Untuk Sang Ibu: Bila Tak Tahu Sebaiknya Diam

Sandi Iswahyudi

adzan-cadar-puisi-islam
adzan-cadar-puisi-islam

Bergemuruh hati, mendengar, menutup, mendengar kembali. Kemudian mengambil langkah kecil menyuarakan pada dunia lewat tulisan. Bahwa saya muslim, dan saya tidak suka identitas muslim yaitu adzan dan cadar diolok-olok.

Apalagi di forum besar dan bergengsi semacam itu. Saya teringat, bahwa Allah tidak melihat hasil, melainkan usaha hambaNya.

Dia melihat hambaNya, berada dipihak mana dan bagaimana sikapnya melihat agama Islam dilecehkan.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita berpihak dan bertindak! Saya Muslim.

***

Teko mengeluarkan sesuai dengan isinya. Tak mungkin isi teko teh, yang keluar jus jeruk. Itulah hikmah yang saya dapat saat belajar dari Aa Gym.

Bahwa memang apa yang kita keluarkan sesuai dengan kondisi hati.

Makanya Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam selalu mengeluarkan kalimat-kalimat indah, karena isi dalam dirinya indah, damai, dan tenang.

Maka jika ibu tak tahu, sebaiknya belajar, jangan berpuisi semacam itu!

Ada begitu banyak keindahan dan hikmah tentang hijab dan adzan.

Berikut beberapa hikmah tentang adzan yang dengannya orang-orang masuk Islam:

1. Saat mendengar adzan, tiba-tiba Lieslie Carter menangis

2. Dr. Volker Enders awalnya merasa gila dengar adzan tiap hari

3. Lantunan adzan, wanita Yunani masuk Islam

4. Bule dengar adzan, lalu masuk Islam

5. Masuk Islam karena sering dengar suara adzan

Beberapa telah diabadikan dalam tulisan dan video.

Beberapa yang lain, hanya bisa diabadikan dengan hati.

Saran saya, sebaiknya ibu masuk ke lingkungan positif yang mengajarkan tentang indahnya hijab dan adzan.

Ibu akan merasakan kerinduan yang mendalam.

Kerinduan yang sulit untuk dideskripsikan dalam kata.

Kerinduan yang hanya bisa dibaca dengan hati.

Saran konkrit, cobalah ibu singgah sejenak ke Daarut Tauhiid Bandung.

Mampirlah ke masjidnya, berinteraksilah dengan muslimahnya.

Dengarlah adzan dengan seksama.

Insyaa Allah ibu akan merasakan kerinduan hati yang sangat dalam.

Sudah banyak yang buktikan, alhamdulillah.

Maka sebaiknya ibu merasakan juga.

Semoga hidayah dan ke istiqomahan kepadaNya selalu tercurah pada kita semua. Aamiin.

Baca juga:

Sandi Iswahyudi

Senang menulis sisi positif kehidupan dan berbagi catatan digital marketing. Memiliki usaha salah satunya jual Alquran grosir

Tags

4 pemikiran pada “Untuk Sang Ibu: Bila Tak Tahu Sebaiknya Diam”

  1. Subhanallah, aku jd rindu mendengarkan adzan. Meresapi tiap maknanya, nggak jarang bikin merinding.. Memang, katanya diam itu emas ya 🙂

    Balas
    • yuk2 kita dengarkan mbak 🙂 Semoga kita menjadi orang-orang yang selalu mudah untuk menikmati tiap lantunan adzan, dan bisa ambil hikmah dibalik semua itu

      Balas

Tinggalkan komentar

Open chat
Halo

Ada yang bisa dibantu?