personal brand blogger sandi iswahyudiAkhirnya Fokus Personal Brand. Lebih Baik Satu, daripada Banyak gak Dapat Apa-apa — Pada tulisan ini, saya akan bercerita berdasar pengalaman saya, tentang fokus dalam membangun personal brand. Jika, kamu merasa tulisan ini kamu butuhkan, baca sampai habis.

Jika tidak membutuhkan segera baca tulisan lain, atau kamu tutup blog sandiiswahyudi.com ini! Ya daripada membuang banyak waktumu. Tapi, saya selalu berusaha hadirkan tulisan yang bermanfaat bagi pembaca.

Ok, tanpa berlama-lama berikut kisahnya.

Personal brand ikutan-ikutan

Mungkin bagi kamu yang berteman dengan saya di facebook/instagram akan menyadari jika personal brand yang ingin saya bangun terlalu banyak: digital marketing, blogger, vlogger, traveler, dan video animator. Saya menyadari jadi kayak kereta saja, haha :D.

Sejujurnya, saya memasang itu semua, ya karena memang saya ingin dikenal seperti itu. Sampai-sampai saya gunakan hastag sesuai dengan brand yang ingin saya bangun. Ternyata ini salah.

Kalau urusan waktu. Saya belajar lebih awal sebagai blogger pada 2014. Sedangkan kemampuan menulis, saya belajar sudah sejak 2012. Digital marketing belajar sejak 2015. Brand yang lain yaitu vlogger, traveler dan video animator saya bangun sejak 2017-an ini.

BACA JUGA: Buku Mindset Carol S. Dweck, PH.D: Membuat Anda Sukses dengan Memahami Kekuatan Pola Pikir

Ya yang 2017 ini, saya sadari, saya ikutan yang lain. Masanya vlogger-traveler booming, saya ikutan dan ingin disebut semacam itu. Selain itu juga tuntunan supaya memiliki keunikan daripada blogger lainnya.

Kesalahan yang tidak saya sadari

Kesalahan yang awalnya tidak saya sadari, dan sekarang saya sudah menyadarinya, adalah soal membangun brand. Menciptakan hingga brand kuat itu butuh waktu yang gak sedikit. Butuh konsistensi, karya untuk menguatkan sekaligus sebagai bukti, serta mudah diingat orang.

Coba bayangkan dengan personal brand yang ingin saya bangun: digital marketing, blogger, vlogger, traveler, dan video animator. Apakah kamu ingat semua? Pasti tidak.

Kecenderungan manusia mengingat satu-tiga kata. Baiknya lagi ya satu kata. Iya gak? Makanya, dalam membuat domain blog, kita disarankan untuk menggunakan satu kata saja. Jika tidak dapat ya dua/tiga kata.

Selain itu yang lebih penting lagi adalah kedalaman keterampilan. Jadi sebenarnya saya ini ingin disebut ahli atau hanya sekadarnya saja? Jika saya ingin disebut ahli, maka saya harus fokus pada satu hal selama 10.000 jam (klik untuk menonton penjelasan hukum 10.000 jam).

Kalau kita mengulang-ulang suatu hal dan juga konsisten selama 10.000 jam, kita akan ahli dibidang itu (Dody Animation).

Jika tidak fokus, maka saya hanya tahu sekadarnya saja. Ya, hanya tahu atas-atasnya. Selain itu orang juga pasti gak akan kenal saya. Sebab mereka bingung dengan personal brand yang saya bangun.

Menemukan fokus

Cara Allah itu indah, dia ingin menasehati/menyelesaikan masalah kita, dengan mengutus orang yang kita gak pernah duga-duga sebelumnya.

Kemarin Sabtu (26/8) saat selesai sholat saya dipanggil oleh teman. Kami ngobrol banyak hal, salah satunya tentang brand. Ya, dia memberikan masukan kepada saya untuk fokus membangun brand. Jangan semuanya!

Sebab jika semuanya, saya gak akan bisa fokus, dan hanya membuang waktu saja. Apalagi dengan hukum 10.000 jam. Dia memberi saran untuk saya fokus pada satu hal saja, yaitu menulis.

Setelah saya renungi, ya, sebaiknya saya memang harus fokus. Mumpung masih muda. Jika tidak fokus, saya akan rugi sendiri, sebab saya hanya tahu atas-atasnya saja.

Lebih baik tahu satu, tapi mendalam, daripada tahu semuanya tapi permukaannya saja.

Menentukan fokus

Digital marketing, blogger, vlogger, traveler, dan video animator. Dari semua itu, yang awal saya kenal adalah blog. Blog yang membuat saya akhirnya mengenal semuanya. Saya mempelajari dunia blog juga sudah lama dari teknis sampai bisnis. Kemudian pelajari menulis juga sudah sejak 2012. Itu saya pelajari menulis untuk bisa masuk ke media cetak/online tingkat lokal-nasional.

BACA JUGA: 18 Blogger dari Berbagai Kalangan, Berbagi Manfaat, Tips-Trik Ngeblog Pada Mahasiswa Baru FPP UMM

Maka dengan mempertimbangkan ini, akhirnya titik fokus yang ingin saya dalami dan saya jadikan personal brand ke depannya adalah blogger dan digital marketing.

Sedangkan sebagai vlogger dan video animator hanya sebagai pengetahuan dasar yang saya cukup tahu saja. Tidak perlu saya mendalami ini.

Jadi kalau kamu sekarang juga masih bingung personal brand apa yang ingin kamu bangun. Kamu bisa menentukan seperti yang saya lakukan.

  1. Pilih personal brand yang kamu suka.
  2. Pilih yang membuatmu nyaman dan gak bosan untuk terus belajar.
  3. Pilih yang memberi manfaat bernilai ibadah di sisiNya. Ya, agar apa yang kita pelajari memberi manfaat di akhirat kelak. Aamiin.
  4. Setelah itu, fokus belajar tiap harinya. Share di sosmed tiap harinya tentang brand yang kamu bangun, serta jangan lupa hastagnya.
  5. Nikmati prosesnya, dan selalu berdoa, agar kita menjadi seorang ahli dibidang yang kita bangun.

Membangun personal brand

Setelah personal brand sudah ditentukan, hal yang kita lakukan selanjutnya adalah membangun personal brand.

Langkah sederhana pertama, berikan biodata yang sama disemua sosmed yang dipunya. Misal kalimatnya seperti ini “Seorang Blogger dan Pecinta Digital Marketing.”

Secara gak langsung nantinya warganet, akan mengetahui tentang diri saya sebagai ‘blogger dan digital marketing.’

Kedua gunakan hastag. Jika update status baik di facebook, twitter, IG/lainnya. Jangan lupa menggunakan hastag sesuai brand yang ingin dibangun. Kalau saya berarti #Blogger #DigitalMarketing. Fokus saja disitu. Nantinya, secara gak langsung follower/warganet, akan mengetahui saya sebagai blogger dan digital marketing.

Ketiga karya. Poin ini yang penting untuk menunjukkan seberapa kuat fondasi yang ingin dibangun. Juga mengukuhkan bahwa kamu pantas menyandang personal brand itu. Oleh karena itu, buatlah karya terbaikmu. Nikmati prosesnya dan ketika sudah jadi, tunjukkan pada semua orang tentang karyamu itu.

Kamu tidak harus menunggu sempurna, untuk berkarya. Tidak ada hal yang sempurna, dan semua karya awalnya adalah sampah. Maka jangan takut berkarya! Saran saya, mulai berkarya dengan hati dan karenaNya. Kamu pasti, akan dapatkan ketenangan dalam berkarya. Serta ada kekuatan dalam karyamu itu.

BACA JUGA: Kreator dan Sampah. Untukmu yang Sedang Galau untuk Berkarya

Keempat berguru. Dalam dunia blog, saya ingin mendalami copywriting dan SEO. Dua hal itu akan saya pelajari pada beberapa orang. Salah satunya Dewa Eka Prayoga, jika dalam copywriting.

Kamu juga harus menemukan guru untuk mendalami keterampilanmu. Bisa kamu dapatkan guru di offline/online. Guru ini, untuk mempercepat proses belajarmu juga.

Akhir kata bangun personal brand-mu dengan nilai dan cinta. Nikmati prosesnya,  dan jangan berhenti untuk berkarya! Serta tak lupa ucapkanlah selalu doa pada Yang Kuasa.

Personal brand itu bisa diciptakan, dibangun, dan dijadikan bagian dari kita.

16 KOMENTAR

  1. wah pencerahan sekali
    memang mas, mambangun brand itu susah, tapi akan enak jika dijalani
    saya sepakat nikmati proses ketika membuat karya terbaik
    that’s it!
    nikmat itu sungguh luar biasa

  2. Artikel yang bagus. Tampilan blognya juga keren dan Terkesan profesional.

    Setuju gan.

    Personal branding yang kuat adalah bukti kalau kita sudah menemukan diri sendiri, dan dapat memimpin orang lain untuk sampai di tempat kita berada.

    Tetap semangat ngeblog ya gan!

  3. Wuh terima kasih penjelasan dan tips-tipsnya, Masandi. Saya jadi kepikiran juga untuk mulai membranding diri sendiri. Soalnya selama ini saya ngeblog dan ngesocmed asli cuma buat senang-senang dan mengisi waktu. Sekarang banyak banget peluang yang bisa lahir dari sana dan sayang banget kalau dilewatkan. Saking banyaknya memang jadi harus fokus sama satu atau dua.

    Goodluck, Mas.

  4. Beberapa bulan lalu aku sempat mencoba menjadi vlogger pemula. Tapi setelah beberapa kali merekam video (tanpa sukses menggunggahnya ke channel youtube) aku sadar, passion aku cuma nulis dan moto. Bukan bikin video. Yang bikin sedih, karena sibuk bikin video, stock foto malah berkurang.
    Akhirnya aku sadar aku cuma nyaman menulis dan memoto.

  5. Makasih San sharingnya. Jadi kayak ngaca juga, sebagai manusia seringkali kita emang maruk ya pengin dapat semuanya. Tapi ga ada salahnya mencoba semua, dari situ kita akan tahu dan sadar dimana passion kita.
    Di satu sisi kita pengin fokus namun di sisi lain, klien sekarang tuntutannya makin banyak: blogger ga hanya dituntut bisa nulis aja. Nah itu yang bikin kita ga bisa fokus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here