yayasan gskb gerakan sadar kebaikan buku sandi iswahyudi
Beberapa tim GSKB

Apa yang mereka cari? Rela meluangkan waktu istirahatnya untuk pertemuan singkat ini. Rela menyisihkan waktu malam bersama keluarga/kegiatan yang disuka dengan pertemuan yang terkesan foya-foya.

Ha, foya-foya? Mereka saya lihat hanya menyiapkan nasi tumpeng, gorengan, dan minuman air kemasan.

Mereka yang hadir, termasuk saya, harus urunan satu orang minimal Rp 15.000,-. Apakah ini termasuk foya-foya?

Tidak ini bukan foya-foya, melainkan saya melihatnya sebagai bentuk rasa syukur, sederhana dan kekeluargaan. Kami menanggung bersama perayaan kecil ini. Perayaan di mana GSKB (Gerakan Sadar Kebaikan Buku) telah berumur yang ketiga tahun.

Yah GSKB, perkumpulan yang awalnya saya tahu adalah komunitas. Baru kemudian Oktober 2015 mereka bertransformasi menjadi yayasan. Perkumpulan yang sekarang sudah berbadan hukum untuk bergerak dan memperkuat daya efeknya pada adik-adik panti asuhan.

Sedangkan nilai sederhana, mereka hanya menyiapkan makanan ala kadarnya di base camp GSKB yang itu merupakan kerelaan seorang warga di Tirto Landungsari, untuk mengizinkan kami menggunakannya.

Saya pribadi hadir di dalamnya tidak mempermasalahkan hal ini. Saya suka dan menikmati tiap momennya. Aura positifnya begitu luar biasa. Membuat saya semakin menyakini dan menguatkan diri bahwa jalan yang saya ambil tidaklah salah.

Inilah jalan yang nanti akan membuat saya menikmati hidup, dan memberi semacam arti bagi orang lain. Serta berkumpul dengan mereka yang positif yang memikirkan orang lain, membuat saya semakin produktif.

Apakah kamu merasakan hal yang sama ketika berkumpul dengan komunitas/orang-orang yang positif dan produktif?

Di GSKB saya bertemu dan satu tim dengan mahasiswa baru-akhir, dosen, manajer salah satu pusat perbelanjaan di Malang, wirausaha hingga mereka yang sudah bekerja semuanya ada.

Mereka di GSKB tentu tak mencari uang. Mereka mencari kebahagiaan, kedamaian, dan tempat untuk ikut terjun memberi kontribusi positif bagi negeri.

Senyum dan kebahagiaan bagi adik-adik panti asuhan itulah yang kami cari. Senyum ketika kami datang dan mengajak mereka dengan kegiatan positif.

Tawa saat kami ajak mereka bermain outbound. Kegiatan yang membuat mereka bebas bereskpresi dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

Senang, saat mereka dengan percaya diri mengangkat tangan, untuk menyampaikan pendapat di depan umum.

Semoga dengan peringatan hari lahirnya GSKB yaitu 7 Januari 2016, membuat kami semakin menguatkan diri tuk selalu berada di jalan ini.

Jalan yang tak mudah, namun jika kami bersatu dan saling menguatkan, akan terasa ringan dan nikmat.

Jaya selalu GSKB-ku! Teruslah berkibar menebar manfaat pada negeri.

Teruslah membuat simpul senyuman pada adik-adik panti asuhan.

Jika esok misalnya kami lupa dengan segala mimpi ini dengan adik-adik panti. Tolong ingatkan kami, supaya kami tetap di jalan yang lurus. Tetap di jalan ini bersamamu dan mereka yang peduli.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here