Hotel Grand Mercure sandi iswahyudi
Lobi Hotel Grand Mercure (Sumber agoda.com)

Pengalaman Lucu-Hikmah Menginap di Hotel Grand Mercure, Jakarta — Saat masuk pertama kali Hotel Grand Mercure, tas saya dan teman-teman media dari berbagai daerah dicek dahulu melalui alat metal detektor. Hem tidak pernah tiga kali menginap hotel di Surabaya, Solo, dan Batu seperti ini.

Mungkin sebagai salah satu cara untuk meminimalisir tindak kejahatan. Saya sih, setuju aja, itu juga buat kebaikan semuanya.

Selain itu, sayakan belum pernah menginap di hotel bintang empat seperti Hotel Grand Mercure Maha Cipta ini, yang terletak di Jl. Hayam Wuruk No. 36-37.

Setelah itu saya masuk, dan wouw luar biasa, ruang lobinya besar dan mewah. Di sisi kiri saya ada kafe, samping kanan resepsionis, dan di depan ada restoran dan jalur lift.

Saya dan tamu undangan lainnya langsung menuju ke lantai 3 untuk chek in dan ambil kunci ke panitia Zen Festival Indonesia 2015. Baru kemudian menuju kamar masing-masing.

Saya satu kamar dengan Mas Arif blogger Malang di lantai 17, nomor 1701.

Kejadian lucu saat gunakan lift

Saat gunakan lift ada kejadian lucu yang tidak akan pernah saya lupakan. Yaitu setelah kami masuk ke lift, terus memecet tombol 17, tidak bisa.

“Lo, ko gak bisa mas?” Tanya saya pada Mas Arif. Mas Arif mengulangi lagi untuk memencetnya tetap saja gak bisa.

Untung saja ada seorang bapak membawa koper masuk, dan mengetahui kepanikan kami.

“Gak bisa mas kalau seperti itu. Mas harus sorot kartu kunci kamar, terus pencet tombolnya, baru nanti bisa. Supaya kalau malam gak ada tamu yang tak diundang datang mas,” Ucap bapak tersebut.

Kemudian Mas Arif melakukan sesuai arahan, dan alhamdulillah bisa. Kalau misal gak ketemu sang bapak, mungkin kami akan di lift lebih lama lagi.

Saya pun langsung tersenyum ke Mas Arif, hehe memang saya belum pernah merasakan yang seperti ini mas. Soalnya saya biasanya yang manual, semua orang bisa akses. Ternyata kalau di Hotel Grand Mercure, untuk menggunakan lift menuju lantai yang diinginkan harus pakai kartu kunci kamar. Tapi kalau kita dari lantai atas, ke ruang lobi bisa langsung pencet, tanpa sorot kartu.

Kamarnya luas, berkelas, dengan Wi-Fi yang mantap

 

Saat masuk berada di depan kamar 1701, saya langsung sorot kartu untuk membuka pintu kamarnya. Terus kartu tersebut saya taruh di wadah yang membuat listrik di kamar hidup dengan otomatis.

Kami langsung taruh tas, lepas jaket, dan menghidupkan AC. Maklum perjalanan panjang, dari Malang-Jakarta, apalagi udara Jakarta yang panas, hehe.

Saat itu kami tak langsung rebahan. Tapi foto kondisi kamar dahulu, mulai dari kamar mandi dan kamar tidur :).

Ternyata Mas Arif juga suka foto. Jadinya kami cocok, sama-sama suka fotografi dan ngeblog. Kalau memiliki hobi yang samakan, enak dan gak ngerasa aneh. Soalnya kamar hotel difoto-foto, kayak kurang kerjaan gitu 😀

Di kamar 1701 , fasilitasnya, ada sofa panjang, TV antena, mini bar, dan minuman (kopi dan teh) yang bisa kami seduh.

Pemandangan dari sini juga bagus, bisa melihat sebagian wajah Jakarta.

Kamar mandinya seperti pada umumnya, airnya bisa untuk panas atau dingin. Membedakannya di sini, cuma dari segi desain dan kualitas saja.

“Alhamdulillah ya mas, lewat jalan ngeblog, kita bisa merasakan hotel bintang 4,” ucap saya ke Mas Arif.

Mas Arif langsung mandi, sedangkan saya menunggu sambil Wi-Fian :). Alhamdulillah tiga hari dua malam, saya sudah upgrade OS ke lollipop. Terus download banyak aplikasi, streaming, dan download dua video lagu Gombloh.

Mantaplah Wi-Fi di kamar 1701 lancar dan cepat. Sehingga kemarin kami lebih banyak akses internet daripada nonton TV.

Makan paginya banyak pilihan

Kemarin saya makan pagi Kamis dan Jumat yang letaknya di lantai dua. Kamisnya, saya mengambil nasi putih, daging, sayuran, serta  sambal. Setelah itu mencicipi roti, dan ditutup dengan buah segar.

Sedangkan Jumatnya, baru saya pilih nasi goreng, sayur, daging, dan sambal. Setelah itu penutupnya buah-buahan.

Pihak Hotel Grand Mercure menyediakan beragam makanan-minuman yang enak dan menggoda. Namun saya memilih makanan seperti di atas. Strategi yang saya gunakan, tiap jenis makanan saya ambilnya sedikit. Supaya bisa merasakan lainnya, hehe.

Saya lihat orang sekitar juga sama. Mereka rata-rata mengambil sedikit, sehingga bisa merasakan yang lain.

Suasana ruangannya pun nyaman, terbukti saya dan tamu undangan Zen Festival Indonesia 2015 makan sambil ngobrol. Sehingga semakin menambah keakraban dan kenikmatan makan pagi. Ada yang berbincang dengan teman lama atau kenalan baru.

Selama di Hotel Grand Mercure saya tidak hanya di kamar dan makan saja. Rabu malam, dari pukul 8 malam hingga 10 malam, saya bertemu dengan Lisvy, teman lama yang sekarang tinggal di Jakarta.

Kami membicarakan banyak hal, mulai dari keadaan, passion masing-masing, serta tentang dunia blog. Soalnya Lisvy, juga masuk di kelas BBM yang saya adakan. Dia termasuk peserta kelas yang antusias.

Pengalaman menginap saya di hotel ini dan lainnya, sungguh luar biasa. Karena hanya bermodal tulisan dan blog saya bisa merasakannya. Hingga sekarang saya sudah merasakan empat hotel gratis beserta restonya.

Bagi saya yang masih mahasiswa dan dari keluarga yang biasa saja. Tentu pengalaman seperti ini tak akan terlupakan, dan menjadi motivasi untuk terus komitmen dan konsisten ngeblog. Ngeblog bukan hanya untuk diri sendiri, namun juga disebarkan ke yang lain.

Mungkin bagi yang lain, pengalaman menginap di hotel tidak berkesan sama sekali. Lain halnya bagi saya.

Semoga pengalaman luar biasa ini, bisa selalu menjadi motivasi bagi saya untuk konsisten ngeblog dan berbagi. Serta menjadi langkah kecil untuk menuju kesuksesan.

Hikmah yang saya dapatkan

Selain itu, ada beberapa hikmah yang saya dapatkan saat menginap di Hotel Grand Mercure yang didapatkan dari fasilitas sebagai tamu undangan ASUS Indonesia.

Salah satu hikmahnya, lewat jalan menulis saya bisa merasakan hal-hal hebat lainnya. Mimpi-mimpi saya sedikit demi sedikit terwujud.

Menulis adalah salah satu jalan mempercepat mimpi. Jadi bagi kamu yang suka menulis, namun belum konsisten segeralah menulis dan ngeblog.

4 Tips menginap di Hotel Grand Mercure

Tip-tip di bawah ini bisa kamu gunakan saat menginap di Hotel Grand Mercure atau di tempat lainnya. Semoga bermanfaat ya, soalnya tip-tip yang saya berikan, hasil dari pengalaman saya pribadi.

  1. Jangan takut untuk bertanya! Kalau kamu tidak tahu, segeralah bertanya baik ke tamu hotel lainnya atau langsung ke pegawai hotel. Malu bertanya sesat di jalan.
  2. Jangan panik, tetap santai dan nikmatilah! Kalau terjadi sesuatu, jangan panik, santai, bertanya ke yang lain, dan nikmatilah. Seperti saat saya dan Mas Arif di lift Kami menikmatinya dengan tertawa, sebab memang ini pengalaman baru.
  3. Saat sesi makan pagi hari. Sebaiknya jangan ambil banyak, untuk satu jenis makanan. Ambillah secukupnya, supaya bisa merasakan menu yang lain.
  4. Segera tulis dan abadikan pengalaman kamu di blog. Jangan pernah berpikir, pengalaman kamu tidak bermanfaat! Maka tulis dan abadikan di blog, kemudian bagi ke yang lain.

Terakhir, terima kasih buat ASUS Indonesia, telah mengundang dan memberi kepercayaan pada saya sandibrand.com, untuk hadir di acara Zen Festival Indonesia 2015.

Sukses selalu, dan semoga di tahun berikutnya, saya dapatkan kesempatan lagi untuk hadir.

34 KOMENTAR

  1. haha…aku pernah gitu, paling males kalo ke gedung, serasa jadi teroris. tapi memang buat keamanan mereka pake standar Paman Sam, dan terutama di hotel macam itu pastilah tau standarnya gmna. Gedung-gedung di Jakarta rata-rata gitu Sandi, bahkan biasanya lift masing-masing lantai kadang beda, misal dari lt.1-12 lift 1, lt.13-20 lift.2 gitu, terus kalo masuk ke gedung emang lewat detektor dan kita dikasih kartu visit dengan nuker id kita…
    semoga dengan ngeblog saya bisa dapet berkah juga nantinya 😀

  2. Sedikit revisi aja Mas, hotel Grand Mercure itu sudah masuk klasifikasi bintang 5. Dalam jaringan hotel Accor Grand Mercure klasifikasi nya di atas Hotel Mercure (tanpa grand) yang hanya bintang 4

  3. Hihihii…pengalaman yang berharga ya Sandi. Di Semarang rata2 hotel sudah pake kunci lift juga, jadi hanya orang yg nginep di lantai tertentu saja yg bisa mengakses tombol lift sesuai nomor lantainya masing2 🙂

  4. Sama sih saya juga pas naik lift bingung, pas mencet nomor lantai kok gak bisa…eh tiba2 ada bapak2 datang yg nginep disitu trus ngasih tahu…duh katrok banget aku wkwkwk…
    Salam kenal mas sandi 🙂

  5. Alhamdulillah mas, berkah ngeblog banget ini 🙂
    Udah dapat kesempat nginap di 4 hotel yang berbeda dari ngeblog? wih.. salut!

    Saya aja yang baru dapat tiket pesawat gratis udah senangnya kebangetan.. heheheh

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here