video lumayan, hehe. Apalagi saya biasanya dua sampai tiga kali upload, untuk klien dan akun di youtube saya.

Kesimpulannya, semuanya memiliki pernak-pernik yang kita harus menyadari dan menikmatinya.

Sejatinya pernak-pernik itu penguat proses dan menjadi salah satu alasan agar tidak putus asa atas apa yang sudah dijalani.

Bagaimana, apa Anda tertarik untuk membuatnya juga?

Berikut beberapa tips membuat video. Bagi Anda yang tertarik untuk terjun di dunia ini.

5 tips membuat video

  1. Jika Anda suka menonton film/video, mulailah membuat. Buat dari hal-hal yang simpel. Nikmati prosesnya. Ketika Anda sudah menikmati proses Anda pasti akan memiliki keinginan untuk terus tingkatkan keilmuan.
  2. Cari di internet software untuk mengedit video. Mungkin nantinya yang akan keluar, adobe premiere, sony vegas, filmora, atau lainnya. Saran saya ekplorasi semuanya, kemudian cari yang sesuai dengan Anda. Baru kemudian fokus pada satu aplikasi agar Anda paham cara pengoperasiannya dari mulai A-Z.
  3. Karya yang sudah dihasilkan jangan minder untuk Anda share ke medsos. Anda harus percaya diri dengan karya Anda sendiri. Jika takut dikritik. Jadikan itu sebagai cambuk untuk terus tingkatkan kualitas diri.
  4. Poin terakhir yang menurut saya penting, lakukan ini karena Anda suka, bukan karena terpaksa atau mencari penghasilan tambahan. Sesuatu yang Anda lakukan karena cinta, akan berubah jadi passion, dan itu yang membuat Anda menjadi ahli.

9 KOMENTAR

  1. Sebutan untuk orang yang membuat animasi? Hmm, setahu saya sih “Animator”. 😀
    Semangat terus Mas, semoga aja nanti bisa membuat film animasi sekelas Disney/Pixar. 🙂

  2. Wow wow wow…keren San, seru juga udah download skecth android dan quote app yang kamu saranin. Nice share and inspiring bro. Ga boleh tutup mata sebelah lagi lihat hal-hal di depan kita…sukses terus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here