kampung quran mataquAdakah yang rindu dengan pagi hari di kampung?

Bagi sahabat yang lahir dari kampung tentu begitu merindukan suasana kampung. Mulai dari semburat pagi yang indah, simfoni menentramkan batin, pergerakan dedaunan dan hewan-hewan mencari rezekiNya, hingga hiruk pikuk penduduk menjemput janji Allah.

Sungguh merindukan. Belum lagi dengan bau khas dapur rumah yang dihasilkan dari racikan tangan tulus sang ibu untuk keluarganya. Hem…

Kadang juga tak lupa secangkir kopi, teh atau susu sebagai kawan penjemput datangnya hari yang indah. Gorengan hangat sebagai teman pun tak lupa.

Ketika melihat atau membayangkan itu, senyum merekah pun hadir, sebagai tanda syukur padaNya, “Alhamdulillah.”

Sayang, semakin ke sini kampung-kampung itu mulai tergerus berubah menjadi wajah lain. Tapi rindu dan pernak-pernik memori di hati tak mudah untuk dihapus. Tetap, rindu pada kampung tetap ada hingga sekarang, iya enggak?

Alhamdulillah di Kampung Quran MataQu, sisi itu ada. Alam yang indah, nyanyian hewan-hewan yang saling bersahut-sahutan menentramkan batin dan pergerakan dedaunan sebagai relaksasi hati. Belum lagi dengan merdunya lantunan ayat-ayat ilahi dibacakan generasi muda calon penghafal Alquran di Pesantren Tahfidz Alquran MataQu

.

Hem… menambahkan sisi rindu luar dalam pada diri. Ternyata sisi kampung yang dirindukan itu ada di sini.

Kulihat jauh ke depan dengan asa, semoga rumah dengan sang ibu yang menyiapkan minuman serta gorengan hangat juga ada di sini.

Aku rindu pada kampung dan aku ingin hidup di dalamnya membangun generasi-generasi penggerak zaman.

Kamar Cyber, Rabu (24/10)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here