Ayah bapak sandi iswahyudiPesan ini aku sampaikan untukmu nak, agar abadi. Bila aku berkata, mungkin kamu hanya akan ingat satu dua minggu saja. Namun bila, ditulis seperti ini. Insya Allah pesannya akan abadi, sampai kapan pun.

Apalagi esok, kau juga akan berganti profesi sebagai seorang bapak bukan? Semoga pesan ini juga tersampaikan ke anakmu/cucuku nanti. Aamiin


Pesan kedua ini memang tidak disampaikan secara langsung, tapi tersirat. Dan ini saya tulis agar pesannya selalu teringat dan bisa saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga juga, bagi kamu yang membacanya, mendapatkan manfaat dari tulisan ini.

Saya amati, belajar, dan merasakan sendiri, bahwa memang seorang bapak itu harus bisa bicara, tapi tidak banyak bicara. Maksudnya begini, kita tahu bahwa kadang, pesan yang disampaikan bapak tidak langsung tersampaikan dengan sempurna ke sang anak. Kadang pesan yang ingin disampaikan hanya dalam bentuk tindakan semata.

BACA JUGA: PesanBapak #1: Jangan Takut!

Di mana hal itu, kadang dimaknai lain oleh sang anak. Atau bahkan sang anak baru mengerti tentang pesan yang ingin disampaikan oleh bapak, saat sudah dewasa. Hal itu yang juga saya alami, beberapa pesan baru saya mengerti ketika sudah menginjak dewasa.

Maka dari itu, memang sebaiknya seorang bapak juga mampu berbicara dengan baik. Menyampaikan pesan tentang kehidupan, lebih-lebih tentang agama kepada sang anak. Sebab bapak memberikan karakter yang tak mampu diberikan oleh ibu, begitupun sebaliknya. Oleh karenanya kedua orangtua harus saling sinergi untuk memberikan karakter yang saling mengisi pada anak.

Seperti sang ibu memberikan karakter peduli, kasih sayang, dan lemah lembut. Sedangkan bapak memberikan karakter bijaksana, kerja keras, dan kepemimpinan.

Kemudian seorang bapak juga sebaiknya walau bisa berbicara dengan baik, tidak banyak bicara. Sebab kita tahu, bahwa ibu adalah seorang guru pertama dan terbaik bagi anak. Oleh karenanya, beliau diciptakan dengan karakter lebih banyak bicara daripada bapak.

Karakter bapak, lebih banyak bertindak daripada berbicara. Maka sebaiknya kita nanti, para calon bapak, membiasakan dari sekarang untuk bertindak solutif dan menjadi suri teladan bagi keluarga.

Tidak mudah memang melakukan ini, tapi jika ingin menciptakan keluarga yang baik, bertakwa kepada Allah, dan berfokus pada akhirat. Satu hal yang harus dilakukan, berubah mulai dari sekarang juga. Berubah mulai dari diriku dan dirimu sebagai seorang calon pemimpin dalam rumah tangga.

Bagaimana, siap?

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here