3 Hikmah dan 3 Misi Datang di Zen Festival Indonesia 2015 di Jakarta

Zen Festival Indonesia 2015

Pemandangan dari dalam pesawat terbang maskapai Garuda, saat perjalanan menuju Jakarta. Memenuhi undangan ASUS Indonesia dalam acara Zen Festival Indonesia 2015 (Dok. Pribadi)

Lewat blogger, Allah memberangkatkan saya ke Jakarta selama tiga hari dari Rabu-Jumat (18-20/11) dengan naik pesawat terbang maskapai Garuda dari Bandara Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Hem, sungguh pengalaman yang luar biasa. Serta tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Kalau saya dengan profesi masih sebagai mahasiswa bisa berangkat naik pesawat Garuda pulang pergi gratis. Alhamdulillah.

Lewat pengalaman ini, saya semakin yakin dengan jalan sebagai penulis. Saya bisa mewujudkan mimpi-mimpi saya, salah satunya lewat blog (Baca selengkapnya: 8 Manfaat Saya dengan Menjadi Blogger).

Mungkin bagi sebagian besar orang/pembaca blog, hal ini adalah biasa dan tidak istimewa. Apalagi bagi mereka yang sudah bekerja dengan gaji perharinya jutaan.

Tapi jika melihatnya dari segi prestasi pasti berbeda.

Saya mendapatkan tiket pulang pergi naik pesawat Garuda gratis, karena diundang sebagai blogger oleh ASUS untuk hadir di acara Zen Festival 2015 di Jakarta.

Bukan hanya tiket saja, namun akomodasi dan lain-lainnya saya juga mendapatkannya. Alhamdulillah.

Sehingga pengalaman naik pesawat terbang, adalah kedua bagi saya. Setelah sebelumnya, saya pernah naik pesawat pakai maskapai Lion menuju Universitas Mulawarman, Samarinda.

Ketika pertama kali naik pesawat ke Kalimantan, terlihat jelas bagaimana sikap saya yang panik dan bingung. Tapi saat naik pesawat terbang kedua, rasa itu sudah hilang, sebab saya telah mengetahui proses-prosesnya (Baca selengkapnya: 5 Romantika Perjalanan dari Batu-Samarinda, Menjadi Pembicara di Universitas Mulawarman).

Selain itu dalam proses perjalanan saya berangkat pukul 9 pagi dari rumah. Soalnya lokasinya dekat sama rumah.

Hikmah pergi ke acara Zen Festival Indonesia 2015

Setiap kehidupan pasti membawa hikmah, apalagi ketika kita bepergian. Saya senang sekali jalan-jalan, karena setiap perjalanan membawa hikmah tersendiri. Begitu juga, ketika saya ke Jakarta untuk menghadiri undangan dari ASUS Indonesia.

Berikut beberapa hikmah yang saya dapatkan, semoga memberi manfaat hingga inspirasi bagi pembaca.

Zen Festival Indonesia 2015

Makanan, buku panduan acara Zen Festival Indonesia 2015, sama kartu nama sebagai blogger (Dok. Pribadi)

Pertama menulis tidak mengenal kasta dan semua orang bisa

Saya sendiri mulai mengenal dunia menulis ketika kuliah semester awal, masuk di UKM FDI (Forum Diskusi Ilmiah) UMM dan aktif di sana sampai semester akhir.

Kalau misal saya tidak masuk dan konsisten belajar di UKM tersebut, tentu saya tidak bisa seperti sekarang ini.

Saya baru sadar dan tergugah untuk menulis pun sejak bertemu dan dibimbing sama Mas Wawan, sesepuh di UKM FDI.

“Sandi kamu sekarang itu—saat saya semester 6—bukan saatnya lagi menjadi fasilitator. Namun sudah saatnya untuk berkarya,” ucap beliau sampai mengulangi beberapa kali ke saya dalam waktu yang berbeda.

Hingga akhirnya, saya tersadar dengan pesan beliau, dan saya pun mulai menulis pertama kali di Harian Surya.

Sejak itulah saya mulai menulis dan mengembangkan diri. Apalagi sejak kenal dengan blog, fokus dan komitmen saya untuk terjun di dunia menulis lebih besar. Alhamdulillah karier menulis serta mimpi saya, sedikit demi sedikit terwujud.

Kemudian pas saya kemarin bertemu sekilas dengan rekan-rekan yang diundang ASUS Indonesia, yaitu mulai dari media pada umumnya hingga blogger.

Saya menemukan satu kesamaan, khususnya blogger, yaitu mereka bisa ke sini karena kemampuan dalam menulis. Kalau tidak memiliki kemampuan itu, tentu saya dan mereka tidak akan bisa hadir di acara Zen Festival Indonesia 2015 ini.

Jadi, dari pengalaman ini membuktikan bahwa menulis itu tidak mengenal kasta dan semua orang bisa.

Kedua, menulis mewujudkan mimpi

Saya masih ingat saat melihat video motivasi. Mimpimu jangan hanya ada di otak saja, tuliskan. Jika tidak begitu mimpimu akan menguap/hilang.

Menulis ternyata bukan hanya aktivitas untuk mengabadikan mimpi hingga gagasan.

Iya juga salah satu alat, untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita. Saya menemui banyak orang, yang dia bisa jalan-jalan, diundang sebagai pemateri, hingga mimpi terwujud berkat dari keaktifan mereka menulis.

Saat di acara Zen Festival Indonesia 2015, saya juga bertemu dan bicang-bincang dengan mereka yang suka dan komitmen menulis.

Contoh lainnya, misal seperti saya. Alhamdulillah dengan saya fokus dan komitmen menulis, mimpi-mimpi saya satu persatu terwujud.

Ketiga, pertemuan dengan teman dunia maya hingga mereka yang memiliki mimpi sama

Saya ingat perkataan dari seorang ibu, “Sandi, Allah itu akan mempertemukan satu orang dengan lainnya tanpa disangka-sangka, yang mereka memiliki mimpi sama. Jadi kuatkan mimpimu, dan tunjukkan pada dunia karyamu. Maka Allah akan mempertemukanmu dengan orang yang memiliki mimpi sama. ”

Saya datang di acara ini, juga dipertemukan dengan banyak teman dunia maya. Di mana sebelumnya saya belum pernah kenal lewat dunia nyata.

Misalnya dengan admin di ASUS Zentalk, teman-teman di komunitas Warung Blogger, serta orang-orang baru dengan mimpi yang sama.

Misi datang di Zen Festival Indonesia 2015

Undangan dari ASUS Indonesia dalam acara Zen Festival 2015, saya gunakan dengan sebaik-baiknya.

Zen Festival 2015

Suasana saat gala dinner di ballroom Hotel Grand Mercure kemarin malam (Rabu, 18/11) . Di sini saya bertemu teman-teman baru (Dok. Pribadi)

Pertama, bertemu dengan teman, rekan hingga guru

Saya di Jakarta ada beberapa teman, rekan, dan guru.

Maka momen ini saya gunakan untuk bersilaturrahim dengan mereka. Rencananya hari ini, saya akan bertemu dengan Pak Teguh Sudarisman.

Beliau adalah seorang editor dan travel writer, saya mengenal beliau dari bukunya, terus lewat media sosial. Kemarin saya sudah bikin janji sama beliau yaitu siang.

Semoga saya diberi kesempatan oleh Allah untuk bersilaturrahim dan belajar dari beliau.

Kemudian saya juga ingin bertemu sama Ibu Kartina Ika Sari, seorang writerpreneur yang sudah memiliki jam terbang tinggi. Beliau hari ini, katanya akan ke Jakarta.

Selain juga nanti saya ingin bertemu dengan teman-teman blogger lainnya.

Terus kemarin malam (Rabu, 18/11), alhamdulillah saya bisa bertemu dengan teman lama satu Komunitas Booklicious Malang, Lisvy namanya.

Saya kenal Lisvy sejak masuk di Booklicious Malang. Kami kemarin bertemu di lobi Hotel Grand Mercure, dari pukul 8 malam sampai 10 malam.

Kami berbicara banyak hal, salah satunya tentang dunia blog, mimpi, dan passion masing-masing. Selain itu, Lisvy juga bergabung di kelas BBM. Jadi momen ini sekaligus sebagai momen pemerkuat supaya dia tetap konsisten dan fokus untuk terjun di dunia blog.

Kedua, bertemu dengan orang baru hingga kolaborasi/kerja sama

Saya orang yang suka jalan-jalan, berkomunitas, dan berada di lingkungan baru.

Karena dari sana, saya akan dapat banyak hal salah satunya ilmu. Di sini nanti, saya ingin belajar banyak hal, hingga nanti bisa tukar pendapat dengan mereka.

Ketika bertemu dan berbincang-bincang, biasanya akan muncul kesempatan untuk kerja sama atau kolaborasi. Saya nanti juga ingin dapatkan kesempatan itu.

Karena acara Zen Festival Indonesia 2015 lingkupnya dunia.

Ketiga, sebagai motivasi dan pengalaman untuk nanti dibagi ke yang lain

Misi lainnya, saya orang yang suka berbagi dengan ilmu yang saya punya.

Sebab memang, hak ilmu adalah diamalkan. Maka ketika ilmu tidak diamalkan, iya akan minta pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Maka, kesempatan datang di acara keren seperti ini, yang tidak semua orang mendapatkannya. Akan saya manfaatkan sebaik-baiknya dengan berkenalan, belajar, dan mengeksplorasi sekitar.

Esok, pengalaman luar biasa ini, akan saya bagi ke yang lain tentang peluang dan manfaat blogger.

Sehingga mereka yang belum merasakan/tahu tentang dunia blogging, bisa termotivasi dan terjun juga.

Semoga artikel singkat tentang hikmah dan misi yang saya bawa bisa memberi manfaat.

Terus, yang hari ini datang di Zen Festival Indonesia 2015, siapa nih? Bagi cerita dong 🙂

21 Comments

  1. Yunie Enaya Sunaya

Reply