6 tips pembeli dan penjual properti sandi iswahyudi blogger indonesia
Bisnis properti memiliki prospek yang bagus untuk dijadikan pilihan investasi

Tips Bagi Pembeli dan Penjual Properti — Bisnis properti saat ini sedang gencar-gencarnya, baik melalui seminar atau pembangunan dibeberapa daerah.

Di daerah saya saja, Kota Batu setidaknya ada dua pengembang yang sedang melakukan pembangunan perumahan. Rata-rata tempatnya strategis dengan pemandangan khas Kota Batu.

Selain itu di Malang juga saya jumpai, ada beberapa pengembang yang melakukan hal serupa.

Bagi konsumen, semacam ini memberikan ragam pilihan. Sehingga bisa mendapatkan hunian yang diidam-idamkan dengan harga yang sesuai. Sedangkan bagi produsen, hal ini menandakan persaingan yang semakin ketat. Berikut ada enam tips bagi pembeli dan penjual properti.

Pertama, tidak melampaui batas

Efek negatif dari tersedianya beragam tipe perumahan dari pengembang yang berbeda-beda. Membuat kamu kadang kala bingung untuk menentukan pilihan. Apalagi jika pengembang misalnya memberikan penawaran menarik bagimu.

Atau misalnya kamu memiliki ambisi yang tinggi untuk memiliki rumah impian.  Saran saya sebaiknya belilah perumahan yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan. Jangan sampai karena memenuhi ambisi, kamu melupakan kebutuhan lainnya.

Kedua, waspadalah pada praktik pembangunan

Era sekarang, kamu harus selalu waspada dalam segala hal. Seperti ketika kamu berencana untuk membeli perumahan baik untuk investasi/bagi keluarga. Waspadalah terhadap pengembang yang mengorbankan kualitas rumah.

Berikut beberapa hal, yang bisa kamu lakukan agar tidak mendapatkan pengembang yang tidak berkualitas.

Sebelum membeli, sebaiknya periksa dengan teliti rekam jejak pengembang. Jangan mudah terpancing dengan promosi-promosi yang menggiurkan. Carilah dari berbagai referensi terkait harga perumahan di daerah tersebut.

Kemudian, kamu juga bisa tanyakan pada konsumen lain yang sudah menggunakan perumahan pengembang. Bagaimana tanggapan mereka tentang kualitas rumahnya. Terakhir, kamu juga memeriksa dengan detail bangunan rumah yang akan kamu beli.

Ketiga,  kenali unsur-unsur biaya tersembunyi

Setiap penjualan rumah, akan selalu ada unsur-unsur biaya tersembunyi. Sebagai pembeli, kamu wajib mengenali dan mempersiapkan tunjangan untuk biaya-biaya tersebut. Dikutip dari bankrate.com, biayanya meliputi: biaya originasi, biaya pemeriksaan, pajak properti, biaya penilaian properti, dan biaya asuransi hipotek.

Keempat, bandingkan fasilitas perumahan satu dengan lainnya

Dampak positif berkembangnya bisnis properti, kamu bisa membandingkan banyak hal. Salah satunya terkait fasilitas yang diberikan kepada pembeli. Bandingkan fasilitas perumahan satu dengan lainnya dengan kebutuhanmu.

Misalnya tentang keamanan, lokasi yang strategis, keberadaan toko, dan lain-lainnya. Jangan buru-buru untuk membeli. Sebab, kamu menempati bukan untuk satu-dua tahun saja.

Kelima, bicarakan komisi

Saat pasar mengalami pergeseran, persaingan akan semakin ketat, dampaknya harga dan komisi cenderung berubah sewaktu-waktu. Alhasil agen akan menerima komisi yang rendah. Maka kondisi semacam ini, bicarakan dengan agen dengan baik. Jangan terlalu agresif terhadap komisi, agar hubungan kamu sebagai penjual dengan agen berjalan harmonis!

Keenam perhatikan dapur dan kamar mandi

Berikan desain dan dekorasi yang unik dan tetap elegan pada dapur dan kamar mandi. Dua ruangan itu menjadi dua hal yang biasanya diperhatikan oleh pembeli. Dapur digunakan sebagai pusat untuk mengolah makanan dan biasanya berdekatan dengan ruang makan.

Sehingga kebersihan dan desain yang menarik membuat aktivitas memasak dan makan menjadi lebih nikmat. Sedangkan kamar mandi, perhatikan pencahayaan, fentilasi, kebersihan, dan desainnya. Sebab kamar mandi, menjadi ruangan wajib tiap harinya yang dikunjungi minimal dua kali sehari.

Jadi tahun ini siap untuk membeli/menjual rumah? Semoga enam tips bagi pembeli dan penjual properti di atas bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here