Saya baru sadar satu hal ketika melihat ASUS ExpertBook Ultra. Selama ini kalau membicarakan laptop, kita sering sibuk membandingkan prosesor, RAM, storage, ukuran layar, atau GPU, padahal bagi orang yang setiap hari bekerja menggunakan laptop, yang lebih penting adalah bagaimana semua kemampuan tersebut membantu pekerjaan menjadi lebih nyaman dan produktif.
Apalagi cara kita bekerja sekarang sudah jauh berbeda. Satu laptop bisa digunakan untuk meeting dengan klien, membuka puluhan tab browser, mengelola campaign, membuat desain, mengedit video, menyimpan dokumen perusahaan, sampai menjalankan berbagai workflow AI.
Makanya, kebutuhan terhadap laptop profesional juga ikut berubah. Laptop tidak cukup hanya cepat, tetapi juga harus ringan dibawa, nyaman digunakan berjam-jam, mampu menangani multitasking, siap untuk AI, memiliki layar yang mendukung pekerjaan kreatif, cukup tangguh untuk mobilitas, dan memiliki sistem keamanan yang mampu menjaga data bisnis.
Dari situ saya melihat ASUS ExpertBook Ultra bukan hanya sebagai laptop dengan spesifikasi tinggi. ASUS mencoba membuatnya sebagai laptop bisnis flagship yang mengikuti cara kerja profesional modern, dengan menggabungkan performa, mobilitas, AI, display premium, durability, dan keamanan enterprise dalam perangkat yang tetap sangat ringan.
ASUS bahkan menempatkannya dengan positioning yang cukup berani: The Flagship of the Industry. Period.
Pertanyaannya kemudian, apa yang membuat ASUS begitu percaya diri dengan ExpertBook Ultra? Dan yang lebih penting, apakah berbagai kemampuan tersebut memang relevan untuk orang yang menjadikan laptop sebagai salah satu alat produksi utama?
Mari kita lihat dari kebutuhan kerja sehari-hari.
Daftar Isi
Ketika Laptop Menjadi Pusat Aktivitas Bisnis
Coba bayangkan satu hari kerja seorang pemilik digital agency. Pagi dimulai dengan meeting klien melalui Microsoft Teams, kemudian membuka proposal, spreadsheet, dashboard marketing, Google Analytics, Search Console, dan berbagai tools yang dibutuhkan untuk pekerjaan berikutnya.
Belum selesai satu pekerjaan, sudah masuk pekerjaan lain. Di sela-selanya mungkin harus membuka Canva, Figma, Notion, email, WhatsApp Web, cloud storage, dan beberapa platform AI untuk membantu riset atau brainstorming, sementara browser masih menyimpan puluhan tab yang belum ditutup.
Buat orang yang pekerjaannya seperti ini, masalah laptop sebenarnya bukan lagi sekadar apakah satu aplikasi bisa berjalan dengan cepat. Pertanyaannya adalah bagaimana laptop tetap mampu mengikuti ketika banyak pekerjaan harus dilakukan hampir bersamaan.
ASUS ExpertBook Ultra tersedia dengan konfigurasi hingga Intel® Core™ Ultra X9 388H, RAM hingga 64 GB LPDDR5x, dan penyimpanan hingga 2 TB PCIe Gen 5 NVMe SSD. Angka-angka ini tentu menarik, tetapi manfaat sebenarnya jauh lebih sederhana: memberikan ruang kerja yang besar untuk multitasking dan membantu mengurangi waktu yang terbuang karena menunggu aplikasi atau file diproses.
Karena pada akhirnya, kita tidak membeli RAM besar atau SSD cepat hanya untuk melihat angka spesifikasinya. Kita membutuhkannya supaya waktu kerja lebih banyak digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan, bukan untuk menunggu laptop kembali responsif.
Laptop Sekitar 1 Kg, tetapi Tetap Serius untuk Bekerja
Ada kompromi yang cukup sering kita temui ketika memilih laptop. Laptop yang ringan biasanya nyaman dibawa, tetapi performanya belum tentu cukup untuk pekerjaan berat, sedangkan laptop dengan performa tinggi sering kali harus dibayar dengan bobot dan ukuran yang lebih besar.
ASUS ExpertBook Ultra mencoba mempertemukan dua kebutuhan tersebut. Versi POLED memiliki bobot sekitar 0,99 kg, sementara versi Tandem OLED sekitar 1,09 kg, sehingga perangkat ini tetap sangat ringan untuk sebuah laptop profesional dengan kemampuan yang ditawarkan.
Manfaatnya mungkin baru benar-benar terasa ketika laptop digunakan secara mobile. Rumah, kantor, cafe, meeting klien, airport, hotel, semua bisa menjadi tempat kerja, dan semakin sering kita berpindah tempat, semakin terasa pentingnya membawa perangkat yang tidak membuat tas terasa berat.
Namun ASUS tidak berhenti pada desain tipis dan ringan. ExpertBook Ultra juga menggunakan ASUS ExpertCool Pro Technology untuk membantu mempertahankan performa ketika workload meningkat, sehingga konsep yang ditawarkan bukan sekadar laptop yang mudah dibawa, tetapi perangkat yang tetap dirancang untuk pekerjaan profesional.
Buat saya, kombinasi ini menarik. Ringan ketika dibawa, tetapi tetap serius ketika diajak bekerja.
AI Sudah Masuk ke Workflow Profesional
Beberapa tahun lalu, kemampuan AI pada laptop mungkin masih terasa seperti fitur tambahan. Sekarang situasinya berbeda karena AI sudah masuk ke banyak pekerjaan, mulai dari riset, analisis, brainstorming, pembuatan konten, sampai membantu pekerjaan administratif.
Digital marketer menggunakan AI untuk riset dan analisis. Copywriter menggunakannya untuk mencari ide, desainer untuk eksplorasi konsep, video editor untuk membantu produksi, sementara pemilik bisnis mulai menggunakannya untuk mengolah informasi dan meningkatkan efisiensi kerja.
Karena itu, laptop modern membutuhkan kemampuan yang lebih dari sekadar CPU dan GPU. ASUS ExpertBook Ultra menghadirkan NPU hingga 50 TOPS untuk membantu menangani workload AI tertentu secara lebih efisien.
Kalau istilah NPU terasa terlalu teknis, sederhananya CPU adalah pekerja serba bisa, GPU kuat untuk pekerjaan grafis dan komputasi paralel, sedangkan NPU dirancang khusus untuk workload AI yang didukung. Namun menurut saya, angka 50 TOPS sendiri bukanlah hal paling penting untuk dibicarakan.
Yang lebih penting adalah pertanyaan berikut: Apa yang bisa dilakukan dengan kemampuan AI tersebut dalam pekerjaan sehari-hari?
Dan di sinilah ekosistem AI ExpertBook Ultra mulai menarik.
ASUS AI ExpertMeet: Meeting Selesai, Pekerjaan Tidak Harus Dimulai dari Nol
Pernah selesai meeting satu jam, tetapi pekerjaan setelah meeting justru terasa lebih panjang?
Masih harus membuat transkrip, merapikan catatan, mengingat keputusan apa saja yang dibuat, mencatat siapa mengerjakan apa, kemudian mengirim follow-up kepada klien atau tim. Kalau meeting-nya hanya satu kali mungkin masih mudah, tetapi kalau dalam sehari ada beberapa meeting, pekerjaan administratif seperti ini bisa menghabiskan cukup banyak waktu.
ASUS AI ExpertMeet menghadirkan fitur AI Meeting Minutes yang dapat membantu melakukan transkripsi, membuat rangkuman, hingga membantu mengidentifikasi informasi penting dari meeting. Dengan begitu, pengguna tidak selalu harus mendengarkan kembali rekaman meeting secara keseluruhan hanya untuk mencari beberapa keputusan penting.
Bayangkan selesai meeting dengan calon klien, lalu percakapan tersebut dapat dibantu diubah menjadi transkrip, rangkuman, poin penting, dan tindak lanjut. Bagi pemilik bisnis atau agency yang melakukan banyak meeting, penghematan waktu seperti ini bukan sekadar fitur tambahan.
Karena pada akhirnya, waktu yang tidak lagi digunakan untuk pekerjaan administratif bisa dipakai untuk pekerjaan yang membutuhkan manusia: berpikir, mengambil keputusan, menyusun strategi, dan membangun hubungan dengan klien.
AI Translated Subtitles untuk Meeting Internasional
Bisnis sekarang juga semakin terbuka dengan pasar internasional. Agency Indonesia bisa menangani klien dari Malaysia, Singapura, Australia, Jepang, Eropa, dan berbagai negara lainnya, sehingga komunikasi dengan bahasa yang berbeda semakin mungkin terjadi.
ASUS AI ExpertMeet menyediakan AI Translated Subtitles yang dapat membantu menerjemahkan percakapan secara real-time melalui subtitle. Bagi pengguna yang sering mengikuti meeting internasional, kemampuan ini bisa menjadi alat bantu praktis tanpa harus terus berpindah aplikasi hanya untuk memahami percakapan.
Memang, fitur seperti ini bukan pengganti kemampuan berbahasa manusia. Tetapi sebagai alat bantu, teknologi tersebut bisa mengurangi hambatan komunikasi dan membuat proses meeting menjadi lebih praktis.
Pemrosesan AI Lokal untuk Efisiensi dan Privasi
Semakin banyak AI digunakan dalam pekerjaan, semakin penting pula kita memperhatikan jenis informasi yang diproses. Meeting perusahaan misalnya, bisa membahas strategi bisnis, harga produk, data pelanggan, rencana ekspansi, proposal, kontrak, hingga informasi internal yang tidak semuanya ingin diperlakukan seperti informasi publik.
Karena itu, kemampuan pemrosesan AI secara lokal menjadi menarik. ASUS menghadirkan sejumlah kemampuan AI yang dapat melakukan pemrosesan di perangkat, termasuk kemampuan tertentu dari AI ExpertMeet yang dirancang untuk bekerja tanpa internet pada workflow dan mode yang didukung.
Bagi pengguna bisnis, pendekatan seperti ini memberikan pertimbangan tambahan dari sisi efisiensi dan privasi. AI bukan hanya soal mendapatkan hasil dengan lebih cepat, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut digunakan dengan tepat ketika berhubungan dengan informasi yang memiliki nilai bagi perusahaan.
Business Watermark dan Screen Watermark untuk Melindungi Informasi
Keamanan data sering kali kita pahami sebatas menjaga file, password, dan akses pengguna. Padahal ada satu situasi lain yang tidak kalah penting, yaitu ketika informasi sensitif sedang tampil di layar dan dilihat oleh orang lain.
Bayangkan Anda sedang mempresentasikan proposal bisnis, laporan keuangan, strategi marketing, desain yang belum dirilis, atau data pelanggan. Seseorang di ruangan mungkin saja mengambil foto layar menggunakan smartphone, sehingga informasi yang sebenarnya aman di dalam laptop justru sudah keluar melalui tampilan visual.
ASUS AI ExpertMeet menyediakan Business Watermark dan Screen Watermark yang memberikan penanda visual pada tampilan. Fitur ini tentu bukan pengganti sistem keamanan data, tetapi bisa menjadi lapisan perlindungan tambahan ketika informasi sensitif sedang ditampilkan.
Menurut saya, ini menarik karena keamanan bisnis memang seharusnya dilihat lebih luas. Bukan hanya file yang tersimpan yang perlu dilindungi, tetapi juga informasi yang sedang kita tampilkan kepada orang lain.
ASUS MyExpert: Ketika Informasi di Laptop Sudah Terlalu Banyak
Ada masalah yang semakin sering muncul ketika bisnis berkembang: bukan kekurangan informasi, tetapi justru terlalu banyak informasi.
Bayangkan sebuah agency yang sudah menangani puluhan klien. Ada proposal, brief, laporan, presentasi, kontrak, spreadsheet, file desain, dokumen campaign, dan berbagai materi lain yang tersimpan di banyak folder.
Kemudian seseorang bertanya: “Proposal yang membahas strategi SEO untuk klien X itu ada di mana?”
File-nya mungkin ada. Masalahnya kita lupa menyimpannya di folder mana.
ASUS MyExpert menghadirkan kemampuan seperti Knowledge Hub, File Search, Advanced Tools, dan Chat untuk membantu pengguna mencari informasi berdasarkan konteks konten. Pendekatan ini cukup relevan bagi pemilik bisnis, agency, konsultan, marketer, dan profesional yang setiap hari berhadapan dengan banyak dokumen.
Karena waktu yang digunakan untuk mencari file sebenarnya juga merupakan bagian dari biaya produktivitas. Semakin banyak project yang dikelola, semakin terasa manfaat ketika kita bisa menemukan informasi yang dibutuhkan tanpa harus membuka satu per satu folder.
ASUS Zenni Claw dan Perkembangan Agentic AI
Perkembangan AI juga mulai bergerak dari chatbot yang sekadar menjawab pertanyaan menuju sistem yang dapat membantu menjalankan rangkaian pekerjaan. Konsep ini kemudian dikenal sebagai agentic AI.
Kalau chatbot bekerja dengan pola “saya bertanya, AI menjawab”, agentic AI bergerak ke arah “saya memberikan tujuan, kemudian AI membantu menjalankan beberapa pekerjaan untuk mencapai tujuan tersebut”. Perbedaannya memang terlihat sederhana, tetapi dampaknya terhadap workflow bisa cukup besar.
ASUS Zenni Claw dirancang sebagai platform agentic AI hybrid yang dapat menggabungkan pemrosesan AI lokal dan cloud, termasuk melalui API dari layanan seperti Google Gemini dan Anthropic. Dalam digital marketing, misalnya, pendekatan ini membuka kemungkinan workflow seperti riset market, pengumpulan informasi, analisis, penyusunan insight, pembuatan brief, hingga evaluasi.
Tentu bukan berarti semua pekerjaan kemudian kita serahkan kepada AI. Manusia tetap perlu menentukan tujuan, memeriksa hasil, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab terhadap output yang digunakan.
Namun pekerjaan repetitif bisa semakin banyak dibantu oleh AI. Bagi pemilik agency, ini berarti ada peluang untuk mengurangi waktu yang habis pada pekerjaan administratif dan mengalihkannya ke pekerjaan dengan nilai lebih tinggi, seperti strategi, kreativitas, client relationship, dan pengembangan bisnis.
Layar Tandem OLED untuk Mendukung Pekerjaan Profesional
Ada satu komponen laptop yang sering kalah populer dibandingkan prosesor, RAM, atau storage, padahal justru menjadi bagian yang paling sering kita lihat sepanjang hari: layar.
Kalau laptop digunakan 8 sampai 10 jam sehari, hampir semua pekerjaan berlangsung di sana. Kita membaca dokumen, melihat spreadsheet, membuka dashboard, mengerjakan desain, mengedit video, membuat presentasi, sampai melakukan meeting dengan klien.
ASUS ExpertBook Ultra menawarkan konfigurasi 14 inci 3K Tandem OLED dengan refresh rate hingga 120Hz dan HDR peak brightness hingga 1.400 nits. Angka tersebut memang terlihat teknis, tetapi manfaatnya sebenarnya cukup mudah dirasakan.
3K dan 120Hz untuk Pengalaman Visual yang Lebih Nyaman
Resolusi 3K membuat tampilan lebih tajam dan detail, sementara refresh rate hingga 120Hz membuat scrolling dan perpindahan visual terasa lebih halus. Kemudian brightness hingga 1.400 nits membantu ketika laptop digunakan di lingkungan dengan pencahayaan tinggi, seperti cafe dekat jendela, coworking space, airport, atau ruang meeting.
Bagi orang yang sering berpindah tempat, kemampuan seperti ini bukan hanya soal tampilan premium. Layar yang nyaman dilihat dan tetap mudah dibaca dalam berbagai kondisi pencahayaan akan berpengaruh terhadap pengalaman kerja sepanjang hari.
100% DCI-P3 untuk Desainer dan Kreator
Untuk desainer dan kreator, dukungan 100% DCI-P3 serta akurasi warna yang tinggi menjadi semakin penting. Karena bagi mereka, warna bukan hanya persoalan tampilan, tetapi bagian dari hasil pekerjaan yang nantinya dilihat klien dan digunakan dalam produksi.
Makanya, saya melihat layar pada laptop profesional bukan sebagai bonus. Kalau layar adalah sesuatu yang kita lihat berjam-jam setiap hari, kualitasnya memang seharusnya menjadi bagian dari pertimbangan utama.
Tandem OLED untuk Penggunaan Profesional Jangka Panjang
Teknologi Tandem OLED menggunakan dua lapisan OLED yang dirancang untuk menghasilkan tingkat kecerahan tinggi sekaligus membantu efisiensi dan umur panel. Pendekatan ini menjadi menarik ketika perangkat memang diposisikan sebagai laptop profesional yang digunakan dalam waktu lama.
Laptop kerja bukan perangkat yang hanya dipakai 30 menit kemudian disimpan. Perangkat bisa menyala selama berjam-jam, digunakan setiap hari, dan menjadi bagian dari aktivitas kerja selama bertahun-tahun.
Karena itu, kualitas panel seharusnya tidak hanya dilihat dari pertanyaan “bagus atau tidak”. Pertanyaan yang lebih relevan adalah apakah layar tersebut nyaman digunakan dan mampu mendukung pekerjaan yang kita lakukan setiap hari?
ASUS ExpertBook Ultra untuk Berbagai Kebutuhan Profesional
Tidak semua profesional menggunakan laptop dengan cara yang sama. Karena itu, menarik untuk melihat bagaimana kombinasi spesifikasi ExpertBook Ultra diterjemahkan ke dalam kebutuhan pekerjaan yang berbeda.
Untuk Digital Agency
Digital agency memiliki kebutuhan yang cukup kompleks karena satu perangkat bisa digunakan untuk banyak jenis pekerjaan. Mulai dari branding, desain, social media, digital advertising, SEO, copywriting, editing video, presentasi, meeting klien, riset, sampai penggunaan AI.
Seorang profesional bahkan bisa berpindah dari pekerjaan strategis ke pekerjaan kreatif dalam waktu singkat. Setelah membahas strategi dengan klien, beberapa menit kemudian sudah harus membuka software desain, kembali ke spreadsheet, lalu masuk lagi ke meeting berikutnya.
Karena itu, perangkat yang digunakan agency perlu fleksibel. Kombinasi CPU kuat, RAM besar, GPU Intel Arc pada konfigurasi tertentu, SSD cepat, NPU, dan layar premium membuat ExpertBook Ultra relevan bagi profesional yang membutuhkan performa sekaligus mobilitas.
Tentu saja laptop ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan workstation khusus untuk pekerjaan 3D ekstrem atau workload yang sangat spesifik. Namun untuk digital agency yang membutuhkan perangkat kerja serbaguna dan mudah dibawa, pendekatan ExpertBook Ultra cukup masuk akal.
Untuk Digital Marketer
Digital marketer mungkin tidak membutuhkan GPU sebesar workstation atau laptop gaming. Namun ada satu hal yang hampir selalu menjadi kebutuhan: multitasking.
Dalam satu workflow, digital marketer bisa membuka Google Analytics, Search Console, Meta Ads Manager, Google Ads, spreadsheet, Canva, Figma, Notion, ChatGPT, Gemini, Claude, email, WhatsApp Web, serta puluhan tab browser.
Dengan konfigurasi RAM hingga 64 GB, ExpertBook Ultra memberikan ruang yang besar untuk kebutuhan multitasking tersebut. Tujuannya bukan supaya kita bisa membuka ratusan tab browser, tetapi supaya pekerjaan tidak terus terganggu hanya karena terlalu banyak aplikasi harus berjalan bersamaan.
Buat saya, ini jauh lebih relevan daripada sekadar mengatakan “RAM-nya besar”. Karena yang sebenarnya kita cari adalah workflow yang tetap nyaman ketika pekerjaan semakin banyak.
Untuk Desainer dan Kreator
Bagi desainer, layar merupakan salah satu alat kerja yang sangat penting. Kesalahan warna, detail yang kurang akurat, atau tampilan yang tidak sesuai bisa berpengaruh terhadap hasil akhir ketika desain dipresentasikan kepada klien atau masuk ke tahap produksi.
ExpertBook Ultra dengan layar 3K Tandem OLED, dukungan 100% DCI-P3, serta akurasi warna tinggi dirancang untuk kebutuhan visual profesional. GPU Intel Arc pada konfigurasi tertentu juga membantu menangani berbagai workload grafis yang didukung.
Kombinasi tersebut membuat perangkat ini relevan untuk pekerjaan seperti branding, UI/UX, social media design, presentation design, photo editing, motion graphics, dan berbagai pekerjaan kreatif lainnya. Apalagi ketika desainer membutuhkan perangkat yang mudah dibawa untuk meeting atau bekerja dari lokasi berbeda.
Untuk Video Editor
Video editing membutuhkan kombinasi komponen yang seimbang. CPU bekerja untuk proses komputasi, GPU membantu workload grafis, RAM digunakan untuk multitasking dan pengolahan data, sementara SSD harus mampu menangani file video berukuran besar.
Di sisi lain, semua komponen tersebut menghasilkan panas ketika digunakan dalam waktu lama. Karena itu, video editor bukan hanya membutuhkan performa tinggi, tetapi juga sistem pendingin yang mampu membantu mempertahankan performa ketika pekerjaan berlangsung cukup panjang.
ExpertBook Ultra menawarkan hingga 64 GB RAM, storage hingga 2 TB, GPU Intel Arc pada konfigurasi tertentu, layar 3K Tandem OLED, serta sistem pendingin ExpertCool Pro. Bagi video editor yang sering berpindah lokasi, kombinasi tersebut memberikan keseimbangan antara performa dan mobilitas.
ExpertCool Pro untuk Membantu Menjaga Performa
Laptop dengan performa tinggi akan menghasilkan panas ketika digunakan untuk workload berat. Jika temperatur terlalu tinggi, sistem dapat menurunkan performa untuk menjaga keamanan komponen, sehingga performa awal yang tinggi belum tentu selalu bertahan ketika pekerjaan semakin berat.
ASUS ExpertCool Pro dirancang untuk membantu mengendalikan panas dan mempertahankan performa pada workload yang meningkat. Sistem pendinginnya menggunakan kipas dan heatsink yang dirancang untuk perangkat dengan bodi tipis.
Bagi pengguna, manfaatnya sebenarnya sederhana. Laptop bukan hanya perlu cepat ketika pertama kali digunakan, tetapi juga perlu berusaha mempertahankan performanya ketika kita sedang melakukan rendering, export video, multitasking, pengolahan data, atau workload AI dalam waktu yang lebih panjang.
Durability: Laptop Ringan Tidak Harus Berarti Rapuh
Ada satu hal yang menurut saya menarik dari ExpertBook Ultra, yaitu bagaimana ASUS memperlihatkan durability perangkat ini secara langsung. Bukan hanya mengatakan laptop sudah melewati pengujian ketahanan, tetapi memperlihatkan beberapa pengujian ekstrem di depan pengguna.
ExpertBook Ultra menggunakan magnesium-aluminium chassis dan teknologi Nano Ceramic, serta dirancang memenuhi standar MIL-STD-810H. Tetapi buat saya, demonstrasi langsung justru membuat klaim tersebut lebih mudah dipahami karena kita bisa melihat bagaimana perangkat menghadapi tekanan secara nyata.
Dan beberapa pengujiannya cukup ekstrem.
Diuji dengan Beban hingga 100 Kg
Dalam salah satu pengujian, ExpertBook diberi beban secara bertahap hingga mencapai 100 kg. Dalam pengujian tersebut, perangkat tetap berfungsi dan tidak mengalami kerusakan fisik maupun layar retak.
Tentu bukan berarti laptop boleh dijadikan meja. Poinnya adalah memberikan gambaran mengenai ketahanan struktur perangkat ketika menghadapi tekanan yang mungkin terjadi secara tidak sengaja selama mobilitas.
Bayangkan laptop berada di dalam tas yang penuh dengan charger, kamera, buku, hard disk, dokumen, dan barang lainnya. Tekanan seperti itu mungkin saja terjadi, sehingga ketahanan terhadap beban memberikan margin perlindungan tambahan.
Keyboard Spill-Resistant
Bekerja di cafe punya satu risiko klasik yang mungkin pernah dialami banyak orang: kopi dan laptop kadang tidak akur.
ExpertBook memiliki keyboard dengan fitur spill-resistant, dan dalam demonstrasi keyboard diuji dengan tumpahan air dalam jumlah banyak lalu tetap dapat digunakan. Fitur ini tentu bukan berarti laptop boleh sengaja disiram air, tetapi memberikan perlindungan tambahan ketika terjadi kecelakaan seperti minuman yang tumpah.
Menurut saya, perlindungan seperti ini justru relevan untuk perangkat kerja sehari-hari. Karena kerusakan laptop tidak selalu datang dari kejadian besar, terkadang masalahnya hanya dimulai dari satu gelas minuman yang jatuh di waktu yang salah.
Drop Test hingga Sekitar 120 Cm
ExpertBook juga diperlihatkan melalui drop test dari ketinggian sekitar 120 cm, kurang lebih setara dengan tinggi meja kerja. Selain itu, bagian layar dan engsel diuji melalui penggunaan berulang untuk melihat bagaimana perangkat menghadapi benturan dan tekanan.
Hal seperti ini penting untuk laptop yang memang dirancang mobile. Karena dalam penggunaan nyata, laptop tidak selalu diperlakukan dengan lembut, apalagi ketika pengguna sedang terburu-buru berpindah meeting atau memasukkan perangkat ke dalam tas.
Port LAN Diuji dengan Beban 8 Kg
Ada juga pengujian yang cukup menarik pada port LAN seri ExpertBook. Laptop diangkat menggunakan kabel LAN yang dikaitkan dengan beban kettlebell sekitar 8 kg untuk menguji ketahanan bagian tersebut.
Sekilas memang terdengar berlebihan. Namun justru dari sini terlihat bahwa durability tidak hanya diperhatikan pada bodi utama laptop, tetapi juga pada komponen yang sering berinteraksi langsung dengan pengguna, seperti port dan konektor.
Keamanan Laptop untuk Melindungi Perangkat dan Data Bisnis
Untuk laptop bisnis, durability tentu belum cukup. Ada hal lain yang nilainya bahkan bisa jauh lebih besar daripada harga laptop itu sendiri, yaitu data yang tersimpan di dalamnya.
Bayangkan laptop seorang pemilik bisnis hilang. Perangkatnya mungkin bisa dibeli kembali, tetapi database pelanggan, proposal, kontrak, laporan keuangan, strategi bisnis, password, desain, footage, dokumen perusahaan, dan informasi klien belum tentu bisa digantikan.
ASUS ExpertGuardian dan Keamanan Enterprise
Karena itu, ExpertBook Ultra dilengkapi ASUS ExpertGuardian dan berbagai teknologi keamanan enterprise. Di antaranya TPM 2.0, Microsoft Pluton, Intel Boot Guard, Intel BIOS Guard, perlindungan BIOS, firmware resiliency, fingerprint, Windows Hello, serta fitur keamanan lainnya.
ASUS juga menempatkan NIST SP 800-193 sebagai salah satu fondasi keamanan platform. Jadi pendekatan keamanan tidak hanya dimulai setelah Windows terbuka, tetapi dirancang sejak level perangkat dan firmware.
Bagi pemilik bisnis, pendekatan seperti ini penting karena nilai sebuah laptop tidak berhenti pada perangkat kerasnya. Data yang tersimpan di dalamnya bisa memiliki nilai bisnis yang jauh lebih besar.
OPAL 2.0 SED untuk Perlindungan Storage
Pada konfigurasi storage tertentu, ExpertBook Ultra mendukung OPAL 2.0 SED yang dapat memberikan perlindungan enkripsi storage berbasis hardware. Ini menjadi relevan bagi pengguna yang menyimpan informasi bisnis sensitif di dalam perangkat.
Karena ketika laptop hilang, pertanyaannya bukan hanya bagaimana mendapatkan perangkat tersebut kembali. Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah bagaimana memastikan data bisnis tidak ikut hilang atau jatuh ke tangan yang tidak berwenang.
Bagi pemilik bisnis, data sering kali memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada perangkat tempat data tersebut disimpan. Karena itu, keamanan laptop bisnis memang perlu dilihat dari perspektif yang lebih luas.
Windows Hello dan Perlindungan Kamera
Meeting online sudah menjadi bagian normal dalam pekerjaan profesional. Kamera digunakan untuk meeting klien, presentasi, interview, konsultasi, webinar, hingga komunikasi internal dengan tim.
ExpertBook Ultra mendukung Windows Hello melalui kamera IR untuk autentikasi wajah dan menyediakan perlindungan fisik kamera. Pendekatan ini memberikan lapisan tambahan untuk keamanan sekaligus privasi ketika kamera tidak sedang digunakan.
Sederhana memang. Tetapi justru hal seperti ini yang kadang kita lupakan, padahal kontrol fisik terhadap kamera tetap menjadi bagian penting dari privasi.
Baterai 70 Wh untuk Mendukung Mobilitas Kerja
ExpertBook Ultra menggunakan baterai 70 Wh, dengan klaim daya tahan hingga 26 jam dalam kondisi pengujian tertentu. Hasil penggunaan aktual tentu dapat berbeda karena dipengaruhi workload, tingkat brightness, koneksi Wi-Fi, aplikasi yang digunakan, dan kondisi lainnya.
Namun kapasitas baterai yang besar tetap memberikan keuntungan bagi profesional yang sering bekerja mobile. Semakin lama perangkat bisa digunakan sebelum mencari charger, semakin fleksibel pula kita berpindah dari satu aktivitas ke aktivitas berikutnya.
ASUS juga menyediakan fast charging dengan klaim pengisian hingga 50% dalam sekitar 30 menit. Bagi orang yang sering berpindah meeting, kemampuan seperti ini cukup praktis karena waktu untuk mengisi daya terkadang memang hanya tersedia sebentar.
Siapa yang Cocok Menggunakan ASUS ExpertBook Ultra?
Saya kira penting untuk tetap realistis bahwa ExpertBook Ultra bukan laptop yang harus dibeli semua orang. Kalau kebutuhan Anda hanya browsing, mengetik dokumen, membuka email, menonton video, dan pekerjaan ringan, kemampuan laptop ini mungkin memang terlalu tinggi.
Namun ceritanya berbeda bagi orang yang menjadikan laptop sebagai salah satu alat produksi utama. Ada beberapa kelompok profesional yang kemungkinan akan lebih merasakan manfaat dari kombinasi performa, mobilitas, AI, display, durability, dan keamanan yang ditawarkan.
Pebisnis dan Eksekutif
Pebisnis menggunakan laptop untuk meeting, dokumen, presentasi, komunikasi, pengolahan data, hingga pekerjaan operasional. Karena itu, mereka tidak hanya membutuhkan performa, tetapi juga mobilitas dan keamanan.
Digital Marketer
Digital marketer membutuhkan kemampuan multitasking untuk menjalankan dashboard advertising, analytics, SEO tools, spreadsheet, browser, dan berbagai platform AI. RAM besar dan performa yang stabil menjadi bagian penting dari workflow tersebut.
Digital Agency
Agency membutuhkan perangkat yang mampu berpindah dari strategy ke meeting, desain, content, editing, presentation, hingga AI. Fleksibilitas menjadi penting karena satu perangkat dapat digunakan untuk banyak jenis pekerjaan.
Desainer dan Kreator
Desainer membutuhkan layar berkualitas, akurasi warna, RAM besar, GPU, serta storage yang cepat. ExpertBook Ultra mencoba menggabungkan kebutuhan tersebut dengan mobilitas yang tetap tinggi.
Video Editor
Video editor membutuhkan kombinasi CPU, GPU, RAM, storage, display, dan cooling yang seimbang. ExpertBook Ultra menawarkan kombinasi tersebut dalam perangkat yang relatif ringan untuk sebuah laptop profesional.
Profesional yang Serius Mengeksplorasi AI
Bagi profesional yang mulai membangun workflow AI untuk bisnis, kemampuan NPU serta ekosistem seperti AI ExpertMeet, MyExpert, dan Zenni Claw memberikan ruang untuk mengeksplorasi penggunaan AI yang lebih jauh.
Jadi, Apa yang Sebenarnya Menarik dari ASUS ExpertBook Ultra?
Kalau hanya melihat satu spesifikasi, ExpertBook Ultra tentu masih bisa dibandingkan dengan berbagai laptop lain. Prosesor bisa dibandingkan, RAM bisa dibandingkan, storage bisa dibandingkan, layar bisa dibandingkan, dan kemampuan AI pun bisa dibandingkan.
Tetapi setelah melihat keseluruhannya, menurut saya yang menarik justru bukan satu spesifikasi tertentu. Yang menarik adalah bagaimana berbagai kemampuan tersebut ditempatkan dalam satu perangkat yang tetap ringan dan ditujukan untuk profesional.
Ada performa tinggi untuk pekerjaan profesional, RAM hingga 64 GB untuk multitasking, NPU hingga 50 TOPS untuk workload AI tertentu, AI ExpertMeet untuk membantu meeting, MyExpert untuk membantu mencari informasi, serta Zenni Claw untuk mengeksplorasi agentic AI.
Kemudian ada layar 3K Tandem OLED untuk pekerjaan visual, bobot sekitar 1 kg untuk mobilitas, ExpertCool Pro untuk membantu menjaga performa, durability untuk penggunaan mobile, dan ExpertGuardian untuk keamanan enterprise.
Kalau dilihat satu per satu memang menarik. Tetapi ketika semuanya digunakan dalam satu workflow, nilai yang ditawarkan menjadi lebih mudah dipahami.
Laptop Bukan Sekadar Pengeluaran, tetapi Alat Produksi
Ada cara lain untuk melihat harga sebuah laptop. Bukan hanya bertanya, “Berapa harga laptop ini?”, tetapi juga bertanya, “Berapa banyak pekerjaan yang bisa saya selesaikan dengan lebih cepat, nyaman, dan aman menggunakan perangkat ini?”
Kalau laptop digunakan 8 sampai 10 jam sehari selama bertahun-tahun, perangkat tersebut sebenarnya merupakan salah satu alat produksi utama. Bagi pemilik agency, laptop menjadi tempat menghasilkan pekerjaan klien; bagi digital marketer, menjadi pusat pengelolaan campaign; bagi desainer, menjadi studio kreatif; dan bagi video editor, menjadi workstation.
Bagi pebisnis, laptop bahkan bisa menjadi pusat operasional, komunikasi, data, meeting, dan pengambilan keputusan. Sementara bagi profesional yang mulai serius menggunakan AI, laptop menjadi salah satu fondasi dari workflow baru yang semakin bergantung pada teknologi.
Makanya, memilih laptop profesional bukan hanya tentang membeli teknologi terbaru. Kita sebenarnya sedang memilih perangkat yang akan menemani cara kita bekerja, berkembang, dan menghasilkan sesuatu selama beberapa tahun ke depan.
ASUS ExpertBook Ultra dan Cara Kerja Profesional yang Semakin Berubah
Dunia kerja terus berubah. Bisnis semakin digital, data semakin banyak, marketing semakin membutuhkan konten dan analisis, agency semakin mengandalkan workflow digital, kreator membutuhkan perangkat yang semakin kuat, dan AI semakin masuk ke berbagai proses kerja.
Dalam kondisi seperti itu, laptop bukan lagi sekadar alat untuk mengetik. Ia bisa menjadi workstation, studio kreatif, ruang meeting, pusat komunikasi, alat analisis, pusat data, sekaligus pintu masuk menuju berbagai teknologi AI.
ASUS ExpertBook Ultra mencoba menggabungkan kebutuhan tersebut dalam sebuah laptop bisnis flagship yang tetap sangat ringan untuk dibawa. Pendekatannya bukan hanya mengejar performa, tetapi juga memperhatikan mobilitas, AI, kualitas display, durability, dan keamanan.
Itulah yang membuat positioning “The Flagship of the Industry. Period.” menjadi menarik untuk dilihat secara lebih utuh. Bukan semata-mata karena satu spesifikasi yang paling tinggi, tetapi karena ASUS mencoba menghadirkan berbagai kebutuhan profesional dalam satu perangkat.
Bagi orang yang hanya sesekali menggunakan laptop, semua kemampuan tersebut mungkin terasa berlebihan. Namun bagi Anda yang setiap hari mengelola bisnis, menjalankan campaign, membuat desain, mengedit video, meeting dengan klien, mengolah data, dan mulai memasukkan AI ke dalam workflow, kebutuhan terhadap perangkat seperti ini menjadi lebih masuk akal.
Karena pada akhirnya, kita tidak membutuhkan laptop yang sekadar bisa bekerja. Kita membutuhkan perangkat yang mampu mengikuti cara kita bekerja, membantu kita bergerak lebih cepat, tetap nyaman ketika digunakan dalam waktu lama, dan memberikan perlindungan ketika pekerjaan semakin bergantung pada data.
ASUS ExpertBook Ultra mencoba berada di ruang tersebut: sebuah laptop bisnis flagship untuk profesional yang cara kerjanya terus berubah, terus berkembang, dan semakin dekat dengan teknologi AI.
Dan menurut saya, di situlah nilai sebuah laptop profesional sebenarnya berada. Bukan hanya pada seberapa tinggi spesifikasinya, tetapi pada seberapa besar perangkat tersebut membantu kita bekerja lebih efektif dan punya lebih banyak waktu untuk melakukan pekerjaan yang benar-benar penting.







