Rindu & Cinta Kutitipkan di Tanah Haram (6)

Sandi Iswahyudi

Rindu? 

Ya rasa itu yang kurasakan sekarang. Kulihat orang-orang itu pun juga merasakan kerinduan. 

Ada yang bahkan sudah bertemu 2x, bahkan banyak juga yang lebih dari itu. Dan kulihat mereka masih rindu ingin bercengkrama dan berlama-lama. 

Saat kerinduan sudah terekam di dalam mata, sumsum tulang hingga komponen terkecil dalam tubuh, rasa itu akan abadi dan tak mudah hilang. 

Kuberharap rasa rindu yang sudah bersatu dengan nafas, membawa kebaikan dan keberkahan sepanjang masa. 

Kembali ke kampung halaman membawa kebaikan dan diri yang lebih baik.

Membawa buah tangan memori yang semoga itu menjadikan setiap pribadi semakin tahu akan posisi dirinya, untuk apa di dunia ini, dan kemana tujuan akhirnya kelak. 

Kupu-kupu tak akan pernah meninggalkan mawar yang cantik merona. 

Walau sang kupu-kupu itu terbang menyusuri bumi Allah lainnya, ia tetap membawa memori akan keanggunan sang mawar. 

Diri ini pun menitipkan rindu pada tiga tempat mulia, Masjidil Aqsa, Masjidil Haram, dan Masjid Nabawi. 

Insyaa Allah atas izinNya, Dia kan memberangkatkan kami tuk melepas rindu dan mendulang cinta. 

Menikmati sujud, mengesakanNya, mendamaikan mata dan hati dengan melihat orang-orang bersegera menuju ampunan Allah.

Melihat para burung dara terbang, makan, dan beristirahat dengan menyebut namaNya. 

Ya Rabb, izinkan kami untuk tetap dalam kerinduan dan kecintaan mendalam kepadaMu dan kekasihMu yang mulia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kabulkan doa-doa saudara Muslim kami di seluruh dunia. Tabahkan kami, kuatkan kami, istiqomahkan kami dalam ketaatan, dan anugerahkan kami semua mati dalam keadaan syahid. Aamiin.

Aroma sedap, keindahan, dan kedamaian yang tak terlukiskan ini semoga menjadi penguat untuk kami tetap istiqomah dalam iman dan Islam hingga bertemu dengan Allah dan RasulNya kelak. Aamiin

Rindu telah menjadi cinta. Sebagaimana nektar berubah menjadi madu, dan menyehatkan bagi siapa saja yang menikmatinya. 

Ya Rabb, karuniakan kepada kami semua, rasa cinta mendalam kepadaMu dan RasulMu. 

Alhamdulillah, terima kasih ya Rabb, telah Engkau izinkan kami bertemu dan belajar kepada banyak orang untuk merindu serta mencintai.

Jangan jadikan semua kenikmatan ini berakhir ya Rabb! Namun tambah, tambah, dan tambah. Semoga menjadi kebaikan dan keberkahan dunia akhirat. Aamiin

Insyaa Allah esok diri ini kan kembali membawa keluarga dan anak-anak, agar mereka kenal sejak dini rasanya rindu dan cinta itu. 

Matahari terus menyinari tanpa lelah, kemudian berganti dengan rembulan yang meneduhkan. Siklus terus berputar menjadi salah satu bentuk cintaMu pada makhlukMu. 

Kutitipkan tunas rindu dan cinta di sini. Insyaa Allah esok kan kembali untuk memupuk, menyirami hingga memeliharanya. 

Bismillah

Ditulis di Hotel Dar Al-Tawhid Intercontinental, Makkah sambil mengingat memori di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram (Selasa, 14 November 2023 pada siang hari)

Baca juga:

Sandi Iswahyudi

Senang menulis sisi positif kehidupan dan berbagi catatan digital marketing. Memiliki usaha salah satunya jual Alquran grosir

Tags

Tinggalkan komentar

Open chat
Halo

Ada yang bisa dibantu?