Kulihat tatapan mata mereka, sejak usia itu telah dipaksa untuk membaca Alquran. Kemudian seiring waktu berganti dengan rindu bersama kalam Allah. Sebagaimana seorang kekasih tak akan lepas dari pasangannya. Bumi tak akan menjauh dari langit.

Dekat atau berada bersama dengan mereka—para penghafal Alquran—di satu lingkungan saja, rasanya hem… damai dan tenang. Itu yang kurasakan, kalau kamu? Apakah merasakan hal yang sama?

Apalagi saat mendengar cerita inspiratif Teuku Anugrah Rizqi (12) asal Banda Aceh. Umur segitu dia sudah merantau jauh dari orangtua demi menuntut ilmu dan mewujudkan cita-citanya.

Masyaa Allah, umur saya segitu dahulu masih tak bisa jauh dari orangtua. Sedangkan dia? Masih muda sudah berjarak pulau dengan orang-orang terkasihnya.

Alhasil nilai-nilai seperti kedewasaan, perjuangan, tanggung jawab, hingga arti kasih sayang orangtua dia peroleh.

Coba deh tonton selengkapnya ceritanya, dari video di atas!

Luar biasa. Poin yang saya tangkap, tentang bagaimana orangtua sejak dini menanamkan pada anak untuk merantau guna menuntut ilmu walau harus berjarak antar pulau itu tak jadi soal.

Kemudian bagaimana antara suami dan istri serta keluarga besar, sama-sama sepakat untuk merelakan anak yang masih umur segitu, jauh dari orang-orang terkasih.

BACA JUGA: Bacalah Sejenak, Jika Kamu Ingin Rasakan Dampak SSG Daarut Tauhiid untuk Kehidupan!

Masyaa Allah, semoga saya esok bisa menerapkan seperti itu pada anak-anak. Makanya hal yang saya lakukan sekarang ya… mengomunikasikan visi misi ke istri, dan pelan-pelan ke orangtua. Sehingga nantinya jika anak merantau, tak jadi soal lagi hehe ^_^

Terus juga tentang pentingnya penanaman agama sejak dini. Bekal yang penting untuk dimiliki generasi masa kini. Apalagi kita tahu, sekarang sudah memasuki masa akhir zaman.

“Cita-cita saya itu pengennya jadi chef serta penghafal Alquran,” tutur Anugrah.

***

Perjalanan saya ke Kampung Quran MataQu, dan bisa bekerja plus belajar di sini pasti tanpa sebab. Ada begitu banyak hikmah yang sedang Allah siapkan.

Entah apa saja itu. Tapi yang diajarkan oleh guru saya yakni Aa Gym, bahwa Allah dalam memutuskan sesuatu pasti enggak sia-sia, ada hikmah besar yang terkandung.

Hanya saja poin pentingnya, kita tahu itu apa enggak. Jika tidak, hal yang bisa dilakukan selain peka, juga doa padaNya, agar dibukakan pintu hikmah pada diri.

Bismillah… semoga dengan hadirnya saya di sini, ada banyak hikmah yang bisa saya petik. Salah satunya mengabadikan momen indah ini diblog ^_^

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here